BERITA

HUT ke-344 Bandar Lampung, Asroni Paslah Soroti Capaian dan Tantangan Pembangunan Kota

Luluk RJMP
13
×

HUT ke-344 Bandar Lampung, Asroni Paslah Soroti Capaian dan Tantangan Pembangunan Kota

Sebarkan artikel ini
HUT ke-344 Bandar Lampung, Asroni Paslah Soroti Capaian dan Tantangan Pembangunan Kota
HUT ke-344 Bandar Lampung, Asroni Paslah Soroti Capaian dan Tantangan Pembangunan Kota

Media90.id – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-344 Kota Bandar Lampung yang jatuh pada 17 Juni 2026 menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan pembangunan daerah sekaligus mengevaluasi berbagai tantangan yang masih dihadapi ke depan.

Sebagai ibu kota Provinsi Lampung, Bandar Lampung telah menunjukkan perkembangan yang cukup pesat dalam berbagai sektor. Pertumbuhan ekonomi terus bergerak, pembangunan infrastruktur semakin masif, serta kawasan perkotaan berkembang untuk mendukung aktivitas masyarakat yang kian dinamis.

Ads
close ads

Atas berbagai capaian tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah, memberikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan para pemangku kepentingan yang selama ini turut berkontribusi dalam pembangunan Kota Bandar Lampung.

Namun menurutnya, peringatan hari jadi kota tidak boleh berhenti pada seremoni dan perayaan semata. Momentum ini juga harus menjadi ruang evaluasi untuk melihat sejauh mana pembangunan yang telah dilakukan benar-benar memberikan dampak bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Pertanyaan yang perlu kita renungkan bersama adalah apakah pembangunan yang dilakukan selama ini sudah mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara merata. Apakah pendidikan dan kesehatan sebagai hak dasar warga sudah mendapatkan perhatian yang seimbang dengan pembangunan fisik yang terlihat,” ujar Asroni.

Ia menjelaskan, dalam perspektif pembangunan modern, keberhasilan suatu daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi maupun banyaknya infrastruktur yang dibangun. Pembangunan harus menempatkan manusia sebagai tujuan utama.

Konsep tersebut sejalan dengan teori Human Development yang diperkenalkan Mahbub ul Haq dan dikembangkan oleh Amartya Sen, yang menempatkan kualitas hidup masyarakat sebagai indikator utama keberhasilan pembangunan.

Menurut Asroni, pendidikan dan kesehatan merupakan pelayanan dasar yang wajib dipenuhi oleh pemerintah kepada masyarakat. Karena itu, peningkatan kualitas kedua sektor tersebut harus menjadi prioritas pembangunan daerah.

Data dalam RPJMD Kota Bandar Lampung Tahun 2025–2029 menunjukkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bandar Lampung terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2020, IPM tercatat sebesar 77,44 dan meningkat menjadi 80,46 pada tahun 2024.

“Capaian ini tentu membanggakan. Namun angka tersebut tidak boleh membuat kita berpuas diri karena masih ada sejumlah persoalan yang perlu segera dibenahi,” katanya.

Pada sektor pendidikan, Bandar Lampung memiliki sekitar 12.700 tenaga pendidik pada jenjang PAUD, SD, dan SMP. Rasio guru terhadap siswa juga tergolong baik, menunjukkan ketersediaan tenaga pendidik yang relatif memadai.

Meski demikian, Asroni menilai kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh jumlah guru. Ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan yang layak juga menjadi faktor penting dalam menciptakan proses belajar mengajar yang berkualitas.

Berdasarkan data RPJMD, masih terdapat 104 ruang kelas dalam kondisi rusak ringan serta 25 ruang kelas yang mengalami kerusakan sedang hingga berat.

“Bagi siswa yang setiap hari belajar di ruang kelas yang kurang layak, persoalan ini bukan sekadar angka statistik. Kondisi sekolah yang baik sangat memengaruhi kenyamanan dan kualitas pembelajaran,” ujarnya.

