BERITA

Pemprov Lampung Gandeng PT SHS Dorong Investasi Pabrik Benih untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani

6
×

Pemprov Lampung Gandeng PT SHS Dorong Investasi Pabrik Benih untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Sebarkan artikel ini
Pemprov Lampung Gandeng PT SHS Dorong Investasi Pabrik Benih untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Pemprov Lampung Gandeng PT SHS Dorong Investasi Pabrik Benih untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Media90 – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memperkuat langkah strategis mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, melalui penjajakan kerja sama dengan PT. Sang Hyang Seri (SHS). Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan sektor perbenihan padi, jagung, dan kedelai, guna mewujudkan kemandirian pangan yang berkelanjutan.

Rapat koordinasi (Rakor) yang dipimpin langsung oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, berlangsung di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Selasa (10/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, ditegaskan bahwa ketersediaan benih berkualitas merupakan kunci utama dalam meningkatkan produktivitas pertanian di Lampung.

Gubernur Lampung menekankan, Lampung harus bertransformasi dari sekadar produsen komoditas menjadi pusat industri perbenihan nasional. Salah satu tantangan besar petani Lampung selama ini adalah akses terhadap benih unggul.

Baca Juga:  Pemprov Lampung Ajak BKPRMI Perkuat Peran Pemuda Masjid dalam Pembangunan Daerah

“Dengan menggandeng PT SHS untuk berinvestasi dan mengembangkan pabrik benih di Lampung, kami tidak hanya mengamankan stok pangan nasional, tapi juga meningkatkan nilai ekonomi dan kesejahteraan petani lokal,” ujar Rahmat Mirzani Djausal.

Skema Kolaborasi SHS untuk Petani

Direktur Utama PT SHS, Adhi Cahyono Nugroho, menjelaskan bahwa perusahaan telah melakukan refocusing bisnis secara total pada sektor perbenihan. SHS menawarkan skema kolaborasi yang menguntungkan bagi petani penangkar di Lampung, meliputi:

  • Jaminan pembelian (offtake): Pembayaran hasil panen maksimal satu hari setelah transaksi.
  • Harga kompetitif: Insentif harga di atas rata-rata pasar (tambahan Rp300–500 per kilogram).
  • Optimalisasi aset: Pemanfaatan fasilitas R&D dan mesin perbenihan milik SHS di Nambahrejo, Lampung Tengah, yang akan dikelola bersama BUMD.
Baca Juga:  Rahmat Mirzani Djausal di PKKMB 2024: "Mahasiswa, Generasi Emas Indonesia!"

Lampung, Mitra Vital Sektor Pertanian

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Lampung, Mulyadi Irsan, memaparkan data strategis yang menjadikan Lampung sebagai mitra penting bagi SHS. Kontribusi ekonomi di sektor pertanian mencapai 28 persen terhadap struktur ekonomi Lampung.

Selain itu, produksi padi pada tahun 2025 mencatat surplus 3,5 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Produksi jagung Lampung juga masuk peringkat lima besar nasional, dengan kontribusi sekitar 8 persen terhadap produksi jagung nasional.

Pemprov Lampung mengarahkan agar pengembangan titik-titik penangkaran benih tersebar di wilayah potensial, seperti Trimurjo, Pringsewu, hingga Tanggamus, untuk menjangkau lebih banyak petani dan meningkatkan produktivitas lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *