Media90 – Toyota kembali menunjukkan dominasinya sebagai produsen mobil terlaris di dunia pada 2025. Produsen asal Jepang ini mencatat penjualan global sebanyak 11,32 juta unit, naik 4,65 persen dibandingkan 2024. Angka ini merupakan gabungan seluruh merek di bawah payung Toyota, termasuk Lexus, Daihatsu, dan Hino, yang secara konsisten menopang performa perusahaan di berbagai segmen.
Di posisi kedua, Volkswagen membukukan penjualan global sebanyak 8,98 juta unit, sedikit menurun 0,51 persen dari tahun sebelumnya. Penjualan ini mencakup merek-merek di bawah grup Volkswagen seperti Porsche, Audi, dan Skoda.
Sementara itu, Hyundai berhasil menempati posisi ketiga dengan penjualan 7,27 juta unit, naik tipis 0,6 persen, diikuti oleh General Motors di posisi keempat dengan 6,18 juta unit (+3,03 persen), dan Stellantis di posisi kelima dengan 5,48 juta unit (+1,27 persen).
Dominasi Produsen China Makin Nyata
Selain pabrikan global tradisional, produsen China semakin menunjukkan pengaruhnya di pasar dunia. BYD memimpin jajaran pabrikan China di peringkat keenam dengan penjualan 4,6 juta unit, naik 7,72 persen. Di bawahnya, SAIC Motor mencatat pertumbuhan 12,33 persen menjadi 4,51 juta unit, menempati posisi ketujuh.
Ford turun ke posisi kedelapan dengan 4,4 juta unit (-1,68 persen), sedangkan Geely melonjak signifikan 26,03 persen menjadi 4,12 juta unit di posisi kesembilan. Honda menutup daftar 10 besar dengan penjualan 3,52 juta unit, turun 7,53 persen.
Keberhasilan produsen China ini tidak lepas dari besarnya pasar domestik mereka, yang mencapai 34,4 juta unit sepanjang 2025. Selain itu, ekspor kendaraan dari China meningkat pesat, melampaui 7 juta unit, menjadikan negara tersebut sebagai eksportir mobil terbesar di dunia.
Tren Global 2025
Data penjualan global menunjukkan bahwa meski pasar tradisional seperti Jepang, Eropa, dan Amerika tetap dikuasai merek-merek klasik, pertumbuhan pabrikan China menjadi fenomena yang sulit diabaikan. Kombinasi harga kompetitif, teknologi elektrifikasi, dan penetrasi pasar domestik yang kuat membuat mereka mampu menembus jajaran 10 besar dunia.
Dengan tren ini, Toyota tetap kokoh di puncak, namun persaingan global semakin ketat dengan merek China yang kini tidak hanya menguasai pasar domestik, tetapi juga mulai menantang dominasi pemain lama di tingkat global.














