Media90 – Topik perbandingan biaya energi antara mobil listrik dan mobil bensin tetap menarik, terutama bagi mereka yang ingin membuat keputusan membeli kendaraan berdasarkan efisiensi biaya, bukan sekadar tren. Pertanyaan utamanya adalah: lebih hemat mana dalam pemakaian bulanan?
Artikel ini menyajikan simulasi sederhana namun realistis, dengan asumsi jarak tempuh harian yang umum di kota besar. Tujuannya adalah memberi gambaran praktis tentang biaya energi, skenario pengisian, dan faktor kebiasaan berkendara.
Asumsi Dasar Penghitungan
- Jarak tempuh bulanan: 1.200 km (sekitar 40 km per hari)
- Mobil listrik: konsumsi rata-rata 15 kWh/100 km
- Tarif listrik rumah: Rp1.650/kWh
- Tarif SPKLU publik: Rp2.500/kWh
- Mobil bensin: konsumsi 12 km/liter, BBM RON 92 seharga Rp12.950/liter
Simulasi Biaya Cas Mobil Listrik
1. Home Charging
Dengan konsumsi 15 kWh/100 km, perjalanan 1.200 km membutuhkan 180 kWh.
Total biaya = 180 kWh × Rp1.650/kWh = Rp297.000/bulan
Keuntungan: nyaman, terkontrol, tidak perlu antre, biaya relatif stabil.
2. SPKLU Publik
Jika pengisian dilakukan di stasiun publik:
Total biaya = 180 kWh × Rp2.500/kWh = Rp450.000/bulan
Kombinasi paling realistis adalah hybrid charging: mayoritas di rumah, sesekali di SPKLU, dengan biaya sekitar Rp350–400 ribu/bulan.
Simulasi Biaya Isi Bensin
Dengan konsumsi 12 km/liter untuk jarak 1.200 km:
Jumlah BBM = 1.200 km ÷ 12 km/l = 100 liter
Total biaya = 100 liter × Rp12.950/liter = Rp1.295.000/bulan
Biaya ini bisa naik jika konsumsi lebih boros atau harga BBM naik. Bahkan pengemudi sangat efisien sulit menandingi pengeluaran energi mobil listrik.
Perbandingan Langsung
| Jenis Mobil | Biaya Energi/Bulan |
|---|---|
| EV (Home Charging) | Rp297.000 |
| EV (SPKLU Publik) | Rp450.000 |
| Mobil Bensin | Rp1.295.000 |
Selisih hemat: ±Rp1 juta per bulan, atau ±Rp12 juta per tahun hanya dari biaya energi.
Faktor Tambahan
- Perawatan:
- EV: minim komponen bergerak, tidak perlu ganti oli, busi, filter BBM
- Bensin: memerlukan perawatan rutin, penggantian oli, filter, busi, dsb.
- Pajak: Mobil listrik biasanya lebih murah dibanding mobil bensin.
- Kenyamanan & Infrastruktur:
- EV: tergantung ketersediaan SPKLU dan fasilitas home charging
- Bensin: jaringan SPBU luas, pengisian cepat
Kesimpulan
Mobil listrik unggul dalam biaya energi bulanan dibanding mobil bensin, dengan potensi penghematan mencapai jutaan rupiah per tahun. Namun, keputusan akhir harus mempertimbangkan:
- Kebutuhan perjalanan
- Akses pengisian daya
- Preferensi pribadi
Simulasi ini memberi gambaran nyata untuk membuat pilihan lebih rasional dan berbasis data.
FAQ
1. Apakah mobil listrik selalu lebih hemat dari bensin?
Umumnya ya, terutama dari sisi energi. Namun tergantung jarak tempuh, tarif listrik, dan pola pengisian.
2. Bagaimana jika sering fast charging?
Biaya bisa naik, tapi biasanya tetap lebih rendah dibanding bensin untuk jarak tempuh yang sama.
3. Apakah simulasi ini berlaku untuk semua EV?
Tidak persis. Konsumsi energi tiap model berbeda, namun asumsi ini cukup representatif untuk EV kompak hingga menengah.
4. Apakah biaya listrik rumah akan melonjak drastis?
Biaya akan bertambah, tapi tetap jauh lebih rendah dibanding biaya bensin bulanan.














