Media90 – Menjelang keberangkatan jemaah haji maupun umrah ke Tanah Suci, umat Islam tidak hanya dianjurkan memanjatkan doa keselamatan bagi mereka yang akan menunaikan ibadah. Lebih dari itu, mendoakan keluarga yang ditinggalkan di rumah juga termasuk amalan yang disunnahkan, sebagai bentuk tawakal dan permohonan perlindungan kepada Allah SWT.
Dalam ajaran Islam, keselamatan dan penjagaan Allah menjadi hal utama, baik bagi jemaah yang bepergian maupun keluarga yang menunggu kepulangan. Oleh karena itu, tradisi saling mendoakan antara calon jemaah haji atau umrah dan keluarga yang ditinggalkan telah lama dianjurkan oleh para ulama.
Doa untuk Keluarga yang Ditinggal Pergi Haji atau Umrah
Salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca oleh jemaah yang akan berangkat adalah sebagai berikut:
أَسْتَوْدِعُكُمُ اللهَ الَّذِيْ لاَ تَضِيْعُ وَدَائِعُهُ
Latin:
Astaudi’ukumullaha alladzi la tadhi’u wadai’ahu
Artinya:
“Aku titipkan kamu sekalian kepada Allah yang tidak akan menyia-nyiakan titipan-Nya.”
(HR. Ahmad)
Doa ini mengandung makna penyerahan sepenuhnya kepada Allah SWT, dengan keyakinan bahwa setiap titipan kepada-Nya akan dijaga dengan sebaik-baiknya.
Doa Balasan dari Keluarga yang Ditinggal
Sementara itu, keluarga yang ditinggalkan dianjurkan membalas doa tersebut dengan mendoakan keselamatan dan kebaikan bagi jemaah yang berangkat. Doa yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad berikut ini dapat dibaca:
أَسْتَوْدِعُ اللهَ دِيْنَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيْمَ عَمَلِكَ
Latin:
Astaudi’ullaha dinaka wa amanataka wa khawatima ‘amalika
Artinya:
“Aku menitipkan kepada Allah agamamu, amanahmu, dan akhir dari amal perbuatanmu.”
(HR. Ahmad)
Doa ini mencerminkan harapan agar jemaah senantiasa dijaga keimanannya, aman dalam perjalanan, serta memperoleh akhir amal yang baik.
Keutamaan Saling Mendoakan
Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa saling mendoakan antara orang yang hendak berangkat haji dan keluarga yang ditinggalkan merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Menurut beliau, Allah SWT akan menjadikan doa-doa tersebut sebagai sebab datangnya kebaikan dan keberkahan bagi kedua belah pihak.
Dengan saling mendoakan, hubungan batin antara jemaah dan keluarga tetap terjaga, sekaligus menjadi wujud kepasrahan dan keimanan kepada Allah SWT dalam setiap langkah perjalanan ibadah.














