BERITA

Merajut Benang Emas di Tengah Tugas Negara: Perjalanan Asri Bangkitkan Tapis Lampung

Luluk RJMP
8
×

Merajut Benang Emas di Tengah Tugas Negara: Perjalanan Asri Bangkitkan Tapis Lampung

Sebarkan artikel ini
Dari Tugas Negara ke Seni Tradisi: Perjalanan Asri Mempertahankan Tapis Lampung
Dari Tugas Negara ke Seni Tradisi: Perjalanan Asri Mempertahankan Tapis Lampung

Media90 – Di balik seragam putihnya sebagai bidan, Asri menyimpan ketekunan lain yang tak kalah mulia. Di sela tugasnya melayani masyarakat di puskesmas, ia merajut mimpi melalui helai-helai benang emas yang menghiasi kain tradisional khas Lampung, tapis.

Asri adalah istri dari Kopda Angga Dwi Ferdian, prajurit di Yonif 143/TWEJ Kodam XXI/Radin Inten, sekaligus ibu dari dua anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Di tengah perannya sebagai tenaga kesehatan dan pendamping suami, Asri memilih tetap produktif dari rumah. Bagi dirinya, berkarya bukan sekadar pilihan, melainkan panggilan.

Ads
close ads

Tahun 2023 menjadi titik balik ketika ia memutuskan meneruskan usaha sulam tapis milik orang tuanya, yang telah dirintis sejak 1992. Seiring bertambahnya usia, orang tua Asri ingin beristirahat dari aktivitas produksi. Namun nilai kemandirian dan kerja keras yang diwariskan menjadi bekal kuat bagi Asri untuk melanjutkan estafet usaha tersebut.

Baca Juga:  Keputusan Mengejutkan: Pangkat Prabowo Subianto Dinaikkan Menjadi Jenderal oleh Presiden Joko Widodo, Ini Penjelasannya

Bagi masyarakat Lampung, tapis bukan sekadar kain. Sulaman benang emas atau perak di atas kain tenun melambangkan doa, kehormatan, dan perjalanan hidup. Setiap motif menyimpan filosofi yang diwariskan turun-temurun.

Namun bagi Asri, menjaga tradisi tidak berarti menutup diri terhadap perubahan zaman. Melalui UMKM Asri Tapis Lampung, ia menghadirkan inovasi dengan memadukan batik dan sulaman benang emas khas tapis. Kini, batik tapis rancangannya dapat dipakai dalam suasana non-formal tanpa kehilangan identitas Lampung, berbeda dari dulu yang identik dengan upacara adat atau acara resmi.

Dukungan pun mengalir dari lingkungan organisasi. Ketua Daerah XXI/Radin Inten menyampaikan apresiasi atas semangat yang ditunjukkan Asri. Upaya ini tidak hanya menjaga warisan budaya, tapi juga memberikan dampak nyata bagi pemberdayaan ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar, hingga menjadi contoh bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan.

Baca Juga:  Revolusi Kurikulum: Lokakarya Kolaboratif Prodi Bisnis Digital IIB Darmajaya untuk Menghadapi Tantangan Industri

Dengan modal awal sekitar Rp20 juta, Asri merintis usahanya secara bertahap. Ia belajar mengelola produksi, memahami strategi pemasaran, hingga mengatur keuangan usaha. Tantangan tidak sedikit, mulai dari menjaga kualitas hingga memperluas pasar. Hingga kini, usahanya berkembang dan tergabung dalam Ajang Persit Bisa 2.

Kini, Asri Tapis Lampung telah mempekerjakan tujuh orang karyawan. Usaha tersebut tidak hanya menjadi sumber penghasilan keluarga, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

Bagi Asri, keberhasilan bukan semata diukur dari angka penjualan. Ia ingin generasi muda tetap mengenal dan mencintai tapis sebagai identitas budaya daerah, serta membuktikan kain tradisional tidak kalah elegan dibanding produk modern.

Dari ruang puskesmas hingga ruang produksi, dari peran sebagai istri prajurit hingga pelaku UMKM, Asri menunjukkan bahwa perempuan dapat berdiri di banyak peran sekaligus. Di tangannya, tapis bukan hanya kain, melainkan cerita tentang ketekunan, keberanian, dan upaya menjaga jati diri Lampung di tengah arus zaman.

Tinggalkan Balasan