Media90 – Maraknya kasus penipuan berkedok trading dan investasi membuat banyak masyarakat semakin berhati-hati sebelum menempatkan dana. Berbagai modus, mulai dari titip dana, grup tertutup di media sosial, hingga janji keuntungan instan, kerap merugikan, terutama bagi trader pemula.
Kondisi ini juga dialami Dwi Ardiansyah, seorang karyawan yang mulai mengenal trading sejak 2020. Ketertarikannya muncul bukan karena mencari jalan pintas, tetapi untuk memahami instrumen keuangan secara mandiri di tengah situasi ekonomi yang penuh ketidakpastian.
“Awalnya saya tertarik karena melihat trading sebagai salah satu instrumen yang bisa dipelajari dalam pengelolaan keuangan. Tapi yang paling saya khawatirkan justru soal keamanan dana, terutama saat harus melakukan deposit,” ujar Dwi.
Belajar Pelan dan Menghindari Jalan Pintas
Alih-alih terburu-buru mengejar hasil, Dwi memilih pendekatan hati-hati. Ia mempelajari dasar-dasar trading secara bertahap, mulai dari analisis teknikal, pola pergerakan harga, hingga memperkaya literasi dari berbagai sumber edukasi.
Baginya, trading bukan soal cepatnya hasil, melainkan bagaimana proses dijalani dengan disiplin dan terukur. Prinsip inilah yang membentuk cara pandangnya dalam mengambil keputusan.
Legalitas Jadi Pertimbangan Utama
Dalam memilih platform trading, Dwi menempatkan aspek legalitas sebagai prioritas. Ia akhirnya menggunakan HSB Investasi, platform yang telah terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), OJK, dan Bank Indonesia, serta didukung lembaga kliring resmi.
“Buat saya, yang penting platformnya jelas dan legal. Banyak kasus penipuan justru bermula dari broker yang tidak memiliki izin resmi,” jelasnya.
Salah satu kekhawatiran terbesar dalam trading adalah dana sulit ditarik. Namun, pengalaman penarikan dana yang lancar menjadi alasan utama Dwi bertahan lebih dari lima tahun di HSB Investasi. Selama menggunakan platform ini, proses transaksi berjalan terstruktur, sehingga aktivitas trading dapat dijalani dengan lebih tenang, dan hasil transaksi bisa dikelola sesuai perencanaan keuangan.
Fokus pada Konsistensi dan Manajemen Risiko
Meski sudah berpengalaman, Dwi menekankan pentingnya menjaga ekspektasi. Ia menilai keberlanjutan lebih penting dibanding mengejar keuntungan besar dalam waktu singkat.
“Kita tidak boleh serakah. Ketika kondisi sudah sesuai rencana, penting untuk menjaga disiplin dan tidak berlebihan. Selain itu, konsistensi dan manajemen risiko juga penting,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pergerakan pasar dipengaruhi faktor eksternal, seperti kebijakan ekonomi global dan kondisi geopolitik, yang perlu dipahami sebelum mengambil keputusan.
Kisah Dwi menjadi pengingat bahwa membangun kepercayaan tidak datang instan, melainkan melalui proses belajar, disiplin, dan keputusan matang. Aktivitas trading memiliki risiko dan membutuhkan pemahaman serta pengelolaan yang cermat.
Tentang HSB Investasi
HSB Investasi (PT Handal Semesta Berjangka) merupakan pialang resmi yang diawasi langsung oleh BAPPEBTI di bawah Kementerian Perdagangan RI. HSB juga terdaftar di OJK dan Bank Indonesia, serta anggota bursa ICDX, Lembaga Kliring ICH, dan asosiasi Aspebtindo.
Dengan legalitas yang jelas dan sistem transaksi yang transparan, HSB Investasi menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang ingin memulai trading dengan aman dan terpercaya.














