BERITA

Pesawaran Hadiri Panen Raya Nasional, Presiden Prabowo Umumkan Swasembada Pangan

3
×

Pesawaran Hadiri Panen Raya Nasional, Presiden Prabowo Umumkan Swasembada Pangan

Sebarkan artikel ini
Bupati & Wabup Pesawaran Ikuti Panen Raya Nasional bersama Presiden dalam Upaya Perkuat Ketahanan Pangan
Bupati & Wabup Pesawaran Ikuti Panen Raya Nasional bersama Presiden dalam Upaya Perkuat Ketahanan Pangan

Media90 – Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., bersama Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali, menghadiri kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang disaksikan secara virtual melalui zoom meeting dari Kantor PDAM Desa Kutoarjo, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Rabu (7/1/2026).

Kegiatan tingkat nasional ini turut dihadiri langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Sekda Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, jajaran Forkopimda Provinsi Lampung, serta rombongan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang tengah melaksanakan kunjungan kerja di Kabupaten Pesawaran.

Rombongan Jawa Tengah dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, didampingi Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Wakil Bupati Temanggung Nadia Muna, Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani, serta perangkat daerah terkait.

Presiden Prabowo Umumkan Swasembada Beras dalam Satu Tahun

Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo secara resmi mengumumkan bahwa Indonesia berhasil mencapai swasembada beras hanya dalam kurun waktu satu tahun, lebih cepat dari target awal pemerintah yang diproyeksikan empat tahun. Menurut Presiden, capaian ini merupakan tonggak penting dalam sejarah kemandirian bangsa.

Baca Juga:  Kerja Sama Strategis: Brigif 4 Marinir/BS dan Universitas Teknokrat Indonesia Tingkatkan Pendidikan dan Pengembangan SDM

Presiden menegaskan bahwa kedaulatan suatu negara tidak akan sempurna apabila kebutuhan pangan masih bergantung pada negara lain.

“Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak bisa tersedia untuk rakyat. Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau pangannya bergantung pada bangsa lain,” tegas Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, para petani, penyuluh, dan seluruh pihak yang terlibat dalam peningkatan produksi pangan nasional.

Kementan: Produksi Beras 2025 Capai 34 Juta Ton

Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman, dalam paparannya mengungkapkan bahwa produksi beras nasional pada 2025 mencapai 34 juta ton. Selain itu, peran Perum Bulog disebut sangat strategis dalam menyerap hasil produksi petani, menjaga stabilitas harga, serta memastikan ketersediaan stok pangan nasional.

Amran menyampaikan stok beras nasional berada pada level yang sangat kuat, yakni 3,2 juta ton, dan bahkan sempat menyentuh 4 juta ton, lebih tinggi dibanding periode ketika Indonesia menerima penghargaan dari FAO.

“Swasembada ini adalah kerja terbaik Kabinet Merah Putih yang berangkat dari gagasan besar Bapak Presiden Republik Indonesia dan didukung oleh seluruh penyuluh serta petani Indonesia. Terima kasih,” ujar Amran.

Pesawaran Siap Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira memberikan apresiasi atas keberhasilan pemerintah pusat dalam mencapai swasembada pangan. Menurutnya, ketahanan pangan yang kuat tidak hanya memperkuat kedaulatan bangsa, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan petani.

Bupati Nanda Indira menegaskan bahwa Kabupaten Pesawaran siap mendukung program ketahanan pangan nasional melalui:

✔ penguatan sektor pertanian
✔ peningkatan produktivitas lahan
✔ kolaborasi antara pemerintah daerah dan petani
✔ sinergi antar-pemangku kepentingan

Lampung Targetkan Produksi Naik Hingga 20 Persen

Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyatakan bahwa Lampung siap menjadi salah satu penyangga utama swasembada pangan nasional. Ia menjelaskan bahwa produksi padi Lampung pada 2025 naik hampir 15 persen, dari 2,7 juta ton menjadi sekitar 3 juta ton.

“Kami optimistis pada 2026 produksi dapat meningkat lagi sebesar 15 hingga 20 persen,” ujarnya.

Rahmat menambahkan bahwa peningkatan produksi akan diperkuat melalui penerapan pupuk organik cair secara merata pada 2026, yang diperkirakan mampu meningkatkan produktivitas hingga 10 persen.

Selain padi, Pemerintah Provinsi Lampung juga mendorong peningkatan produksi jagung serta memperkuat kerja sama antardaerah, salah satunya dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui kesepakatan sektor pertanian.

“Kolaborasi antardaerah menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan,” pungkas Gubernur Lampung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *