TEKNO

Apple Tolak Permintaan India Wajibkan Aplikasi Pelacak di iPhone, Picu Perdebatan Privasi dan Keamanan

109
×

Apple Tolak Permintaan India Wajibkan Aplikasi Pelacak di iPhone, Picu Perdebatan Privasi dan Keamanan

Sebarkan artikel ini
Ramai Diperdebatkan, India Minta iPhone Dipasang Aplikasi Pelacak tapi Apple Menolak
Ramai Diperdebatkan, India Minta iPhone Dipasang Aplikasi Pelacak tapi Apple Menolak

Media90 – Polemik antara Apple dan pemerintah India kembali mencuat setelah raksasa teknologi asal Cupertino itu menolak permintaan New Delhi untuk mewajibkan instalasi aplikasi pelacak nasional, Sanchar Saathi, di setiap iPhone baru. Menurut tiga sumber yang mengetahui pembahasan internal, Apple berencana menyampaikan penolakannya secara formal kepada pemerintah, menyusul meningkatnya kritik publik terkait potensi pengawasan dan risiko politik dari kebijakan tersebut.

Aplikasi Wajib dalam 90 Hari, Tidak Bisa Dinonaktifkan

Pemerintah India sebelumnya meminta seluruh produsen smartphone—termasuk Apple, Samsung, dan Xiaomi—untuk memastikan aplikasi Sanchar Saathi terpasang secara otomatis pada semua perangkat baru dalam waktu 90 hari. Untuk perangkat yang sudah beredar, aplikasi tersebut diwajibkan dikirim melalui pembaruan software.

Ads
close ads

Sanchar Saathi dirancang untuk melacak ponsel hilang, memblokir perangkat, serta mencegah penyalahgunaan. Namun, yang memicu kekhawatiran adalah instruksi pemerintah agar aplikasi tersebut tidak dapat dinonaktifkan oleh pengguna, sebuah langkah yang dianggap membuka pintu bagi potensi pengawasan terhadap 730 juta pengguna smartphone di India.

Menteri Telekomunikasi India berdalih bahwa kebijakan ini diperlukan untuk memerangi “ancaman serius” keamanan siber serta menekan maraknya penipuan berbasis IMEI dan peredaran ponsel black market. Namun, kelompok oposisi serta aktivis privasi menyebut kebijakan itu sebagai upaya terselubung pemerintah untuk memperluas akses ke perangkat pribadi warga.

Dasar Hukum dan Sanksi yang Masih Mengambang

Perintah instalasi wajib tersebut merujuk pada Peraturan Keamanan Siber Telekomunikasi 2024 dan Undang-Undang Telekomunikasi 2023. Mengutak-atik IMEI adalah pelanggaran berat dengan ancaman hingga tiga tahun penjara dan denda setara Rp923 juta.

Meski demikian, dokumen publik belum menjelaskan hukuman spesifik bagi perusahaan yang menolak instalasi wajib aplikasi ini—apakah berupa denda, penghentian penjualan, atau pemblokiran impor.

Apple Menolak: Risikonya Terlalu Besar

Dua sumber menyebut Apple menolak mandat tersebut secara tegas. Alasannya jelas: kebijakan semacam ini tidak pernah diterapkan di negara mana pun, serta dinilai mengancam integritas keamanan iOS, yang selama ini dibangun dengan kontrol ketat terhadap aplikasi dan privasi pengguna.

Apple juga khawatir aplikasi yang tidak dapat dicopot dan harus terpasang di seluruh perangkat akan membuka celah serius terhadap keamanan sistem dan memberikan preseden buruk pada ekosistem iOS di masa depan.

Meskipun begitu, Apple tidak berencana membawa masalah ini ke pengadilan atau mengeluarkan pernyataan publik. Perusahaan memilih jalur diplomasi tertutup untuk menunjukkan bahwa perintah tersebut tidak dapat dipatuhi tanpa mengorbankan keamanan pengguna.

Pemerintah India Membantah Ada Unsur Pemaksaan

Menteri Telekomunikasi India Jyoatiraditya M. Scindia menyatakan bahwa Sanchar Saathi adalah aplikasi “sukarela dan demokratis”. Ia berdalih pengguna bisa menghapusnya kapan saja—meskipun hal ini bertentangan dengan perintah tertulis tanggal 28 November yang menyebut aplikasi tersebut tidak boleh dinonaktifkan.

Ketidakselarasan ini memicu pertanyaan publik: apakah aplikasi akan tetap dapat dihapus ketika kebijakan resmi mulai berlaku?

Kelompok oposisi tak tinggal diam. Rahul Gandhi bahkan menyebut kebijakan tersebut berpotensi mengubah smartphone menjadi “alat mata-mata negara”, dan menyatakan siap membawa isu itu ke parlemen.

Fungsi Sanchar Saathi dan Alasan Pemerintah Bersikeras

Aplikasi ini digunakan untuk:

  • memverifikasi IMEI,

  • melacak ponsel hilang,

  • memblokir perangkat curian,

  • mencegah penipuan berbasis duplikasi IMEI.

Pasar perangkat bekas di India memang rawan penyalahgunaan IMEI, sehingga pemerintah menilai aplikasi ini penting untuk memerangi maraknya ponsel ilegal dan kejahatan siber.

Samsung dan Xiaomi Masih Mempelajari Aturan

Berbeda dengan Apple yang menolak, Samsung dan Xiaomi disebut lebih fleksibel terhadap kemungkinan perubahan sistem. Namun, sumber internal menyebut pembahasan dilakukan tanpa konsultasi industri, sehingga menciptakan kebingungan dan kekhawatiran luas di kalangan produsen.

Diam di Tengah Gejolak

Hingga kini, baik Apple maupun Kementerian Telekomunikasi India belum memberikan pernyataan resmi terkait penolakan Apple maupun kekhawatiran keamanan yang muncul. Kontroversi ini meningkat pada saat yang sensitif, mengingat Apple sedang menghadapi potensi denda hingga US$38 miliar terkait kasus persaingan usaha di India.

Di tengah keheningan kedua pihak, satu hal menjadi jelas: pertempuran antara privasi pengguna, kendali pemerintah, dan kebijakan keamanan siber nasional sedang memasuki babak baru yang bisa berdampak luas pada industri teknologi global.

Xiaomi 17T Muncul di Geekbench Database, Gunakan Dimensity 8500
TEKNO

Media90 – Xiaomi kembali menjadi sorotan setelah salah satu model terbaru dari lini Xiaomi 17 Series, yaitu Xiaomi 17T, muncul di database benchmark Geekbench. Kehadiran perangkat ini menandai potensi ekspansi baru dari seri flagship mereka yang sebelumnya telah dirilis global pada Februari 2026 dengan model Xiaomi 17 dan Xiaomi 17 Ultra. Hasil Geekbench AI Xiaomi 17T Perangkat dengan nomor model 2602DPT53G terpantau muncul di Geekbench AI, platform pengujian performa kecerdasan buatan. Nomor model tersebut diyakini kuat merupakan milik Xiaomi 17T berdasarkan sejumlah sertifikasi yang beredar sebelumnya.Ads close ads Dari hasil pengujian, Xiaomi 17T mencatat skor 777 untuk single-precision, 858 untuk…

Industri Smartphone India Tumbuh, Ekspor Meningkat hingga 28% Versi Counterpoint
TEKNO

Media90 – Pasar manufaktur smartphone di India menunjukkan pertumbuhan signifikan pada tahun 2025. Berdasarkan laporan Counterpoint Research, ekspor smartphone buatan India tercatat melonjak hingga 28%, dan kini menyumbang hampir sepertiga dari total unit produksi di negara tersebut. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa India semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pusat manufaktur smartphone global, tidak hanya untuk pasar domestik tetapi juga untuk ekspor internasional.Ads close ads Dixon dan Samsung Pimpin Pasar EMS Dalam sektor Electronics Manufacturing Services (EMS), perusahaan lokal Dixon Technologies menjadi pemimpin dengan pangsa pasar 19% dan pertumbuhan tahunan mencapai 89%. Lonjakan ini didorong oleh meningkatnya pesanan dari berbagai merek…

Bocoran Desain Sony Xperia 1 VIII Muncul di Internet, Seperti Apa Wujudnya?
TEKNO

Media90 – Sony kembali menjadi sorotan setelah bocoran desain flagship terbarunya, Xperia 1 VIII, beredar di internet. Perangkat ini disebut sebagai generasi penerus lini Xperia 1 yang selama ini dikenal mempertahankan ciri khas desain khas Sony. Menjelang peluncuran resminya, berbagai detail desain hingga spesifikasi awal mulai terungkap. Layar OLED 6,5 Inci dengan Bezel Simetris Berdasarkan bocoran dari @OnLeaks bersama mymobiles.com, Sony Xperia 1 VIII akan hadir dengan layar OLED berukuran 6,5 inci. Ciri khas desain Sony masih dipertahankan, yaitu bezel simetris di bagian atas dan bawah layar, yang membuat tampilannya berbeda dari banyak flagship modern lainnya.Ads close ads Pendekatan desain…

MediaTek Luncurkan Dimensity 7450 & 7450X, Ini Perbedaan Keduanya
TEKNO

Media90 – MediaTek diam-diam memperkenalkan dua chipset terbaru di kelas menengah atas, yaitu Dimensity 7450 dan Dimensity 7450X. Keduanya sudah tercantum di situs resmi tanpa banyak bocoran sebelumnya, sehingga cukup mengejutkan di kalangan pengamat teknologi. Lalu, apa saja kemampuan yang ditawarkan dan apa perbedaan di antara keduanya? Spesifikasi Dimensity 7450 dan 7450X Kedua chipset ini dibangun menggunakan fabrikasi 4nm yang efisien dan modern. Di sektor CPU, digunakan konfigurasi octa-core yang terdiri dari empat inti Cortex-A78 dengan kecepatan hingga 2,6GHz untuk performa, serta empat inti Cortex-A55 untuk efisiensi daya.Ads close ads Untuk grafis, MediaTek menyematkan GPU Mali-G615 MC2 yang sudah cukup…

vivo Y6 5G Resmi Dirilis, Bawa Snapdragon 4 Gen 2, Kamera 50MP, dan Baterai 7200mAh
TEKNO

Media90 – Vivo kembali memperluas lini smartphone entry hingga mid-range dengan meluncurkan Y6 5G. Perangkat ini hadir tidak lama setelah Y6t, namun membawa paket fitur yang terasa lebih lengkap untuk kebutuhan harian maupun hiburan ringan. Performa Snapdragon 4 Gen 2 Di sektor dapur pacu, vivo Y6 5G ditenagai oleh Snapdragon 4 Gen 2 yang sudah mendukung jaringan 5G. Chipset ini dirancang dengan efisiensi daya yang lebih baik, sehingga cocok untuk penggunaan sehari-hari seperti multitasking, media sosial, hingga gaming ringan dengan performa yang stabil.Ads close ads Layar 120Hz dengan Kecerahan Tinggi Bagian layar menjadi salah satu nilai jual utama perangkat ini….

Bocoran Terbaru Galaxy Z Fold Wide, Desain Layar Diduga Mirip Pura X Max
TEKNO

Media90 – Samsung dikabarkan tengah menyiapkan form factor baru untuk lini smartphone foldable mereka. Perangkat tersebut disebut sebagai Galaxy Z Fold Wide, dan mulai ramai dibicarakan karena membawa pendekatan layar yang berbeda dari generasi sebelumnya. Menariknya, bocoran ini muncul menjelang rumor peluncuran iPhone Fold pada September mendatang. Dimensi Galaxy Z Fold Wide Informasi terbaru yang dibagikan oleh Ice Universe di platform X mengungkap detail ukuran perangkat ini. Dalam kondisi terbuka, Galaxy Z Fold Wide memiliki dimensi 123,9 x 164,4 x 4,3 mm yang tergolong sangat tipis untuk perangkat foldable modern.Ads close ads Saat dilipat, ukurannya menjadi 123,9 x 82,2 x…

ASUS Pad Mengudara! Tablet Baru ASUS Mulai Terekspos Bocoran
TEKNO

Media90 – ASUS tampaknya bersiap kembali meramaikan pasar tablet setelah cukup lama vakum. Meski tahun ini dikabarkan lebih fokus pada segmen lain, bocoran terbaru menunjukkan bahwa perusahaan asal Taiwan tersebut tengah menyiapkan perangkat baru bernama ASUS Pad yang menyasar kelas premium. Layar 12,2 Inci Dual-Layer OLED Menurut laporan dari Android Headlines, ASUS Pad akan hadir dengan layar berukuran 12,2 inci yang menggunakan panel dual-layer OLED. Teknologi ini dikenal memiliki kemampuan menghasilkan tingkat kecerahan puncak yang tinggi, sehingga biasanya digunakan pada perangkat kelas atas seperti tablet flagship.Ads close ads Selain itu, layar tersebut juga disebut mendukung refresh rate 144Hz, yang membuat…