Media90 – Banyak pengguna media sosial masih mengira bahwa TikTok Go adalah aplikasi versi ringan untuk menghemat kuota data. Padahal, anggapan tersebut keliru. TikTok Go bukanlah aplikasi terpisah, melainkan fitur baru berbasis monetisasi yang menggabungkan konten video dengan lokasi dunia nyata.
Fitur ini menghadirkan cara baru dalam berbelanja dan promosi yang lebih interaktif, sekaligus membuka peluang cuan bagi kreator konten.
Apa Itu TikTok Go?
TikTok Go merupakan fitur berbasis lokasi (Location Based Service) di dalam aplikasi TikTok.
Konsepnya sekilas mirip dengan Pokémon GO, namun dengan tujuan berbeda. Jika Pokémon GO mengajak pengguna berburu monster virtual, TikTok Go justru mengajak pengguna berburu diskon dan voucher di lokasi nyata seperti restoran, kafe, atau tempat wisata.
Cara Kerja TikTok Go (Si “Tag Hijau”)
Salah satu ciri utama fitur ini adalah munculnya tag lokasi berwarna hijau di pojok kiri bawah video TikTok.
Tag inilah yang menjadi pintu masuk ke fitur TikTok Go, dengan fungsi berbeda bagi pengguna dan kreator:
- Untuk Penonton
Ketika mengklik tag hijau, pengguna bisa mendapatkan kupon diskon atau promo khusus yang dapat digunakan langsung di lokasi tersebut. - Untuk Kreator
Jika penonton datang ke lokasi dan menggunakan kupon dari video yang dibuat, kreator akan mendapatkan komisi. Artinya, semakin banyak orang yang datang melalui video tersebut, semakin besar potensi penghasilan kreator.
Bedanya dengan TikTok Shop
Meski sama-sama terkait transaksi, TikTok Go memiliki konsep berbeda dengan fitur belanja lainnya di TikTok.
- TikTok Shop
Transaksi dilakukan secara online, dan barang dikirim ke rumah oleh kurir. - TikTok Go
Promo ditemukan secara online, tetapi transaksi dilakukan langsung di lokasi (offline).
Dengan kata lain, TikTok Go menghubungkan dunia digital dengan aktivitas di dunia nyata.
Peluang Baru: Diskon dan Cuan Sekaligus
Kehadiran TikTok Go membuka peluang baru bagi berbagai pihak.
Bagi pengguna, fitur ini menjadi cara cerdas untuk berburu promo, terutama bagi mereka yang gemar mencari harga terbaik atau “mendang-mending”.
Sementara bagi kreator, TikTok Go menjadi ladang penghasilan baru. Konten seperti review tempat makan, kafe, atau destinasi wisata kini bisa menghasilkan komisi langsung dari kunjungan penonton.
Di sisi lain, pelaku usaha juga diuntungkan karena dapat menjangkau pelanggan secara lebih efektif melalui konten yang viral.
Kesimpulan
TikTok Go bukanlah aplikasi hemat kuota seperti yang banyak disalahpahami. Ini adalah fitur inovatif yang menggabungkan konten, lokasi, dan transaksi dalam satu ekosistem.
Dengan pendekatan ini, TikTok tidak hanya menjadi platform hiburan, tetapi juga berkembang menjadi sarana promosi dan ekonomi digital yang semakin terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari.
Bagi pengguna dan kreator, TikTok Go bisa menjadi peluang menarik—baik untuk berhemat, maupun untuk menambah pemasukan.














