Media90 – Jarak tempuh Farizon SV sebagai salah satu mobil listrik niaga terbaru di Indonesia menjadi hal krusial yang wajib diketahui calon konsumen. Terlebih, kendaraan ini diproyeksikan untuk menunjang perjalanan penting dengan tuntutan efisiensi waktu dan biaya operasional yang ketat.
Tren kendaraan listrik di Indonesia sendiri masih terus menunjukkan pertumbuhan positif. Jika sebelumnya pasar didominasi oleh mobil penumpang pribadi, awal 2026 justru menjadi momentum masuknya pemain baru di segmen kendaraan niaga listrik.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah kehadiran Farizon, brand asal China yang resmi masuk Indonesia melalui kerja sama dengan Arista Group sebagai Agen Pemegang Merek (APM).
Mengenal Lebih Dekat Merek Mobil Farizon
Berdasarkan informasi yang disampaikan saat peluncuran, Farizon merupakan merek kendaraan niaga listrik yang berada di bawah naungan Geely Holding Group. Meski Geely juga memiliki eksistensi tersendiri di Indonesia, Farizon dikelola secara khusus oleh Arista Group melalui PT Arista Auto Elektrindo.
Nama Arista Group bukan pemain baru di industri otomotif nasional. Selama lebih dari 35 tahun, Arista dikenal sebagai jaringan diler besar berbagai merek ternama. Kehadiran Farizon menandai langkah “naik kelas” Arista, dari sekadar jaringan penjualan menjadi distributor resmi kendaraan listrik niaga.
Secara global, Farizon menempati posisi teratas sebagai merek kendaraan niaga listrik nomor satu di Tiongkok dan dunia dalam segmen commercial EV. Sepanjang 2025, Farizon mencatat penjualan kumulatif lebih dari 160.000 unit, sebuah capaian yang menjadi modal kuat untuk ekspansi di pasar Indonesia.
Farizon SV, Penantang Baru di Kelas Van Komersial
Sebagai model perdana di Indonesia, Farizon menghadirkan SV atau SuperVan. Van listrik ini langsung digadang-gadang sebagai pesaing serius Toyota Hiace, terutama dari sisi dimensi, kapasitas kabin, serta daya angkut.
Perbedaan paling mendasar terletak pada sistem penggeraknya. Farizon SV merupakan Battery Electric Vehicle (BEV) murni, sementara mayoritas kompetitor di kelas van komersial masih mengandalkan mesin diesel konvensional.
Di tengah masa transisi energi, Farizon SV menawarkan efisiensi energi yang lebih baik serta biaya operasional yang lebih rendah, meskipun infrastruktur pengisian daya di Indonesia masih terus berkembang.
Jarak Tempuh Farizon SV dan Kapasitas Baterai
Kapasitas baterai dan jarak tempuh menjadi poin utama yang menentukan kelayakan kendaraan niaga listrik. Farizon SV dibekali baterai berkapasitas 82,8 kWh.
Dengan baterai tersebut, pabrikan mengklaim jarak tempuh Farizon SV mampu mencapai hingga 400 kilometer dalam kondisi penuh.
Sebagai gambaran penggunaan:
- Rute antarkota: Perjalanan Jakarta–Bandung via Tol Cipularang sekitar 150 km dapat ditempuh tanpa kekhawatiran pengisian ulang.
- Operasional perkotaan: Untuk rute dalam kota yang padat, jarak 400 km memungkinkan kendaraan beroperasi selama 2–3 hari, tergantung muatan dan kondisi lalu lintas.
Dari sisi performa, motor listrik Farizon SV menghasilkan tenaga puncak 170 kW atau setara 226,8 hp dengan torsi maksimum 336 Nm. Karakter torsi instan ini sangat menguntungkan untuk operasional stop-and-go dengan muatan penuh.
