Media90 – Jelang bulan puasa Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Polda Lampung menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah pabrik crude palm oil (CPO) dan minyak goreng di wilayah Lampung, Selasa (10/2/2026).
Kegiatan pengawasan ini menyasar tiga perusahaan besar, yakni PT LDC Indonesia sebagai produsen CPO, PT Cargill Refinery yang bergerak di sektor CPO dan biofuel, serta PT Domus Jaya, produsen minyak goreng.
Kombes Heri Rusyaman, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung, menyampaikan bahwa Sidak dilakukan untuk menjamin stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan strategis menjelang momentum keagamaan.
“Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif terhadap potensi penyimpangan distribusi yang dapat menimbulkan kelangkaan atau kenaikan harga pangan di masyarakat,” ujar Kombes Heri Rusyaman.
Pemeriksaan Komprehensif
Tim gabungan memeriksa secara menyeluruh kelengkapan perizinan usaha, data pengolahan dan ketersediaan bahan baku CPO, kapasitas dan realisasi produksi, serta mekanisme distribusi ke pasar.
“Sidak ini untuk memastikan seluruh proses produksi dan distribusi CPO serta minyak goreng berjalan sesuai ketentuan. Menjelang Ramadan dan Idulfitri, kebutuhan masyarakat meningkat, sehingga negara hadir untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga,” tegas Kombes Heri.
Polda Lampung menegaskan tidak akan ragu mengambil langkah tegas bila ditemukan praktik merugikan masyarakat, termasuk penimbunan atau pengalihan distribusi tidak wajar.
Teguran untuk PT Domus Jaya
Hasil pemeriksaan di PT Domus Jaya menunjukkan indikasi bahwa perusahaan lebih memprioritaskan penyaluran produk ke luar daerah. Menyikapi temuan ini, Tim Satgas Saber Pangan Polda Lampung bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lampung memberikan teguran keras dan peringatan resmi, agar perusahaan mematuhi ketentuan distribusi dan mengutamakan kebutuhan masyarakat Lampung.
Pengawasan Berkelanjutan
Polda Lampung berkomitmen memperkuat pengawasan melalui sinergi lintas sektor, memastikan stabilitas pangan, dan memberikan rasa aman serta kepastian bagi masyarakat.
“Kami akan terus meningkatkan pengawasan, koordinasi, serta penegakan hukum di bidang pangan, khususnya menjelang Ramadan dan Idulfitri, yang rawan terjadi fluktuasi harga dan gangguan distribusi,” kata Kombes Heri Rusyaman.














