Media90 – Kabar duka datang dari Kabupaten Sidoarjo. Kepala Desa Buncitan, Mujiono, ditemukan meninggal dunia di ruang kerjanya pada Minggu (3/5) sore. Peristiwa ini sontak mengejutkan warga sekitar dan langsung mendapat penanganan dari pihak kepolisian.
Pihak kepolisian dari Polresta Sidoarjo segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta mengumpulkan berbagai informasi terkait peristiwa tersebut.
Diduga Terkait Tekanan dan Beban Finansial
Kasat Reskrim AKP Siko Sesaria Putra Suma menyampaikan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban diduga tengah menghadapi tekanan berat, terutama yang berkaitan dengan kondisi keuangan.
Korban diketahui memiliki sejumlah kewajiban finansial yang harus diselesaikan dalam waktu dekat. Salah satunya berasal dari usaha jual beli tanah kavling yang dijalankan sejak 2023, dengan kewajiban pembayaran kepada pemilik lahan sebesar Rp270 juta yang jatuh tempo pada akhir Mei 2026.
Selain itu, korban juga memiliki utang lain sebesar Rp100 juta kepada seorang ketua RW di wilayah desanya. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya pinjaman lain yang melibatkan beberapa pihak, termasuk rekan sesama kepala desa di wilayah Sedati.
Hasil Pemeriksaan Awal
Berdasarkan hasil olah TKP, pemeriksaan saksi, dan autopsi, pihak kepolisian menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dengan temuan tersebut, penyidik masih mendalami keseluruhan rangkaian peristiwa untuk memastikan penyebab pasti kejadian.
Dalam proses penyelidikan, petugas juga menemukan riwayat pencarian di perangkat ponsel korban yang berkaitan dengan isu kesehatan mental. Temuan ini menjadi salah satu bagian dari bahan pendalaman oleh pihak berwenang.
Pengingat Soal Kesehatan Mental
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tekanan hidup, termasuk masalah finansial, dapat memberikan dampak serius terhadap kondisi psikologis seseorang.
Dukungan dari lingkungan keluarga, masyarakat, serta akses terhadap bantuan profesional sangat penting untuk membantu individu yang sedang mengalami tekanan agar tidak merasa sendiri dalam menghadapi masalah.














