Media90.id – ChangXin Memory Technologies (CXMT) semakin menunjukkan pengaruhnya di industri memori global. Produsen DRAM asal China tersebut dikabarkan tengah berdiskusi dengan Samsung dan Apple mengenai kemungkinan memasok chip memori untuk smartphone mereka di masa mendatang.
Ketertarikan dua raksasa teknologi tersebut cukup menarik perhatian. Pasalnya, Samsung selama ini juga dikenal sebagai salah satu produsen DRAM terbesar di dunia dan memiliki kemampuan memproduksi chip memorinya sendiri.
Jika kerja sama tersebut benar-benar terealisasi, kehadiran CXMT dapat menjadi alternatif pemasok sekaligus membantu memperkuat rantai pasok komponen memori, terutama untuk perangkat yang dipasarkan di China.
Bukan Karena Harga Lebih Murah
Meningkatnya minat terhadap CXMT terjadi ketika permintaan DRAM global terus meningkat. Pembangunan server dan pusat data untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI) dalam skala besar membuat kebutuhan terhadap chip memori ikut melonjak.
Kondisi tersebut turut meningkatkan posisi tawar CXMT. Bahkan, sejumlah produk memori buatan perusahaan China tersebut disebut memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan DRAM produksi Samsung.
Artinya, jika Samsung maupun Apple benar-benar mempertimbangkan CXMT sebagai pemasok, faktor harga murah kemungkinan bukan menjadi alasan utamanya.
Harga chip memori CXMT saat ini disebut sudah berada di level yang sebanding dengan produk dari Samsung, SK hynix, dan Micron. Dalam situasi ketika permintaan memori terus meningkat dan kapasitas produksi menjadi rebutan, memiliki lebih banyak pilihan pemasok justru bisa menjadi strategi penting bagi perusahaan teknologi.
Diversifikasi pemasok juga dapat membantu perusahaan mengurangi ketergantungan terhadap satu sumber komponen serta menjaga kestabilan rantai pasok.
CXMT Bukan Lagi Pemain Pelengkap
Meningkatnya perhatian terhadap CXMT tidak terlepas dari perkembangan perusahaan tersebut dalam beberapa waktu terakhir. CXMT disebut berhasil menggelar IPO terbesar di Asia pada 2026.
Saat perdagangan sahamnya dibuka, harga saham CXMT dilaporkan melonjak sekitar 466 persen. Lonjakan tersebut turut mendorong valuasi perusahaan hingga sekitar USD488 miliar.
Dana yang diperoleh dari IPO tersebut rencananya digunakan untuk memperluas kapasitas produksi sekaligus mempercepat pengembangan teknologi memori.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa CXMT mulai memiliki ambisi lebih besar di industri memori global. Perusahaan tidak lagi sekadar menjadi pemain regional yang melayani kebutuhan pasar China, tetapi mulai berupaya memperkuat posisinya dalam persaingan dengan produsen memori besar dunia.
Meski kabar mengenai pembicaraan dengan Samsung dan Apple telah beredar, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Samsung, Apple, maupun CXMT mengenai rencana kerja sama tersebut.
Namun, apabila kabar tersebut benar-benar terealisasi, langkah ini akan menjadi perkembangan penting bagi industri memori. CXMT berpotensi semakin diperhitungkan sebagai pesaing serius Samsung, SK hynix, dan Micron, bukan sekadar produsen DRAM asal China.














