Media90.id – Power bank telah menjadi salah satu aksesori yang hampir selalu dibawa pengguna smartphone untuk menunjang mobilitas sehari-hari. Namun, di tengah perkembangan teknologi baterai dan pengisian daya yang semakin pesat, masa depan perangkat ini justru dipertanyakan.
CEO Anker, Meng Yang, baru-baru ini mengungkapkan pandangannya bahwa kategori produk power bank kemungkinan tidak akan berkembang menjadi bisnis bernilai ratusan miliar yuan. Bahkan, ia memprediksi era kejayaan power bank bisa berakhir dalam beberapa tahun mendatang.
CEO Anker Sebut Power Bank Punya Siklus Hidup Terbatas
Pernyataan tersebut disampaikan Meng Yang dalam sebuah wawancara. Menurutnya, power bank merupakan produk yang memiliki siklus hidup relatif singkat karena perkembangan teknologi terus menghadirkan solusi baru untuk memenuhi kebutuhan daya perangkat elektronik.
Pandangan ini cukup menarik mengingat Anker sendiri dikenal sebagai salah satu produsen power bank terbesar di dunia. Sejak berdiri pada 2011, perusahaan telah membangun reputasi kuat melalui berbagai produk pengisian daya yang dipasarkan secara global.
Bisnis Anker Kini Tak Lagi Bergantung pada Power Bank
Meski identik dengan power bank, bisnis Anker saat ini telah berkembang jauh lebih luas.
Berdasarkan data keuangan publik yang dikutip dari Gizmochina, Anker membukukan pendapatan sebesar 30,514 miliar yuan sepanjang 2025, meningkat 23,49 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, lini bisnis pengisian daya dan penyimpanan energi menghasilkan pendapatan sekitar 15,402 miliar yuan, atau hampir setengah dari total pendapatan perusahaan.
Meski demikian, produk power bank tradisional kini bukan lagi satu-satunya motor pertumbuhan Anker. Perusahaan telah memperluas portofolionya dengan menghadirkan berbagai aksesori dan perangkat elektronik lain, mulai dari charger GaN, docking station, audio, hingga solusi penyimpanan energi.
Terlalu Banyak Model Jadi Tantangan
Anker juga mengakui pernah mengambil langkah yang terlalu agresif dalam mengembangkan lini power bank.
Dalam rapat pemegang saham tahun 2025, perusahaan mengungkapkan bahwa mereka memiliki terlalu banyak model power bank di pasaran.
Menurut Anker, kondisi tersebut justru menyulitkan proses pengendalian kualitas produk.
“Seharusnya tidak pernah ada 100 model.”
Pernyataan tersebut disampaikan kepada para pemegang saham sebagai bentuk evaluasi terhadap strategi perusahaan. Anker menilai tidak realistis bagi sebuah perusahaan untuk mempertahankan standar kualitas tinggi apabila harus mengelola hingga ratusan varian power bank yang berbeda.
Apakah Power Bank Benar-Benar Akan Hilang?
Meski prediksi tersebut menarik perhatian, belum ada kepastian bahwa power bank benar-benar akan kehilangan relevansinya dalam waktu dekat.
Kebutuhan akan sumber daya cadangan masih cukup tinggi, terutama bagi pengguna yang sering bepergian atau menggunakan perangkat dengan intensitas tinggi.
Namun, perkembangan teknologi seperti baterai berkapasitas lebih besar, efisiensi chipset yang semakin baik, pengisian daya super cepat, hingga semakin banyaknya fasilitas pengisian daya di ruang publik memang berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap power bank di masa depan.
Pada akhirnya, seperti banyak produk teknologi lainnya, keberlangsungan power bank akan sangat bergantung pada kemampuan industri untuk terus beradaptasi dengan perubahan kebutuhan pengguna dan perkembangan teknologi yang terus bergerak maju.














