BERITA

Lampung Catat Kenaikan Produksi Padi 15 Persen, Gubernur Mirza Ikuti Deklarasi Swasembada Pangan oleh Presiden Prabowo

8
×

Lampung Catat Kenaikan Produksi Padi 15 Persen, Gubernur Mirza Ikuti Deklarasi Swasembada Pangan oleh Presiden Prabowo

Sebarkan artikel ini
Produksi Padi Lampung Naik 15 Persen, Presiden Prabowo Deklarasikan Swasembada Pangan
Produksi Padi Lampung Naik 15 Persen, Presiden Prabowo Deklarasikan Swasembada Pangan

Media90 – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengikuti panen raya dan deklarasi swasembada pangan nasional yang diumumkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto secara virtual dari halaman Balai Desa Kutoarjo, Kabupaten Pesawaran, Rabu (7/1/2026).

Kegiatan tersebut juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, yang tengah melakukan kunjungan kerja sekaligus menandatangani 11 kerja sama strategis antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dan Pemprov Jawa Tengah.

Prabowo Umumkan Swasembada Pangan Lebih Cepat dari Target

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo secara resmi mengumumkan bahwa Indonesia kembali mencapai swasembada pangan, khususnya beras, hanya dalam kurun satu tahun pemerintahan. Capaian tersebut lebih cepat dibanding target awal pemerintah yang diproyeksikan empat tahun.

Baca Juga:  Meniti Jalan Sukses: Rahmat Mirzani Djausal dan Petualangan Menuju Surga Tanpa Batas

Produksi Padi Lampung Naik Hampir 15 Persen

Usai kegiatan, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan bahwa capaian nasional tersebut sejalan dengan kinerja sektor pertanian Lampung. Pada 2025, produksi padi Lampung meningkat hampir 15 persen, dari 2,7 juta ton menjadi lebih dari 3,2 juta ton.

“Alhamdulillah tahun 2025 produksi di Lampung naik hampir 15 persen. Tahun 2026 ini, kami targetkan naik lagi 15 sampai 20 persen, karena indeks pertanaman belum maksimal,” ujar Gubernur Mirza.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan produksi akan didorong melalui optimalisasi indeks pertanaman serta penerapan pupuk organik cair secara merata mulai 2026. Menurutnya, penggunaan pupuk organik berpotensi menambah produksi hingga 10 persen.

Kerja Sama Strategis dan Perlindungan Lahan Pertanian

Dalam bidang distribusi komoditas, Pemprov Lampung menjalin kerja sama strategis dengan Pemprov Jawa Tengah, di mana Lampung memasok gula, sementara Jawa Tengah memasok cabai dan bawang.

Di sisi lain, Gubernur Mirza juga menginstruksikan seluruh bupati untuk menginventarisasi dan mendaftarkan Lahan Baku Sawah (LBS) guna mencegah alih fungsi lahan.

2025 Jadi Tahun Bersejarah bagi Pertanian Lampung

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Lampung, Elvira Umihanni, menyampaikan bahwa 2025 menjadi tahun bersejarah bagi pertanian Lampung, karena berdasarkan data BPS, produksi padi Lampung mencapai 3,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah berdasarkan metode Kerangka Sampel Area (KSA).

“Produksi beras Lampung pada 2025 tercatat 1,84 juta ton, naik 14,65 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sektor pertanian juga tumbuh 7,74 persen pada triwulan III 2025 dan berkontribusi 28,38 persen terhadap PDRB Lampung,” jelas Elvira.

Ia menambahkan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) Lampung pada November 2025 mencapai 129,33, yang menandakan meningkatnya daya beli petani. Harga beras di Lampung juga stabil sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), didukung kebijakan pencegahan keluarnya gabah dari daerah.

Lampung Siap Perkuat Peran Lumbung Pangan Nasional

Dengan berbagai capaian tersebut, Pemprov Lampung optimistis menyambut 2026 sebagai momentum penguatan peran Lampung sebagai lumbung pangan nasional, sejalan dengan agenda swasembada pangan dan ketahanan ekonomi nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *