INTERNASIONAL

Betavolt BV100: Revolusi Baterai Nuklir Mini untuk Masa Pakai Puluhan Tahun

4
×

Betavolt BV100: Revolusi Baterai Nuklir Mini untuk Masa Pakai Puluhan Tahun

Sebarkan artikel ini
China Kembangkan Baterai Nuklir Super Tahan Lama, 50 Tahun Tanpa Cas
China Kembangkan Baterai Nuklir Super Tahan Lama, 50 Tahun Tanpa Cas

Media90 – Perkembangan teknologi penyimpanan energi kini memasuki babak baru. Baterai konvensional jenis Lithium-ion (Li-ion) yang mendominasi berbagai perangkat elektronik saat ini umumnya memiliki umur pakai terbatas. Sebagai contoh, baterai telepon pintar atau laptop rata-rata hanya bertahan sekitar satu hari sebelum harus diisi ulang, sementara jam tangan pintar dapat bertahan beberapa hari hingga minggu, dan baterai alkaline pada perangkat rumah tangga seperti remote TV biasanya habis dalam beberapa bulan.

Menjawab keterbatasan ini, sebuah inovasi datang dari China. Sebuah perusahaan asal China memperkenalkan baterai nuklir mini bernama Betavolt BV100 pada tahun 2024. Perangkat ini diklaim mampu beroperasi hingga 50 tahun penuh tanpa pengisian ulang. Meskipun bertenaga nuklir, dimensinya sangat kecil, hanya sekitar 15 x 15 x 5 mm — bahkan lebih kecil dari sekeping uang logam.

Spesifikasi Teknis: Kepadatan Energi Tinggi dengan Semikonduktor Berlian

Meski berukuran mini, Betavolt BV100 dirancang untuk menghasilkan aliran listrik secara konsisten puluhan tahun. Daya yang dihasilkan sekitar 100 mikrowatt pada tegangan 3 volt, dengan kepadatan energi hingga 10 kali lebih tinggi dibandingkan baterai lithium-ion.

Rahasia utamanya adalah penggunaan isotop radioaktif nickel-63 sebagai sumber energi. Selama peluruhan alami, isotop ini melepaskan elektron yang kemudian ditangkap oleh lapisan semikonduktor berlian buatan yang sangat tipis, mengubah elektron menjadi aliran listrik stabil. Karena proses peluruhan berlangsung terus-menerus, masa pakai baterai ini sangat panjang.

Baca Juga:  AS Diam-Diam Manfaatkan Model AI Open-Source Buatan China, Ini Alasannya

Ketahanan Ekstrem dan Ramah Lingkungan

Baterai BV100 dirancang mampu beroperasi di rentang suhu ekstrem, dari -60°C hingga 120°C, tanpa risiko terbakar atau meledak, seperti kelemahan baterai kimia konvensional.

Selain itu, BetaVolt menyatakan bahwa produk ini relatif ramah lingkungan. Saat masa pakai habis, isotop nickel-63 akan sepenuhnya meluruh menjadi tembaga stabil, sehingga limbahnya lebih mudah didaur ulang dibandingkan baterai kimia biasa.

Batasan Kapasitas untuk Perangkat Harian

Meski menjanjikan, daya keluaran BV100 yang hanya 100 mikrowatt belum cukup untuk telepon pintar modern yang bisa membutuhkan 40.000 milowatt saat penggunaan berat seperti panggilan video.

Menurut Juan Claudio Nino, ilmuwan material dari University of Florida, teknologi ini lebih realistis untuk perangkat berdaya rendah, seperti sensor nirkabel atau alat medis kecil, termasuk pacemaker, yang membutuhkan masa pakai lama tanpa penggantian rutin.

Baca Juga:  China Resmi Buka Wisata Luar Angkasa, Tiket Dibanderol Rp7,3 Miliar per Orang

Sejarah penggunaan energi peluruhan radioaktif sebenarnya sudah ada sejak 1950-an, terutama untuk wahana antariksa, satelit komersial, hingga stasiun penelitian di lokasi terpencil.

Target Masa Depan dan Tantangan Radiasi

BetaVolt menargetkan generasi berikutnya dari baterai nuklir dengan daya lebih tinggi, sekitar 1 watt, yang dapat membuka peluang perangkat elektronik bebas pengisian selama puluhan tahun.

Namun, komersialisasi untuk pasar konsumen masih menghadapi tantangan teknis dan regulasi, terutama standar keamanan radiasi dan lapisan pelindung khusus untuk mencegah kebocoran radiasi yang berbahaya bagi manusia.

Baterai Betavolt BV100 menunjukkan potensi luar biasa dalam menghadirkan sumber energi mini, tahan lama, dan aman untuk aplikasi tertentu, meski masih ada batasan teknis sebelum bisa digunakan secara luas di perangkat sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *