NASIONAL

Gempa Bengkulu M4,8 Guncang Pantai Barat Sumatera Dini Hari, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

14
×

Gempa Bengkulu M4,8 Guncang Pantai Barat Sumatera Dini Hari, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Sebarkan artikel ini
Gempa M4,8 Terjadi di Pantai Barat Sumatera, BMKG Nyatakan Tak Berpotensi Tsunami
Gempa M4,8 Terjadi di Pantai Barat Sumatera, BMKG Nyatakan Tak Berpotensi Tsunami

Media90.id – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,8 mengguncang wilayah Pantai Barat Sumatera, Bengkulu Utara, Bengkulu, pada Selasa (11/8/2026) dini hari.

Berdasarkan hasil analisis pemutakhiran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut terjadi pada pukul 00.08.08 WIB.

Ads
close ads

Episenter gempa berada di laut pada koordinat 5,92 derajat Lintang Selatan dan 102,36 derajat Bujur Timur. Lokasi tersebut berada sekitar 64 kilometer tenggara Enggano, Bengkulu, dengan kedalaman 31 kilometer.

BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Kepastian itu berdasarkan hasil pemodelan yang dilakukan terhadap parameter gempa dan kondisi sumbernya.

Gempa Terasa di Sejumlah Wilayah

Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan atau shakemap BMKG.

Di Enggano, gempa dirasakan dengan intensitas III MMI. Pada tingkat tersebut, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk yang sedang berlalu.

Sementara di Kaur Selatan, guncangan berada pada skala II-III MMI. Getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti adanya truk yang melintas.

Adapun di wilayah Maje, guncangan tercatat pada skala II MMI. Getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung terlihat bergoyang.

Meski guncangan dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah, BMKG memastikan gempa tersebut tidak memicu potensi tsunami berdasarkan hasil pemodelan.

Gempa Dangkal akibat Aktivitas Subduksi

BMKG menjelaskan, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut termasuk kategori gempa bumi dangkal yang dipengaruhi aktivitas subduksi.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan geser naik atau oblique thrust. Kondisi tersebut berkaitan dengan aktivitas tektonik di wilayah sekitar Pantai Barat Sumatera.

Hingga pukul 00.25 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock.

Meski demikian, BMKG terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas kegempaan dan akan menyampaikan informasi terbaru kepada pemangku kepentingan maupun masyarakat apabila terdapat perkembangan.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa. Informasi mengenai perkembangan gempa dan kemungkinan aktivitas susulan sebaiknya diperoleh melalui kanal komunikasi resmi BMKG yang telah terverifikasi.

Parameter Gempa Mengalami Pemutakhiran

Artikel ini menggunakan parameter hasil pemutakhiran BMKG, yakni magnitudo 4,8 dengan kedalaman 31 kilometer.

Pada informasi awal, gempa tersebut sempat tercatat dengan magnitudo 5,1. Namun, parameter tersebut kemudian diperbarui berdasarkan hasil analisis BMKG.

Hingga pukul 00.25 WIB, BMKG menyatakan belum terdapat aktivitas gempa susulan. Hasil pemodelan juga menunjukkan gempa tidak berpotensi tsunami.

Informasi mengenai gempa bumi dapat berubah mengikuti hasil pemantauan dan pemutakhiran parameter yang dilakukan BMKG.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *