NASIONAL

Gunung Merapi Terpantau 13 Kali Guguran Lava, Luncur hingga 2 Km ke Kali Sat/Putih

5
×

Gunung Merapi Terpantau 13 Kali Guguran Lava, Luncur hingga 2 Km ke Kali Sat/Putih

Sebarkan artikel ini
13 Guguran Lava Gunung Merapi Tercatat, Mengarah ke Kali Sat/Putih Hingga 2 Km
13 Guguran Lava Gunung Merapi Tercatat, Mengarah ke Kali Sat/Putih Hingga 2 Km

Media90 – Aktivitas Gunung Merapi di Jawa Tengah masih menunjukkan dinamika tinggi. Berdasarkan laporan pemantauan terbaru, tercatat 13 kali guguran lava yang meluncur ke arah Kali Sat atau Kali Putih dengan jarak maksimum mencapai 2.000 meter. Fenomena ini menjadi indikator bahwa suplai magma di dalam tubuh gunung masih berlangsung.

Kondisi Visual dan Cuaca Sekitar Gunung

Secara visual, puncak Gunung Merapi sempat terlihat jelas sebelum tertutup kabut dengan tingkat visibilitas 0–III. Saat pengamatan, tidak terdeteksi adanya asap yang keluar dari kawah.

Cuaca di sekitar gunung terpantau mendung dengan angin lemah menuju arah barat. Data klimatologi mencatat:

Baca Juga:  Warga Cigobang Geruduk Bukit Sawit, Tuding Perusahaan Ingkar Janji
  • Suhu udara: 17,2–20,5°C
  • Kelembaban: 86–99,5%
  • Tekanan udara: 873,7–916,8 mmHg

Kondisi mendung ini dapat memengaruhi jarak pandang terhadap puncak gunung.

Aktivitas Kegempaan

Selain guguran lava, kegempaan Gunung Merapi juga masih aktif. Jenis gempa yang tercatat antara lain:

Gempa Guguran

  • Jumlah: 42 kali
  • Amplitudo: 2–30 mm
  • Durasi: 71,75–217,99 detik

Gempa jenis ini umumnya terkait dengan jatuhan material lava dari kubah gunung.

Gempa Hybrid (Fase Banyak)

  • Jumlah: 17 kali
  • Amplitudo: 2–34 mm
  • Durasi: 15,24–57,93 detik

Gempa hybrid menandakan pergerakan fluida magma dan gas di dalam tubuh gunung.

Zona Bahaya yang Harus Dihindari

Pusat pemantauan mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di kawasan rawan bencana. Beberapa wilayah dengan potensi bahaya antara lain:

Baca Juga:  Kenaikan Pajak Kendaraan Jawa Tengah 2026 Picu Gelombang Protes, Netizen Serukan “Stop Bayar Pajak”

Sektor Selatan hingga Barat Daya

  • Sungai Boyong (radius 5 km)
  • Sungai Bedog
  • Sungai Krasak
  • Sungai Bebeng (radius 7 km)

Sektor Tenggara

  • Sungai Woro (radius 3 km)
  • Sungai Gendol (radius 5 km)

Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik diperkirakan dapat mencapai radius 3 km dari puncak.

Peringatan Bagi Masyarakat

Petugas pemantauan menekankan kewaspadaan, terutama saat hujan di sekitar gunung, karena dapat memicu lahan dan aliran material ke sungai-sungai berhulu di Merapi. Selain itu, masyarakat diminta mengantisipasi kemungkinan gangguan akibat abu vulkanik.

Data menunjukkan suplai magma masih berlangsung, sehingga potensi awan panas guguran masih ada di area yang termasuk zona bahaya. Jika terjadi perubahan signifikan, status aktivitas Gunung Merapi akan segera dievaluasi kembali oleh otoritas terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *