Media90 – Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengungkapkan sejumlah penyebab terjadinya banjir di wilayah Kota Bandar Lampung setelah melakukan pemantauan langsung di berbagai titik terdampak selama dua hari berturut-turut. Hasil pemantauan itu dilakukan bersama tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum (PU), serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarnat).
Dari peninjauan lapangan, ditemukan beberapa faktor utama yang memicu terjadinya banjir, mulai dari penyempitan jalur air, gorong-gorong berukuran kecil, hingga penumpukan sampah di saluran drainase yang menghambat aliran air saat terjadi hujan deras.
“Beberapa lokasi kita lihat gorong-gorongnya terlalu kecil. Nanti akan kita lebarkan agar aliran air bisa lebih lancar. Mudah-mudahan setelah itu banjir bisa teratasi,” ujar Eva Dwiana saat meninjau lokasi banjir di Kecamatan Sukabumi, Sabtu (10/1/2026).
Bangunan di Atas Aliran Air Jadi Sorotan
Selain persoalan teknis infrastruktur, Wali Kota yang akrab disapa Bunda Eva tersebut juga menyoroti keberadaan bangunan rumah yang berdiri tepat di atas aliran air. Menurutnya, kondisi seperti itu jelas melanggar aturan dan berpotensi besar menyebabkan penyumbatan drainase hingga aliran sungai.
“Bangunan di atas kali itu salah, karena bisa menghambat aliran air. Ini harus segera ditertibkan agar tidak berdampak luas dan merugikan masyarakat,” tegasnya.
Ajak Warga Ikut Menjaga Lingkungan
Dalam kesempatan yang sama, Bunda Eva mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah banjir melalui kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan, khususnya area selokan dan saluran air. Melalui media sosial resminya, ia mengimbau warga agar tidak membuang sampah sembarangan serta rutin membersihkan saluran di sekitar rumah.
“Mari kita jaga bersama-sama lingkungan kita. Insyaallah, kalau saluran air bersih dan terawat, banjir tidak akan terulang meski saat musim hujan,” tambahnya.
Respons Cepat Pemkot Bandar Lampung
Pemantauan lapangan ini menjadi bagian dari respons cepat Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam memastikan kondisi warga terdampak sekaligus memetakan kerusakan infrastruktur. Selain itu, langkah ini juga dilakukan untuk menentukan strategi penanganan banjir, baik dalam skala darurat maupun jangka panjang.
Pada setiap titik yang dikunjungi, Wali Kota meninjau langsung kondisi:
-
Drainase
-
Aliran sungai
-
Talud
-
Permukiman warga
Ia juga berdialog dengan masyarakat untuk mendengarkan keluhan, kebutuhan mendesak, dan masukan terkait solusi penanganan banjir di wilayah masing-masing.
Peninjauan Dilakukan Dua Hari Berturut-turut
Sehari sebelumnya, pada Jumat (9/1/2026), Bunda Eva telah meninjau sejumlah lokasi rawan banjir di Kecamatan Sukabumi, khususnya di Kelurahan Campang, Sukabumi Indah, dan Sukabumi.
Rangkaian inspeksi lapangan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk mengurangi risiko banjir menjelang puncak musim penghujan serta memastikan keselamatan dan kenyamanan warga.