Spesifikasi Teknis Farizon SV Indonesia 2026
Farizon SV dibangun menggunakan arsitektur GXA-M, bagian dari Geely Global Modular Architecture, dengan spesifikasi utama sebagai berikut:
Dimensi dan Kapasitas
- Konfigurasi kursi hingga 16 penumpang
- Desain bodi tanpa pilar B untuk akses kabin lebih luas
- Ruang bagasi belakang besar
- Struktur bodi kombinasi aluminium dan baja berkekuatan tinggi (standar Eropa)
Performa Mesin & Baterai
- Tipe penggerak: Battery Electric Vehicle (BEV)
- Kapasitas baterai: 82,8 kWh
- Jarak tempuh maksimal: 400 km
- Tenaga maksimum: 226,8 hp
- Torsi maksimum: 336 Nm
Fitur Keselamatan & Teknologi
- Hingga 30 fitur keselamatan dan ADAS
- Sistem pengereman dengan kontrol stabilitas
- Kabin luas dengan visibilitas optimal bagi pengemudi
Arsitektur GXA-M dan Standar Keselamatan Eropa
Penggunaan arsitektur GXA-M menjadi kunci efisiensi Farizon SV. Material aluminium yang ringan namun kuat dikombinasikan dengan baja berkekuatan tinggi, sehingga bobot kendaraan lebih ringan tanpa mengorbankan kekuatan struktur.
Bobot yang lebih ringan membuat energi dari baterai 82,8 kWh dapat dikonversi menjadi jarak tempuh yang lebih optimal. Farizon SV juga telah melalui berbagai pengujian ekstrem dan dibekali lebih dari 30 fitur keselamatan untuk menjamin keamanan operasional jangka panjang.
Desain Tanpa Pilar B, Fokus Efisiensi Operasional
Inovasi unik Farizon SV terletak pada desain tanpa pilar B. Akses pintu samping menjadi jauh lebih lebar, memudahkan penumpang naik-turun atau proses bongkar muat barang.
Bagi pengusaha shuttle, logistik, maupun layanan antar-jemput, desain ini berarti penghematan waktu di setiap titik berhenti. Dikombinasikan dengan jarak tempuh hingga 400 km, Farizon SV mampu meningkatkan produktivitas harian kendaraan.
Harga Farizon SV di Indonesia
Farizon SV dipasarkan dengan harga resmi Rp698 juta on the road Jakarta. Jika dibandingkan kendaraan niaga bermesin diesel, van listrik ini menawarkan keuntungan jangka panjang melalui biaya energi yang lebih rendah dan perawatan yang lebih minim.
Dukungan purnajual juga diperkuat oleh jaringan Arista Group yang memiliki lebih dari 175 jaringan otomotif di 20 provinsi. Selain itu, Arista menghadirkan ARISTA Power, unit bisnis khusus pengembangan SPKLU untuk mendukung operasional kendaraan listrik Farizon di berbagai kota.
Kesimpulan
Dengan reputasi global, dukungan Geely Holding Group, serta infrastruktur dari Arista Group, Farizon SV hadir sebagai solusi nyata kendaraan niaga masa kini. Jarak tempuh Farizon SV hingga 400 km menjadikannya mitra bisnis yang efisien, ramah lingkungan, dan siap mendukung operasional usaha di Indonesia.
FAQ Seputar Farizon SV
Berapa harga Farizon SV?
Farizon SV dipasarkan dengan harga Rp698.000.000 OTR Jakarta, termasuk dukungan layanan purnajual Arista Group.
Berapa jarak tempuh Farizon SV?
Klaim pabrikan menyebutkan jarak tempuh hingga 400 km dalam sekali pengisian penuh berkat baterai 82,8 kWh.
Farizon SV merek asal mana?
Farizon merupakan merek kendaraan niaga listrik asal Tiongkok di bawah Geely Holding Group, dan dikelola resmi di Indonesia oleh Arista Group melalui PT Arista Auto Elektrindo.














