Media90 – Dampak gempa kuat magnitudo 7,6 yang mengguncang Laut Maluku mulai terlihat. Sistem pemantauan muka air laut mencatat adanya kenaikan permukaan laut di sejumlah wilayah, menandakan bahwa tsunami telah terjadi meski dengan ketinggian bervariasi.
Sejumlah daerah di Maluku Utara dan Sulawesi Utara masih berada dalam kondisi siaga, menunggu perkembangan gelombang susulan.
Sebaran Gelombang Tsunami
Hasil pemantauan terbaru menunjukkan ketinggian gelombang di beberapa lokasi sebagai berikut:
- Halmahera Barat: 0,30 meter (06:08 WIB)
- Gita: 0,24 meter (06:12 WIB)
- Bitung: 0,20 meter (06:15 WIB)
- Kedi: 0,15 meter (06:15 WIB)
- Sitaro: 0,19 meter (06:15 WIB)
- Sidangoli: 0,35 meter (06:16 WIB)
- Minahasa Utara: 0,75 meter (06:18 WIB)
- Belang: 0,68 meter (06:36 WIB)
- Bumbulan: 0,13 meter (06:50 WIB)
Wilayah Minahasa Utara menjadi lokasi dengan gelombang tertinggi yang terpantau sejauh ini.
Parameter Gempa Terbaru
- Kekuatan: 7,6 SR
- Tanggal: 02-Apr-2026
- Waktu Gempa: 05:48:16 WIB
- Garis Lintang: 1,25 LU
- Garis Bujur: 126,27 BT
- Kedalaman: 33 km
- Lokasi: Northern Molucca Sea
Kedalaman gempa yang relatif dangkal meningkatkan potensi gangguan di permukaan laut.
Status Wilayah: Siaga dan Waspada
Sejumlah daerah masih berada dalam status siaga dan waspada karena potensi gelombang susulan:
Wilayah SIAGA:
- Kota Ternate
- Halmahera
- Kota Tidore
- Kota Bitung
- Minahasa Selatan
- Minahasa Selatan bagian selatan
- Minahasa Utara bagian selatan
Wilayah WASPADA:
- Kepulauan Sangihe
- Minahasa Utara bagian utara
- Bolaang Mongondow bagian selatan
“WAKTU TIBA GELOMBANG DAPAT BERBEDA. GELOMBANG YANG PERTAMA BISA SAJA BUKAN YANG TERBESAR.”
Imbauan Resmi untuk Masyarakat
- Pemerintah Propinsi/Kab/Kota yang berada pada status AWAS harus segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi menyeluruh.
- Pemerintah Propinsi/Kab/Kota yang berada pada status SIAGA diminta segera mengarahkan evakuasi.
- Pemerintah Propinsi/Kab/Kota yang berada pada status WASPADA diminta mengarahkan masyarakat menjauhi pantai dan tepian sungai.
Walaupun tinggi gelombang yang terdeteksi relatif kecil, kondisi laut masih bisa berubah. Gelombang berikutnya berpotensi lebih besar dan datang tanpa peringatan panjang.
Masyarakat diminta tidak kembali ke area pantai sebelum ada pengumuman resmi bahwa kondisi benar-benar aman.














