Media90 – Bupati Lampung Timur, Ella Siti Nuryamah, menanggapi viralnya video pelajar dan warga yang menyeberangi sungai menggunakan perahu kecil di Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur. Kondisi tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan, terutama bagi anak-anak sekolah yang setiap hari harus melintasi sungai untuk berangkat dan pulang sekolah.
Ella Siti Nuryamah menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur telah melakukan berbagai upaya dan langkah konkret agar Jembatan Kali Pasir dapat segera dibangun. Menurutnya, persoalan ini sudah menjadi perhatian pemerintah daerah sejak lama.
“Jembatan di lokasi itu panjangnya kurang lebih 100 meter. Kalau dikerjakan sendiri oleh pemerintah kabupaten, kami belum mampu karena keterbatasan anggaran. Saya juga sudah beberapa kali meninjau langsung ke lokasi,” kata Ella dalam keterangannya, Senin (2/2/2026).
Ia menjelaskan, Pemkab Lampung Timur telah mengajukan pembangunan jembatan permanen kepada pemerintah pusat sejak beberapa tahun lalu melalui Kementerian Pekerjaan Umum, termasuk melalui skema bantuan Presiden Republik Indonesia.
Seiring meningkatnya perhatian publik akibat video yang viral, Ella menilai respons lintas instansi mulai bergerak cepat. Sejumlah pihak, seperti Kodim, Kodam, hingga Kementerian Pekerjaan Umum, telah turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi penyeberangan sungai di Desa Kali Pasir.
“Sebagai bentuk afirmasi dan solusi sementara, sambil menunggu pembangunan jembatan permanen, kami mengusulkan pembangunan jembatan gantung yang diberi nama Jembatan Merah Putih,” ujar Ella.
Menurut rencana, Jembatan Merah Putih akan dibangun oleh pemerintah pusat pada triwulan pertama atau triwulan kedua tahun 2026. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) juga telah melakukan koordinasi dan dijadwalkan turun ke lapangan untuk melakukan pengukuran teknis sebagai tahap awal pelaksanaan.
Untuk pembangunan jembatan permanen, dibutuhkan anggaran sekitar Rp70 miliar. Sementara itu, Pemkab Lampung Timur baru mampu mengalokasikan dana sekitar Rp18,99 miliar atau hampir Rp19 miliar, sehingga masih memerlukan dukungan penuh dari pemerintah pusat.
Ella menambahkan, penanganan di wilayah tersebut tidak bisa dilakukan secara parsial. Selain pembangunan jembatan, perbaikan tanggul sungai juga menjadi bagian penting dari solusi jangka panjang. Pasalnya, derasnya arus sungai kerap menyebabkan tanggul longsor yang memicu banjir berulang.
Oleh karena itu, pembangunan jembatan permanen ke depan harus didahului dengan penyusunan feasibility study (FS) dan detailed engineering design (DED) agar konstruksi yang dibangun benar-benar aman, kuat, dan berkelanjutan.
Pemkab Lampung Timur berharap pembangunan Jembatan Merah Putih dapat menjadi solusi sementara yang aman bagi warga dan pelajar, sekaligus menjadi langkah awal menuju penanganan infrastruktur dan pengendalian banjir secara komprehensif di wilayah tersebut.














