Media90 – PT Kia Sales Indonesia (KSI) membuka babak baru ekspansi bisnis otomotif lokal dengan rencana produksi mobil di fasilitas pabrik PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat.
Rencana ini dipastikan akan dimulai pada akhir 2026, sebagai bagian dari strategi Kia untuk memperkuat jejaknya di pasar Indonesia dan ASEAN. Langkah ini juga menjawab pertanyaan lama soal kapan mobil Kia mulai diproduksi secara lokal setelah selama ini hanya mengandalkan impor completely built-up (CBU) dari Korea Selatan dan India.
Menurut Jong Sung Park, CEO KSI, fasilitas pabrik Hyundai di Cikarang dipilih karena infrastruktur dan kapasitas produksinya yang sudah siap merakit model Kia terbaru. “Kami akan menggunakan fasilitas pabrik Hyundai. Pabrik tersebut sangat berguna bagi kami, dan pabrik MPV EV itu akan mulai berproduksi pada akhir tahun 2026,” ujar Park saat acara Kia Next Chapter di Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).
Pabrik Hyundai Produksi Dua Model Kia
Rencana produksi lokal akan mencakup dua model Multi Purpose Vehicle (MPV) 7-penumpang. Model pertama adalah MPV bertenaga listrik, sedangkan model kedua menggunakan mesin bensin konvensional (Internal Combustion Engine/ICE). Kedua model ini diperkirakan siap dipasarkan pada awal 2027.
Peralihan dari impor CBU ke produksi lokal diharapkan dapat menekan harga jual mobil Kia di pasar domestik, sehingga membuat produknya lebih kompetitif dibandingkan model impor yang selama ini dijual di Indonesia.
Bayu Riyanto, Managing Director KSI, menambahkan bahwa salah satu dari dua model MPV yang akan diproduksi lokal ini dirancang khusus untuk pasar Indonesia, termasuk memenuhi kebutuhan mobil keluarga 7-penumpang yang populer di Tanah Air.
Sinergi Hyundai Motor Group dan Peluang Ekspor
Penggunaan fasilitas Hyundai di Cikarang bukan hanya soal efisiensi produksi, tetapi juga bagian dari sinergi antar anggota Hyundai Motor Group, memungkinkan Kia memanfaatkan ekosistem produksi yang sudah maju, termasuk akses ke supply chain baterai dan teknologi kendaraan listrik yang sedang berkembang di Indonesia.
Dengan perakitan lokal, Kia tak hanya memperkuat jalur produksi domestik, tetapi juga membuka peluang ekspor dari basis Cikarang, memperluas jangkauan merek asal Korea itu di pasar global.
Strategi Kia di Indonesia
Langkah produksi lokal ini merupakan bagian dari strategi Kia setelah kepemilikan dipegang langsung oleh prinsipal Korea melalui KSI, bukan lagi di bawah PT Kreta Indo Artha atau anak perusahaan Indomobil. Pergeseran ini memungkinkan manuver lebih fleksibel, termasuk ekspansi jaringan penjualan dan purnajual, serta rencana pembangunan 100 outlet di seluruh Indonesia dalam jangka menengah.
Kia juga menargetkan pertumbuhan penjualan tahunan hingga 40.000 unit pada 2030, menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis penting untuk pertumbuhan di kawasan Asia Tenggara.














