Media90 – Sebuah unggahan di media sosial Facebook yang menawarkan bantuan alat pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja tengah beredar luas. Dalam narasinya tertulis:
“Begini caranya Bantuan Pertanian Di Berikan Untuk Meningkatkan Produktivitas Dan Efisiensi Kerja Pertanian. Bantuan Ini Juga Dapat Membantu Mengatasi Kelangkaan Tenaga Kerja Di Sektor Pertanian daftar sekarang klik link dibawah.”
Namun, setelah ditelusuri, tautan yang dibagikan akun Facebook bernama “Iyang Firmansyah” tidak mengarah ke situs resmi pemerintah.
Link Tidak Mengarah ke Situs Resmi
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa tautan tersebut bukan menuju laman resmi Kementerian Pertanian Republik Indonesia di www.pertanian.go.id. Sebaliknya, pengunjung justru diarahkan ke halaman tidak resmi yang meminta pengisian data pribadi.
Data yang diminta antara lain nama lengkap sesuai KTP hingga nomor Telegram aktif. Permintaan ini patut diwaspadai karena berpotensi menjadi modus pencurian data atau phishing.
Imbauan Resmi Pemerintah
Melalui akun Instagram resminya, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) mengimbau para petani agar berhati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan).
Pihak Ditjen PSP menegaskan bahwa masyarakat tidak mudah percaya pada pihak yang menjanjikan bantuan dengan imbalan tertentu. Jika menemukan indikasi penipuan, masyarakat diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang.
Tata Cara Resmi Mendapatkan Bantuan
Dalam penjelasannya, Ditjen PSP juga menegaskan bahwa proses pengadaan dan distribusi alsintan dilakukan secara resmi dan transparan, bukan melalui tautan sembarangan di media sosial.
Beberapa mekanisme resmi yang digunakan antara lain:
- Pengadaan melalui e-Catalog LKPP
- Pengajuan bantuan secara daring melalui e-Proposal
- Mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 41 Tahun 2014
Proses tersebut mencakup tiga tahapan utama, yaitu:
- Perencanaan
- Pengadaan
- Pemanfaatan
Artinya, bantuan tidak diberikan melalui link yang beredar bebas tanpa verifikasi.
Modus Penipuan Digital Semakin Marak
Modus penipuan digital kini semakin beragam dan kerap menyasar berbagai sektor, termasuk pertanian, dengan iming-iming bantuan alat maupun dana.
Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi melalui sumber resmi serta tidak sembarangan membagikan data pribadi, terutama melalui tautan yang tidak jelas asal-usulnya.














