Media90 – Pernahkah Anda sedang asyik membaca artikel atau menonton video, lalu tiba-tiba layar ponsel tertutup oleh iklan pop-up yang sulit ditutup? Masalah iklan yang menyerang perangkat Android memang menjadi keluhan umum bagi pengguna digital saat ini. Di tahun 2026, metode pengiriman iklan semakin canggih—tidak hanya muncul di peramban, tetapi juga bisa menyusup ke bilah notifikasi, layar kunci, bahkan menutupi aplikasi lain secara agresif.
Iklan-iklan ini biasanya berasal dari tiga sumber utama: pengaturan peramban yang tidak terlindungi, fitur sistem bawaan pabrikan, serta aplikasi pihak ketiga yang mengandung adware. Untuk mengembalikan kenyamanan dan keamanan perangkat, diperlukan langkah-langkah sistematis berikut:
1. Proteksi dari Sisi Peramban (Google Chrome)
Google Chrome sering menjadi gerbang utama masuknya iklan melalui situs web nakal. Banyak situs menggunakan skrip otomatis untuk menampilkan jendela baru atau notifikasi palsu.
- Blokir Pop-up: Masuk ke Chrome → Setelan → Setelan Situs → Pop-up dan pengalihan, lalu pastikan fitur ini dinonaktifkan.
- Filter Iklan Mengganggu: Masih di Setelan Situs → Iklan Mengganggu, aktifkan fitur ini untuk memblokir iklan pada situs yang menampilkan promosi menyesatkan.
- Kendali Notifikasi: Banyak iklan muncul di bilah status karena pengguna menekan “Izinkan” di situs tertentu. Masuk ke Setelan Situs → Notifikasi, lalu matikan semua situs yang tidak dikenal.
2. Membersihkan Sistem dari Adware dan Aplikasi Berbahaya
Jika iklan muncul saat Anda tidak membuka peramban, kemungkinan besar ada aplikasi parasit yang menggunakan izin “Display over other apps”.
- Audit Izin Aplikasi: Masuk ke Pengaturan → Aplikasi, periksa izin setiap aplikasi, dan nonaktifkan “Allow display over other apps” untuk aplikasi mencurigakan.
- Safe Mode: Masuk ke Safe Mode untuk menonaktifkan semua aplikasi pihak ketiga. Jika iklan berhenti muncul, aplikasi terbaru kemungkinan penyebabnya. Hapus aplikasi tersebut.
- Optimalkan Play Protect: Pastikan Google Play Protect aktif melalui Play Store. Fitur ini memindai perangkat dari aplikasi yang berperilaku seperti malware atau adware.
3. Menghapus Iklan Bawaan Sistem
Beberapa pabrikan menyertakan layanan rekomendasi yang sebenarnya adalah iklan:
- Samsung: Masuk ke Samsung Account → Privacy → Customization Service, lalu matikan opsi “Customization this phone”.
- Xiaomi (MIUI/HyperOS): Masuk ke Sandi & Keamanan → Otorisasi dan Pencabutan, matikan opsi msa (MIUI System Ads). Periksa juga aplikasi seperti Tema atau File Manager dan matikan opsi “Tampilkan rekomendasi”.
4. Senjata Pamungkas: Private DNS
Metode paling efektif di 2026 untuk memblokir iklan secara global, termasuk di aplikasi dan game, adalah dengan menggunakan Private DNS:
- Buka Pengaturan → Koneksi → More Connection Settings.
- Pilih Private DNS.
- Pilih opsi Private DNS provider hostname.
- Masukkan alamat:
dns.adguard-dns.comatau penyedia tepercaya lainnya. - Simpan.
Setelah aktif, sebagian besar banner iklan di situs web dan aplikasi akan hilang tanpa perlu aplikasi ad-blocker pihak ketiga yang sering menguras baterai.
Menghilangkan iklan di Android bukan hanya soal kenyamanan visual, tetapi juga menjaga performa perangkat dan kuota data. Iklan yang berjalan di latar belakang dapat membebani RAM dan mempercepat pengurasan baterai. Dengan mengombinasikan pengaturan browser, audit izin aplikasi, dan penggunaan Private DNS, Anda bisa menciptakan ekosistem ponsel yang bersih, cepat, dan aman dari ancaman siber yang sering bersembunyi di balik iklan menarik.














