NASIONAL

Gempa Magnitudo 3,5 Guncang NTB, Terasa di Lombok Timur

14
×

Gempa Magnitudo 3,5 Guncang NTB, Terasa di Lombok Timur

Sebarkan artikel ini
BMKG Laporkan Gempa M3,5 di Lombok Utara, Warga Lombok Timur Ikut Rasakan Guncangan
BMKG Laporkan Gempa M3,5 di Lombok Utara, Warga Lombok Timur Ikut Rasakan Guncangan

Media90 – Gempa bumi kembali mengguncang wilayah Nusa Tenggara Barat pada Rabu dini hari, 18 Februari 2026. Berdasarkan data resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pukul 02.23.11 WIB dengan magnitudo 3,5.

Meski tergolong gempa kecil, getarannya dilaporkan terasa di sejumlah wilayah, khususnya di Lombok Timur.

Berdasarkan laporan BMKG, pusat gempa berada di darat, sekitar 29 kilometer timur laut Lombok Utara.

Detail Parameter Gempa

Berikut rincian parameter gempa berdasarkan BMKG:

  • Magnitudo: 3,5
  • Kedalaman: 10 kilometer
  • Koordinat: 8,22 LS – 116,39 BT
  • Waktu kejadian: 18 Februari 2026, pukul 02.23.11 WIB

Dengan kedalaman 10 km, gempa ini tergolong dangkal sehingga getarannya cukup terasa di sekitar pusat gempa.

Baca Juga:  Bupati Lampung Tengah Berperan Aktif dalam Rakorwil Apkasi 2023, Menggalang Pemikiran Strategis untuk Membangun Jembatan Antar Daerah

BMKG melaporkan bahwa gempa dirasakan di wilayah Lombok Timur dengan skala II–III MMI (Modified Mercalli Intensity). Pada skala tersebut, getaran biasanya dirasakan oleh beberapa orang di dalam rumah, menyerupai getaran saat truk melintas. Selain itu, benda ringan yang digantung dapat bergoyang, namun tidak menimbulkan kerusakan berarti.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan maupun korban akibat gempa tersebut.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Informasi resmi diharapkan hanya bersumber dari kanal resmi BMKG, baik melalui website, media sosial, maupun aplikasi Info BMKG.

Masyarakat juga diingatkan untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, meskipun gempa dengan magnitudo kecil umumnya tidak berpotensi menimbulkan dampak signifikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *