Media90 – Sebuah dugaan kelalaian medis di RSIA Abby menjadi perbincangan luas di media sosial setelah seorang ibu hamil dilaporkan meninggal dunia bersama bayi yang dikandungnya. Kasus ini mencuat setelah keluarga korban membagikan kronologi kejadian, berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait.
Awal Mula: Keluhan Kontraksi Diduga Salah Diagnosis
Peristiwa ini bermula pada Senin, 16 Maret 2026. Pasien yang diperkirakan melahirkan pada awal April mulai merasakan kontraksi disertai nyeri.
Menurut keterangan keluarga, pihak rumah sakit justru menduga keluhan tersebut sebagai gangguan asam lambung, bukan tanda persalinan dini atau kondisi darurat kehamilan.
Keluarga juga menyebut dokter kandungan yang menangani pasien sedang cuti dan tidak segera digantikan oleh dokter spesialis lain, padahal kondisi pasien terus memburuk.
Meski sempat dilakukan pemeriksaan USG yang menunjukkan air ketuban mulai berkurang dan adanya kontraksi, pasien hanya dianjurkan banyak minum dan direncanakan rawat inap tanpa tindakan lanjutan yang signifikan.
Kondisi Memburuk, Penanganan Dipertanyakan
Seiring waktu, kondisi pasien semakin menurun: ia mengalami sesak napas, nyeri di beberapa bagian tubuh, bahkan tekanan darah menurun.
Keluarga menyebut konsultasi dengan dokter penyakit dalam hanya dilakukan melalui telepon, tanpa pemeriksaan langsung. Obat lambung sempat diberikan, namun kontraksi pasien justru semakin intens.
Dipindahkan ke RS Lain, Namun Terlambat
Keesokan harinya, kondisi pasien semakin kritis. Keluarga yang berharap tindakan medis segera dilakukan justru mendapati proses penanganan tidak jelas dan harus menunggu cukup lama.
Akhirnya, pasien dipindahkan ke rumah sakit lain. Setibanya di sana, pasien langsung menjalani operasi. Namun, bayi dalam kandungan dilaporkan telah meninggal, dan beberapa jam kemudian sang ibu juga dinyatakan meninggal.
Keluarga Soroti Dugaan Ketidakprofesionalan
Meski keluarga mengaku ikhlas, mereka menyoroti dugaan ketidakprofesionalan dan lambannya penanganan yang dinilai berkontribusi terhadap kondisi pasien. Kasus ini memicu reaksi publik, terutama terkait kualitas pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien.
Belum Ada Klarifikasi Resmi
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak RSIA Abby terkait kejadian ini. Informasi yang beredar masih berdasarkan narasi keluarga melalui media sosial.
Publik kini menunggu klarifikasi resmi serta langkah lanjutan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.














