Media90 – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia resmi menutup batch terbaru Program ACCES (Accelerating Capital Resources for Medium Enterprises) dengan capaian signifikan dalam memperluas akses pembiayaan bagi usaha menengah. Dalam program ini, Restock (PT Cerita Teknologi Indonesia) berperan sebagai mitra pembiayaan non-bank guna melengkapi peran perbankan melalui skema pendanaan alternatif berbasis teknologi.
Sepanjang pelaksanaan program, tercatat 207 pengusaha menengah dari 12 provinsi di Indonesia mendaftar untuk mengikuti ACCES. Dari jumlah tersebut, 56 peserta terkurasi dan berhasil di-onboard melalui proses pendampingan intensif serta business matching yang dirancang untuk meningkatkan kesiapan usaha dalam mengakses pembiayaan.
Hasil kurasi dan pendampingan menunjukkan permintaan pembiayaan mencapai Rp120–150 miliar, dengan realisasi pembiayaan sebesar Rp20–30 miliar yang telah terproses pada batch ini. Pembiayaan tersebut disalurkan melalui kolaborasi lembaga keuangan perbankan dan non-bank, termasuk Restock sebagai penyedia solusi pembiayaan alternatif.
Menariknya, sekitar 40 persen peserta ACCES merupakan pengusaha yang sebelumnya telah mengakses pembiayaan bank atau lembaga keuangan lain. Namun, mereka masih membutuhkan opsi pendanaan tambahan yang lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan operasional serta siklus bisnis usaha menengah.
Program ACCES dirancang sebagai inisiatif strategis Kementerian UMKM untuk menjembatani kesenjangan pembiayaan melalui pendekatan kurasi berbasis kesiapan usaha, pendampingan intensif, serta business matching dengan berbagai lembaga pembiayaan. Skema ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendanaan yang lebih inklusif bagi usaha menengah.
Dalam ekosistem tersebut, Restock berperan sebagai penyedia pembiayaan alternatif berbasis teknologi, khususnya melalui skema supply chain financing dan inventory financing. Pendekatan ini melengkapi peran perbankan dalam memenuhi kebutuhan modal kerja dan ekspansi usaha, terutama bagi segmen yang belum sepenuhnya terlayani oleh skema pembiayaan tradisional.
Direktur Restock, Rega Sardjono, menyampaikan bahwa capaian Program ACCES menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan penyedia pembiayaan alternatif.
“Data ACCES memperlihatkan bahwa banyak usaha menengah sebenarnya sudah bankable, namun tetap membutuhkan opsi pembiayaan tambahan yang lebih adaptif dengan siklus bisnis mereka. Di sinilah peran pembiayaan alternatif menjadi relevan, bukan untuk menggantikan bank, tetapi melengkapinya. Kolaborasi seperti ACCES adalah fondasi penting untuk memperkuat sektor produktif nasional,” ujar Rega.
Apresiasi juga disampaikan oleh Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM RI, Bagus Rachman. Menurutnya, Program ACCES tidak hanya berfokus pada penyaluran modal, tetapi juga pembangunan ekosistem usaha yang berkelanjutan.
“Program ACCES bukan hanya tentang akses modal, tetapi tentang membangun ekosistem kolaboratif yang mendorong usaha menengah menjadi penggerak utama ekonomi nasional,” ujarnya.
Ke depan, hasil pelaksanaan Program ACCES diharapkan dapat menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, lembaga keuangan, dan penyedia pembiayaan alternatif dalam memperluas akses modal, meningkatkan kesiapan usaha menengah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif.
Tentang PT Cerita Teknologi Indonesia (Restock.id)
Restock.id (PT Cerita Teknologi Indonesia) merupakan perusahaan peer-to-peer lending yang berdiri sejak 2019 dan telah berizin serta diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 2021. Restock berfokus pada solusi pembiayaan berbasis inventory financing dan supply chain financing untuk membantu pelaku usaha dalam mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.














