INTERNASIONAL

Terobosan Onkologi: Ilmuwan Kanada Rekayasa Bakteri Tanah untuk “Memakan” Sel Kanker

71
×

Terobosan Onkologi: Ilmuwan Kanada Rekayasa Bakteri Tanah untuk “Memakan” Sel Kanker

Sebarkan artikel ini
Ilmuwan Kanada Kembangkan Bakteri Tanah yang Bisa Serang Sel Kanker dari Dalam
Ilmuwan Kanada Kembangkan Bakteri Tanah yang Bisa Serang Sel Kanker dari Dalam

Media90 – Dalam sebuah pencapaian yang menjanjikan harapan baru bagi dunia onkologi, tim ilmuwan University of Waterloo, Kanada, berhasil merekayasa genetika bakteri tanah untuk menyerang kanker. Alih-alih menggunakan metode konvensional seperti kemoterapi atau radiasi yang kerap merusak sel sehat, para peneliti memodifikasi mikroba agar mampu menyusup ke dalam tumor padat dan “memakan” sel kanker dari dalam.

Penelitian ini dipublikasikan di jurnal ACS Synthetic Biology dan memanfaatkan bakteri Clostridium sporogenes, organisme anaerob obligat yang hanya berkembang di lingkungan bebas oksigen. Sifat alami ini menjadikannya kandidat ideal untuk menyerang inti tumor yang kekurangan oksigen.

Ads
close ads

Pasukan Mikroba di Jantung Tumor

Tumor padat sering tumbuh terlalu cepat hingga pusatnya kekurangan pasokan darah, membentuk zona nekrotik dan hypoxic. Area ini berbahaya bagi sel manusia maupun sel kekebalan, namun justru menjadi “surga” bagi C. sporogenes.

“Spora bakteri memasuki tumor, menemukan lingkungan kaya nutrisi tanpa oksigen, lalu mulai memakan nutrisi tersebut dan berkembang biak. Kami pada dasarnya mengkolonisasi inti tumor, dan bakteri ini membersihkan tubuh dari tumor,”
ujar Dr. Marc Aucoin, Profesor Teknik Kimia di University of Waterloo.

Kendala utama: ketika bakteri bergerak ke tepi tumor yang kaya oksigen, mereka mati sebelum bisa menghancurkan seluruh tumor.

Modifikasi Genetik untuk Tembus Lapisan Oksigen

Tim peneliti menyisipkan gen noxA dari Clostridium aminovalericum ke dalam DNA C. sporogenes. Gen ini menghasilkan enzim yang meningkatkan toleransi terhadap oksigen, memungkinkan bakteri bertahan lebih lama saat menembus lapisan luar tumor.

Quorum Sensing: Sakelar Keamanan Biologis

Untuk mencegah bakteri kebal oksigen menyerang jaringan sehat, para ilmuwan menanamkan mekanisme quorum sensing. Sistem ini bekerja sebagai saklar:

  • Hanya aktif di koloni padat di inti tumor
  • Setelah tumor hancur, kepadatan bakteri menurun drastis
  • Saklar dimatikan, bakteri kehilangan perlindungan oksigen, dan mati saat terkena darah normal

Mekanisme ini menjamin keselamatan organ sehat sekaligus menjaga efektivitas terapi.

Menuju Uji Klinis

Bakteri yang dimodifikasi ini berpotensi menjadi terapi revolusioner di samping imunoterapi dan terapi terarah (targeted therapy). Saat ini, tim tengah menguji kombinasi sirkuit genetik (toleransi oksigen dan quorum sensing) secara komprehensif.

Meskipun uji klinis pada manusia diperkirakan masih 3–5 tahun lagi, fase praklinis pada hewan akan dimulai segera. Jika berhasil, terapi menggunakan bakteri “pemakan kanker” ini bisa mengubah standar pengobatan onkologi global.

Heboh Hacker Kembar Diduga Hapus 96 Database Pemerintah AS Usai Dipecat dari Opexus
INTERNASIONAL

Media90 – Kasus pemecatan karyawan yang berujung pada sabotase siber berskala besar mengguncang industri teknologi dan keamanan federal Amerika Serikat. Dua saudara kembar, Muneeb Akhter dan Sohaib Akhter yang berusia 34 tahun didakwa setelah nekat menghapus sekitar 96 database berisi informasi sensitif milik pemerintah federal AS. Ads close ads Aksi destruktif tersebut dilakukan hanya beberapa menit setelah keduanya diberhentikan dari perusahaan tempat mereka bekerja. Kasus ini langsung menyita perhatian publik karena kedua pelaku bekerja di Opexus, perusahaan kontraktor teknologi yang melayani lebih dari 45 lembaga pemerintah AS. Ironisnya, keduanya berhasil lolos proses rekrutmen dan dipercaya menangani data penting negara meskipun…

