BERITA

Inflasi di Bulan September 2024 Terkendali, Bank Indonesia Laporan Stabilitas Daya Beli Masyarakat Lampung

224
×

Inflasi di Bulan September 2024 Terkendali, Bank Indonesia Laporan Stabilitas Daya Beli Masyarakat Lampung

Sebarkan artikel ini
September 2024 Inflasi Terkendali, Bank Indonesia Catat Daya Beli Warga Lampung Tetap Stabil
September 2024 Inflasi Terkendali, Bank Indonesia Catat Daya Beli Warga Lampung Tetap Stabil

Media90 – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Lampung mengungkapkan bahwa daya beli masyarakat di wilayah tersebut saat ini tetap terjaga, dengan laju inflasi bulanan yang stabil.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lampung, Junanto Herdiawan, menyatakan bahwa indikator perekonomian menunjukkan kondisi yang positif, dengan daya beli masyarakat yang masih terjaga dengan baik.

“Hal ini ditunjukkan dengan laju inflasi inti yang stabil dan cenderung meningkat terukur pada triwulan ketiga di tahun 2024,” ungkap Junanto Herdiawan dalam konferensi pers pada Jumat (11/10/2024).

Junanto menambahkan bahwa laju inflasi tahunan di Lampung saat ini masih dalam kondisi terkendali, dengan tren inflasi yang melambat.

Penurunan harga komoditas bahan makanan bergejolak, yang dikenal sebagai volatile food (VF), menjadi salah satu faktor pendukung stabilitas ini.

Baca Juga:  Universitas Teknokrat Indonesia Mengukir Prestasi Nasional dalam Kontes Kapal Indonesia 2024

Selain itu, sinergi yang semakin kuat antara Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Lampung juga berkontribusi pada keadaan ini.

Menurut laporan, inflasi Lampung pada bulan September 2024 tercatat sebesar 2,16 persen jika dilihat secara tahunan, masih dalam kisaran target inflasi 2024 yang ditetapkan antara 1,5 hingga 3,5 persen.

Junanto juga memperkirakan bahwa perekonomian Lampung pada tahun ini akan tumbuh positif di kisaran 4,4 hingga 4,9 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yang tumbuh sebesar 4,55 persen.

Optimisme terhadap pertumbuhan perekonomian Lampung tersebut didukung oleh prospek yang kuat dari beberapa sektor penting, seperti perdagangan, transportasi, pergudangan, dan industri pengolahan.

Junanto juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Lampung atas langkah-langkah yang diambil untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengendalikan inflasi, khususnya dalam menghadapi perkembangan ekonomi ke depan.

Baca Juga:  Pariwisata Lampung Tembus 24,7 Juta Perjalanan di 2025, Jadi Penggerak Ekonomi Regional

Di tingkat nasional, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya tren deflasi yang telah berlangsung selama lima bulan berturut-turut.

Pada bulan September 2024, perekonomian Indonesia mencatat deflasi sebesar 0,12 persen berdasarkan perbandingan bulan ke bulan.

Tren deflasi ini dimulai sejak Mei 2024, dengan rincian deflasi 0,03 persen di bulan Mei, 0,08 persen pada Juni, 0,18 persen di bulan Juli, dan 0,03 persen pada Agustus.

Inflasi tahunan tercatat sebesar 1,84 persen dan inflasi tahun kalender mencapai 0,74 persen dari awal tahun hingga saat ini.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meyakini bahwa deflasi yang terjadi selama lima bulan berturut-turut bukanlah sinyal negatif bagi perekonomian.

Baca Juga:  Raih Keseruan Pekan Raya Lampung 2024! Tiket Tersedia Secara Online dan Offline dengan Kisaran Harga Mulai dari Rp15 Ribu hingga Rp50 Ribu

Menurutnya, deflasi ini disebabkan oleh komponen harga bergejolak yang berkaitan dengan komoditas pangan. Dengan adanya deflasi pada sektor pangan, harga bahan makanan di pasar cenderung stabil atau bahkan menurun.

Dengan kondisi ini, harapan untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Lampung dan Indonesia secara keseluruhan tetap terjaga, diiringi dengan kebijakan yang tepat dalam mengelola inflasi dan mendorong daya beli masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *