Media90 – Warga Jawa Tengah diimbau meningkatkan kewaspadaan pada Minggu pagi, 1 Februari 2026. Sejumlah wilayah diperkirakan akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi disertai kilat/petir serta angin kencang.
Kondisi cuaca ekstrem ini diprediksi mulai terjadi sekitar pukul 07.15 WIB dan berpotensi bertahan hingga pukul 10.00 WIB. Dampaknya diperkirakan cukup luas, mencakup wilayah pegunungan, pesisir, hingga kawasan perkotaan di Jawa Tengah.
Wilayah yang Berpotensi Terdampak Sejak Pagi Hari
Pada fase awal, hujan lebat diperkirakan muncul di sejumlah kecamatan yang berpotensi menjadi titik awal terbentuknya awan hujan aktif sejak pagi. Wilayah tersebut meliputi:
- Banjarnegara: Kalibening
- Kebumen: Ambal, Mirit
- Purworejo: Grabag, Pituruh, Kemiri, Gebang
- Wonosobo: Sapuran, Kalikajar
- Wonogiri: Bulukerto, Slogohimo, Jatipurno, Girimarto
- Pati: Cluwak, Dukuhseti
- Jepara: Mlonggo, Bangsri, Keling, Kembang, Donorojo
- Pekalongan: Paninggaran, Lebakbarang
Hujan Diperkirakan Meluas ke Hampir Seluruh Jawa Tengah
Seiring pergerakan sistem cuaca, hujan diprediksi meluas ke hampir seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain:
- Wonogiri (seluruh kecamatan termasuk kawasan Waduk Gajah Mungkur)
- Cilacap (wilayah pesisir hingga perkotaan)
- Banyumas, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo
- Wonosobo, Magelang, Boyolali, Klaten
- Sukoharjo, Karanganyar, Sragen
- Pati, Rembang, Kudus, Jepara
- Demak, Temanggung, Kendal
- Batang, Pekalongan, Pemalang
- Tegal dan Brebes
Tak hanya wilayah kabupaten, sejumlah kota besar juga berpotensi terdampak cuaca ekstrem, di antaranya Kota Magelang, Kota Surakarta (Solo), Kota Pekalongan, dan Kota Tegal.
Imbauan untuk Masyarakat
Dengan intensitas hujan yang cukup tinggi serta potensi angin kencang dan petir, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko, seperti:
- Jalan licin dan jarak pandang yang menurun
- Pohon tumbang dan baliho roboh
- Genangan air hingga banjir lokal
- Aktivitas petir, terutama di ruang terbuka
Pengguna jalan, nelayan, serta warga yang tinggal di daerah rawan longsor disarankan untuk mengurangi aktivitas luar ruang selama periode cuaca ekstrem berlangsung dan terus memantau informasi cuaca terkini.














