Media90 – Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM), terutama di tengah situasi global yang belum stabil. Imbauan ini disampaikan usai peninjauan langsung ke salah satu SPBU di Karanganyar pada Kamis, 26 Maret 2026.
Dalam keterangannya, Bahlil menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu melakukan panic buying atau membeli BBM secara berlebihan. Ia menekankan, konsumsi harian seharusnya disesuaikan dengan kebutuhan, tanpa menimbun bahan bakar. Menurutnya, kebiasaan membeli secara berlebihan justru dapat memicu antrean panjang dan mengganggu distribusi BBM di lapangan.
Bahlil juga menyoroti adanya praktik antrean kendaraan, termasuk truk, yang diduga membeli BBM bukan untuk kebutuhan operasional, melainkan untuk dijual kembali. Ia menegaskan bahwa SPBU tidak diperuntukkan bagi aktivitas seperti itu, dan pemerintah akan terus melakukan pengawasan agar distribusi BBM berjalan sesuai aturan.
Lebih lanjut, Bahlil mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menghadapi tantangan global, khususnya terkait energi. Ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif agar penggunaan BBM tetap efisien dan tidak menimbulkan masalah baru.
Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan masyarakat antara lain:
- Menggunakan BBM sesuai kebutuhan
- Menghindari penimbunan
- Mengurangi penggunaan kendaraan jika tidak perlu
- Beralih ke alternatif transportasi
Imbauan ini menjadi pengingat penting bahwa penggunaan BBM yang bijak bukan hanya membantu ketersediaan energi, tetapi juga menjaga kelancaran distribusi bagi seluruh masyarakat.
Demikian informasi mengenai Bahlil Lahadalia minta masyarakat hemat BBM dan hindari panic buying. Pemerintah juga menyoroti antrean SPBU dan praktik penimbunan agar distribusi BBM tetap lancar.














