NASIONAL

Harga Plastik Melonjak, Mendag Budi Santoso Ungkap Dampak Konflik Timur Tengah

Avatar
35
×

Harga Plastik Melonjak, Mendag Budi Santoso Ungkap Dampak Konflik Timur Tengah

Sebarkan artikel ini
Budi Santoso Ungkap Penyebab Harga Plastik Meroket, Konflik Timur Tengah Jadi Faktor
Budi Santoso Ungkap Penyebab Harga Plastik Meroket, Konflik Timur Tengah Jadi Faktor

Media90 – Kenaikan harga plastik yang belakangan dikeluhkan pelaku usaha ternyata dipengaruhi oleh faktor global. Budi Santoso mengungkapkan bahwa gangguan pasokan bahan baku menjadi pemicu utama lonjakan harga tersebut.

Menurutnya, konflik di kawasan Timur Tengah berdampak langsung pada ketersediaan nafta, salah satu bahan penting dalam produksi plastik.

Ads
close ads

Ketergantungan Impor Jadi Sorotan

Indonesia diketahui masih bergantung pada impor bahan baku plastik, khususnya nafta. Bahkan, sekitar 60 persen pasokan berasal dari kawasan Timur Tengah. Ketika distribusi terganggu akibat konflik, dampaknya langsung terasa pada harga di dalam negeri.

Baca Juga:  KAI Buka Pemesanan Tiket Kereta Mudik Lebaran 2026 Mulai Hari Ini

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah mulai mencari sumber pasokan baru dari berbagai negara, seperti di Afrika, India, hingga Amerika Serikat.

Namun, proses peralihan pemasok ini tidak bisa dilakukan secara instan dan membutuhkan waktu penyesuaian.

Upaya Pemerintah Menjaga Stabilitas

Selain mencari alternatif pasokan, pemerintah juga menggandeng perwakilan Indonesia di berbagai negara untuk membuka akses ke supplier baru. Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan sekaligus menekan lonjakan harga dalam jangka panjang.

Dampak Sudah Terasa di Lapangan

Kenaikan harga plastik kini mulai dirasakan langsung oleh pelaku usaha, mulai dari skala kecil hingga retail. Sejumlah toko bahkan telah memasang pengumuman kepada pelanggan terkait kenaikan harga.

Baca Juga:  Ini Alasan Wagub Lampung Bangga Lepas Kontingen Pramuka di Lomba Nasional 2023 Cibubur!

“Mohon maaf, harga plastik semua naik. Harga tidak mengikat, sewaktu-waktu dapat berubah,” tulis salah satu pengumuman di toko.

Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak krisis pasokan bahan baku tidak hanya dirasakan di tingkat industri, tetapi juga telah merembet hingga ke konsumen akhir.

Tinggalkan Balasan