Media90 – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Lampung menegaskan komitmen dan integritasnya dalam penyelenggaraan kompetisi Liga 4 Lampung 2026, yang berlangsung pada 25 Januari hingga 13 Februari di Stadion Pahoman, Bandar Lampung.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Asprov PSSI Lampung, Kombes Sumardji, menekankan pentingnya menjaga keamanan dan sportivitas sepanjang kompetisi. Ia menilai semua pihak harus bersama-sama menjunjung komitmen dan integritas, agar ajang ini menjadi wadah pembibitan pesepakbola muda yang berpotensi menjadi bintang masa depan.
“Kami mengajak semua pihak untuk mengawal bersama pelaksanaan Liga 4 Lampung. Jika ada hal yang janggal, silakan laporkan, karena kami terbuka terhadap semua kritik dan masukan,” ujar Sumardji.
Fakta Integritas Jadi Landasan Kompetisi
Sekretaris Asprov PSSI Lampung, Mursalin Lamo, menjelaskan salah satu langkah konkret menjaga integritas kompetisi adalah penerapan Fakta Integritas bagi seluruh wasit dan pelatih kepala.
“Semua pihak yang terlibat di Liga 4 Lampung telah menandatangani Fakta Integritas, dan penguatan kesepakatan dilakukan melalui Match Coordination Meeting (MCM) sebelum kompetisi dimulai,” jelas Mursalin.
Liga 4 Lampung tahun ini diikuti 10 klub dari berbagai daerah untuk memperebutkan satu tiket ke tingkat nasional. Meskipun beberapa wilayah sebelumnya sempat terjadi insiden kekerasan dalam pertandingan, PSSI Lampung telah menyiapkan langkah antisipatif sejak awal penyelenggaraan.
Komitmen Wasit dan Pelatih
Selain MCM dan Fakta Integritas, seluruh wasit yang memimpin pertandingan serta pelatih kepala 10 tim peserta juga menandatangani pakta integritas. Dokumen ini berisi komitmen menjalankan pertandingan secara jujur, profesional, menjunjung fair play, serta menolak segala bentuk kekerasan dan intervensi.
Dengan penerapan langkah-langkah ini, PSSI Lampung optimistis Liga 4 Lampung 2026 akan berlangsung aman, tertib, dan kondusif, sekaligus menjadi contoh penyelenggaraan kompetisi sepakbola berintegritas di tingkat provinsi.














