Media90 – Anggota DPRD Provinsi Lampung, Lesty Putri Utami, berkomitmen untuk mengawal penanganan cepat atas jebolnya tanggul penangkis di aliran Sungai Desa Kertosari, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Lampung Selatan. Kerusakan tanggul tersebut memicu banjir yang merendam puluhan rumah warga serta lahan persawahan di wilayah tersebut.
Peristiwa banjir terjadi pada Sabtu (7/3/2026) dini hari setelah tanggul penahan air di sungai tersebut jebol. Akibatnya, puluhan hektare lahan pertanian milik warga terendam air dan menyebabkan sebagian petani mengalami kerugian karena tanaman padi mereka gagal panen.
Lesty Putri Utami menjelaskan bahwa penanganan tanggul penangkis tersebut merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji–Sekampung. Oleh karena itu, pihaknya akan segera menindaklanjuti kondisi di lapangan dengan berkoordinasi dengan instansi terkait.
Ia mengatakan komitmen tersebut diwujudkan dengan melakukan peninjauan langsung ke lokasi tanggul yang jebol pada Sabtu siang. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi kerusakan yang terjadi akibat banjir.
Menurut Lesty, kunjungan lapangan tersebut bertujuan untuk memetakan dampak kerusakan yang ditimbulkan, baik terhadap infrastruktur yang rusak maupun lahan pertanian milik warga yang terdampak banjir.
Hasil peninjauan tersebut nantinya akan segera dilaporkan kepada pihak terkait, termasuk kepada BBWS Mesuji–Sekampung, agar penanganan dapat segera dilakukan baik dalam bentuk tindakan darurat maupun perbaikan permanen terhadap tanggul yang rusak.
Ketua DPC PDI Perjuangan Lampung Selatan itu berharap agar perbaikan tanggul dapat dilakukan secepat mungkin. Menurutnya, langkah cepat sangat diperlukan agar luapan air tidak kembali merusak permukiman warga maupun lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa banjir yang terjadi akibat jebolnya tanggul memberikan dampak yang cukup besar bagi warga setempat. Selain merendam rumah penduduk, banjir juga menyebabkan ratusan hektare sawah yang sebagian sudah memasuki masa panen ikut terendam.
Kondisi tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian bagi para petani, tetapi juga berpotensi mengganggu keselamatan warga jika tidak segera ditangani secara serius.
Lesty berharap koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, serta pihak BBWS dapat berjalan dengan baik sehingga penanganan tanggul yang jebol dapat segera direalisasikan dan risiko banjir serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.