Selain itu, Pemerintah Kota Bandar Lampung sendiri mengakui bahwa pemerataan kualitas layanan pendidikan masih menjadi salah satu isu strategis pembangunan daerah dalam lima tahun ke depan.

Asroni menegaskan bahwa investasi di sektor pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan daya saing daerah. Semakin baik kualitas pendidikan yang diberikan, semakin besar peluang terciptanya sumber daya manusia yang unggul dan produktif.

Tantangan serupa juga masih ditemui pada sektor kesehatan. Sebagai pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi di Provinsi Lampung, kebutuhan pelayanan kesehatan di Bandar Lampung terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan urbanisasi.

Saat ini Bandar Lampung memiliki 31 puskesmas, 50 puskesmas pembantu, dan 20 rumah sakit. Tenaga kesehatan yang tersedia terdiri dari 655 dokter spesialis, 628 dokter umum, 129 dokter gigi, serta 1.151 bidan.

Meski demikian, satu puskesmas rata-rata masih melayani sekitar 34.763 jiwa. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan primer masih membutuhkan penguatan agar mampu menjangkau kebutuhan masyarakat secara optimal.

Selain itu, pemerataan layanan kesehatan juga masih menjadi pekerjaan rumah. Sejumlah fasilitas kesehatan dengan layanan lengkap masih terkonsentrasi di wilayah tertentu, sementara kawasan pinggiran kota masih memerlukan peningkatan akses layanan kesehatan yang lebih mudah dan berkualitas.

“Kesehatan bukan beban anggaran, tetapi investasi sosial yang sangat penting. Masyarakat yang sehat akan lebih produktif dan mampu berkontribusi secara optimal terhadap pembangunan daerah,” kata Asroni.

Ia juga menyoroti bahwa Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam RPJMD 2025–2029 secara tegas mengakui bahwa pemenuhan pelayanan dasar di bidang pendidikan dan kesehatan masih belum optimal. Persoalan tersebut bahkan ditetapkan sebagai salah satu isu strategis pembangunan daerah.

Menurutnya, pengakuan tersebut menjadi bukti bahwa penguatan pelayanan dasar bukan hanya sekadar kritik masyarakat, melainkan telah menjadi agenda resmi pembangunan pemerintah daerah.

Memasuki usia ke-344 tahun, Asroni berharap pembangunan Bandar Lampung semakin diarahkan pada pembangunan yang berpusat pada manusia atau people-centered development. Pembangunan fisik tetap penting, namun pembangunan manusia harus mendapatkan perhatian yang sama besar karena menjadi tujuan utama dari seluruh proses pembangunan.

“Jalan yang mulus, gedung yang megah, taman kota yang indah, tentu merupakan capaian yang patut diapresiasi. Namun semua itu akan kehilangan makna apabila masih ada anak-anak yang belajar dalam fasilitas yang kurang memadai atau masyarakat yang kesulitan memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas,” tegasnya.

Sebagai ibu kota provinsi, Bandar Lampung memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Karena itu, peningkatan kualitas pendidikan, rehabilitasi fasilitas sekolah, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, pemerataan layanan kesehatan, serta penguatan fasilitas kesehatan primer harus menjadi prioritas pembangunan ke depan.

Asroni menilai refleksi HUT ke-344 Kota Bandar Lampung harus menjadi pengingat bahwa kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik yang terlihat, tetapi juga dari kualitas manusia yang hidup di dalamnya.

“Sebab pada akhirnya, kota yang hebat bukanlah kota yang memiliki bangunan paling tinggi atau jalan paling lebar. Kota yang hebat adalah kota yang mampu menghadirkan pendidikan yang bermutu, kesehatan yang berkualitas, dan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh warganya,” pungkasnya.

Ia pun mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun ke-344 Kota Bandar Lampung seraya berharap kota ini semakin maju, pelayanan publik semakin berkualitas, dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat dari tahun ke tahun.

Tinggalkan Balasan