Heboh di India Kematian Twisha Sharma Picu Dugaan Mahar dan KDRT
INTERNASIONAL

Media90 – Nama Twisha Sharma mendadak menjadi perbincangan luas di India setelah kematiannya pada 12 Mei lalu. Perempuan berusia 33 tahun tersebut ditemukan tidak bernyawa di rumah keluarga suaminya di Bhopal. Ads close ads Kasus ini dengan cepat menyita perhatian media nasional karena muncul dugaan keterlibatan konflik mahar dan kekerasan rumah tangga. Polisi kini masih mendalami penyebab pasti kematian Twisha, termasuk kemungkinan pembunuhan maupun bunuh diri. Twisha diketahui menikah dengan Samarth Singh pada Desember 2025 setelah keduanya berkenalan melalui aplikasi kencan setahun sebelumnya. Awalnya, kehidupan rumah tangga pasangan tersebut tampak harmonis. Namun menurut keluarga korban, masalah mulai muncul tidak lama…

Israel Tuai Sorotan Internasional Usai Hentikan Kapal Bantuan untuk Gaza
INTERNASIONAL

Media90 – Ketegangan terkait konflik Gaza kembali memanas setelah militer Israel mencegat armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla di kawasan Laut Mediterania. Insiden tersebut terjadi saat kapal bantuan berada di perairan internasional sekitar 460 kilometer di barat Siprus. Ads close ads Aksi pencegatan itu langsung menjadi perhatian dunia internasional setelah rekaman siaran langsung tersebar luas di media sosial. Dalam video yang beredar, sejumlah relawan dan penumpang sipil tampak mengangkat tangan ketika pasukan komando Israel memasuki kapal bantuan tersebut. Langkah militer Israel menuai kecaman dari berbagai pihak karena operasi dilakukan di luar wilayah perairan negaranya. Sejumlah pihak menilai tindakan tersebut berpotensi melanggar…

Darah Buatan Super Clot Diklaim Mampu Menghentikan Pendarahan dalam Hitungan Detik
INTERNASIONAL

Media90 – Dunia medis kembali mencatat kemajuan besar dengan hadirnya teknologi Engineered Blood Clots (EBCs), sebuah inovasi pembekuan darah buatan yang mampu menghentikan perdarahan hebat hanya dalam hitungan detik. Teknologi ini dikembangkan oleh tim peneliti lintas institusi dari Kanada dan Amerika Serikat melalui pendekatan revolusioner yang dikenal sebagai click clotting. Inovasi ini digadang-gadang menjadi solusi masa depan dalam penanganan darurat, terutama pada kasus kecelakaan, operasi besar, hingga pasien dengan gangguan pembekuan darah. Ads close ads Click Clotting: Cara Baru Membekukan Darah Berbeda dengan proses alami tubuh yang mengandalkan serat fibrin, teknologi EBCs justru memaksimalkan peran sel darah merah sebagai struktur…

Kabel Internet Global di Selat Hormuz Jadi Target, Iran Wacanakan ‘Toll Digital’ untuk Big Tech
INTERNASIONAL

Media90 – Selat Hormuz yang selama ini dikenal sebagai jalur vital energi dunia kini mulai dipandang dari perspektif baru oleh Iran: sebagai pusat infrastruktur digital global yang strategis. Media yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Tasnim News Agency, mendorong pemerintah untuk mulai memonetisasi kabel serat optik bawah laut yang melintasi kawasan tersebut. Dalam laporan berjudul “Three practical steps for generating revenue from Strait of Hormuz internet cables”, Tasnim menyoroti bahwa Selat Hormuz tidak hanya menjadi jalur kapal tanker minyak, tetapi juga koridor penting bagi arus data global yang menghubungkan Asia, Timur Tengah, dan Eropa. Ads close ads…

Ilmuwan China Ciptakan Sel Bahan Bakar Batu Bara dengan Potensi Nol Emisi
INTERNASIONAL

Media90 – Tim ilmuwan dari Universitas Shenzhen, China, mengklaim telah berhasil mengembangkan teknologi sel bahan bakar batu bara yang berpotensi memangkas emisi karbon dioksida (CO2) hingga mendekati nol. Inovasi yang diberi nama zero-carbon-emission direct coal fuel cell (ZC-DCFC) ini dinilai mampu mengubah cara kerja pembangkit listrik berbasis batu bara secara fundamental. Berdasarkan laporan The Independent pada akhir April 2026, teknologi ini menawarkan pendekatan baru dalam menghasilkan energi dari bahan bakar fosil dengan dampak polusi yang jauh lebih rendah dibanding metode konvensional. Ads close ads Mekanisme Kerja Tanpa Pembakaran Berbeda dengan pembangkit listrik tenaga uap yang mengandalkan pembakaran batu bara, sistem…

Kanker Usus pada Usia Muda Meningkat, Peneliti Temukan Jejak Herbisida di DNA
INTERNASIONAL

Media90 – Tren peningkatan kasus Kanker Kolorektal pada kelompok usia di bawah 50 tahun kini menjadi perhatian serius dunia kesehatan. Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine mengungkap temuan mengejutkan, yakni adanya dugaan keterkaitan antara paparan herbisida bernama Picloram dengan meningkatnya kasus kanker ini pada pasien usia muda. Temuan tersebut membuka perspektif baru dalam dunia Onkologi, yang selama ini lebih banyak mengaitkan kanker usus dengan faktor gaya hidup dan pola makan. Meski masih bersifat awal, peneliti menemukan “sidik jari” DNA pada tumor pasien yang mengindikasikan adanya pengaruh paparan lingkungan terhadap mutasi genetik. Ads close ads Jejak DNA Ungkap Paparan…