Media90 – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung menyatakan komitmennya untuk mengawal proses pengadaan fasilitas alat olahraga berstandar nasional sebagai penunjang latihan dan peningkatan kompetensi atlet gimnastik Lampung.
Wakil Ketua II KONI Lampung, Riagus Ria, mengatakan bahwa pihaknya mendorong Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) Lampung menata sistem pembinaan yang lebih terukur.
“Gimnastik ini harus menjadi salah satu cabang unggulan Lampung menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang. Oleh karena itu, perencanaan sejak dini sangat penting,” ujar Riagus Ria saat memimpin rapat koordinasi (Rakor) FGI Lampung, Senin (19/1/2026), yang membahas pemantapan program pembinaan atlet serta persiapan jangka panjang menuju PON.
Rapat yang dihadiri jajaran pengurus, pelatih, dan tim teknis FGI Lampung itu fokus pada arah kebijakan organisasi, penguatan pembinaan berjenjang, dan pemenuhan sarana prasarana latihan atlet.
Dalam rapat tersebut, disepakati bahwa FGI Lampung akan mengajukan gimnastik sebagai salah satu cabang yang dipertandingkan pada PON 2032, dengan rencana awal venue bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Lampung (Unila).
“Kami mendukung langkah FGI Lampung yang terbuka melibatkan pihak ketiga untuk pengembangan organisasi. Namun yang terpenting, program pembinaan atlet harus berjalan konsisten dan berkelanjutan,” tambah Riagus.
Saat ini, latihan atlet FGI Lampung terus berlangsung secara intensif pasca PON Aceh–Sumut. Para atlet memanfaatkan fasilitas yang tersedia seperti Hall C KORMI, Gedung Pahoman, Gedung Kemuning, serta Hall B dan BMBK, dengan jadwal latihan setiap hari dan peningkatan intensitas di akhir pekan.
Meski begitu, Riagus mengakui masih terdapat keterbatasan sarana latihan, terutama terkait ketersediaan alat dan lantai standar gimnastik. Untuk itu, KONI Lampung akan mengawal upaya FGI Lampung untuk memperoleh dukungan pengadaan peralatan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI.
Di level kompetisi, FGI Lampung terbilang aktif. Atlet-atletnya telah mengikuti berbagai kejuaraan nasional dan internasional, mulai dari Kejurnas, Asian Championship, kejuaraan dunia di Jerman, hingga Indonesia Open. Bahkan beberapa atlet Lampung telah turun pada kejuaraan internasional di Brasil sebagai jalur kualifikasi dunia.
Potensi atlet junior Lampung di cabang gimnastik dinilai sangat prospektif. KONI Lampung menargetkan pada tahun 2027 mendatang performa atlet junior dapat mendekati level senior, sehingga mampu bersaing dengan daerah lain yang sudah lebih maju dalam pembinaan.
Hasil Rakor juga menyepakati penguatan pembinaan sumber daya manusia (SDM) juri, peningkatan penyelenggaraan even kelompok umur, pemberian uang pembinaan bagi atlet, serta pembentukan lapis kedua atlet menuju PON 2032.














