Media90 – Pelantikan pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan kali ini berlangsung tidak biasa. Prosesi pelantikan digelar di Terminal Pasar Inpres Kalianda, sebuah ruang publik yang menjadi pusat aktivitas dan denyut kehidupan masyarakat.
Di tengah kesibukan pasar dan disaksikan langsung para pedagang, sebanyak 22 pejabat administrator dan tujuh pejabat pengawas dilantik serta diambil sumpah jabatannya oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, pada Rabu (4/2/2026).
Suasana yang biasanya jauh dari kegiatan pemerintahan, pagi itu justru dipenuhi puluhan pejabat struktural Pemkab Lampung Selatan yang mengikuti prosesi pelantikan di area terminal pasar.
Selain pelantikan tersebut, tujuh pejabat struktural juga menerima tugas tambahan sebagai Pelaksana Tugas (Plt), masing-masing sebagai kepala dinas sebanyak empat orang, kepala bidang dua orang, dan kepala subbidang satu orang, yang ditempatkan di sejumlah perangkat daerah.
Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, mengatakan pemilihan Terminal Pasar Inpres Kalianda sebagai lokasi pelantikan bukan tanpa alasan. Menurutnya, pelantikan di ruang publik dimaksudkan sebagai pengingat bahwa pengabdian sebagai aparatur pemerintah tidak selalu berlangsung dalam kondisi yang nyaman.
“Integritas aparatur tidak diukur dari penampilan atau pencitraan semata, tetapi dari kejujuran dan hasil kerja yang nyata,” kata Radityo Egi Pratama dalam sambutannya.
Melalui pelantikan di pasar, para pejabat diharapkan mampu merasakan langsung denyut kehidupan masyarakat yang sesungguhnya. Sebagai kepala daerah yang dipilih oleh rakyat, Bupati Egi menegaskan dirinya membutuhkan pejabat yang mampu bekerja dengan empati serta memiliki kesadaran penuh terhadap kondisi riil di lapangan.
“Jangan sampai setelah naik jabatan merasa menjadi pejabat lalu lupa daratan. Semua harus bekerja dengan hati dan melihat realita,” ujarnya.
Bupati Egi juga menekankan bahwa keputusan penempatan pejabat telah melalui proses yang panjang dan selektif. Dalam menjalankan tugas, para pejabat yang dilantik diminta menghidupkan semangat Lampung Selatan BETIK, yakni Bebas Transaksi Ilegal dan Korupsi, sebagai karakter birokrasi di Kabupaten Lampung Selatan.
Ia turut mengingatkan agar seluruh pejabat berhati-hati dalam penggunaan anggaran dan memastikan setiap program tepat sasaran.
“Hati-hati penggunaan anggaran, jangan sampai tidak tepat sasaran atau ada main-main. Walaupun saya orangnya tidak teliti, yang mengawasi banyak, jadi saya sudah ingatkan dari sekarang,” tegasnya.
Menurut Bupati Egi, integritas, kejujuran, dan kebersihan dalam menjalankan amanah merupakan fondasi utama birokrasi yang dipercaya oleh masyarakat.
Pelantikan pejabat di ruang publik ini diharapkan menjadi simbol bahwa jabatan pemerintahan tidak pernah bekerja dalam keheningan, melainkan selalu hadir di tengah suara, tuntutan, serta konsekuensi dari pelayanan publik.














