Media90 – Jakarta menempati posisi kedua sebagai kota teraman di kawasan ASEAN menurut survei Safety Index oleh Global Residence Index 2026. Laporan ini dirilis pada 16 Januari 2026 oleh Global Residence Index, penyedia layanan golden visa di Eropa serta program kewarganegaraan melalui investasi global.
Survei ini menggunakan data tingkat negara, yang mencakup kasus pembunuhan, penculikan, hingga risiko ketidakstabilan politik. Data dikumpulkan dari lembaga kredibel seperti PBB untuk memberikan gambaran keamanan yang lebih akurat.
Hasil survei menunjukkan bahwa kota-kota Eropa mendominasi daftar kota teraman, sementara beberapa kota Asia juga menempati posisi kuat. Di kawasan ASEAN, Jakarta menempati peringkat kedua setelah Singapura:
- Singapura – Skor 0,90
- Jakarta – Skor 0,72
- Bangkok – Skor 0,65
- Vientiane – Skor 0,61
- Hanoi – Skor 0,60
- Kuala Lumpur – Skor 0,57
- Phuket – Skor 0,57
- Ho Chi Minh City – Skor 0,56
- Phnom Penh – Skor 0,55
- Manila – Skor 0,41
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengaku terkejut dengan posisi Jakarta tersebut. Menurutnya, persepsi keamanan yang meningkat tak lepas dari berbagai kegiatan kolaboratif Pemprov DKI bersama masyarakat sepanjang tahun, termasuk perayaan Christmas Carol, Imlek, Nyepi, hingga Ramadan dan Idulfitri, yang semuanya berlangsung kondusif.
“Berbagai kegiatan keberagaman di ruang publik menunjukkan kuatnya kebersamaan Jakarta. Ini menurut saya jadi simbol atau etalase Jakarta sendiri,” ujar Pramono di Balai Kota, Selasa (7/4).
Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri, menekankan pentingnya memperkuat program unggulan ‘Jaga Jakarta untuk Indonesia’ agar stabilitas keamanan tetap terjaga.
“Prestasi ini merupakan hasil nyata dari komitmen kolektif kita semua. Namun predikat ini tidak boleh membuat kita lengah. Justru, ini menjadi motivasi untuk semakin memperkuat program ‘Jaga Jakarta’,” ujar Irjen Asep.
Ia menambahkan instruksi kepada seluruh jajaran Polres hingga Polsek untuk menjaga pengamanan secara dinamis melalui kolaborasi lintas sektoral dengan Pemprov DKI, TNI, seluruh stakeholder, dan masyarakat.
“Jangan cepat berpuas diri. Keamanan yang kita capai hari ini harus dijaga melalui sinergi yang lebih erat, terukur, dan terkoordinasi di lapangan,” tegas Irjen Asep.














