Media90 – Pemilik platform media sosial X, Elon Musk, secara resmi mengumumkan rencana peluncuran layanan dompet digital dan pembayaran terintegrasi bernama X Money. Layanan ini dijadwalkan mulai tersedia untuk publik pada bulan depan.
Langkah ini menandai transformasi besar X dari sekadar media sosial menjadi aplikasi serba ada atau everything app. X Money dirancang untuk menghadirkan layanan finansial layaknya perbankan digital modern langsung di dalam satu platform.
Layanan Berbasis Fiat dan Dukungan Visa
Pada tahap awal, X Money akan beroperasi menggunakan mata uang konvensional (fiat). Pengguna nantinya dapat melakukan berbagai aktivitas keuangan seperti:
- Transfer dana antar pengguna
- Menautkan rekening bank
- Melakukan deposit
- Menggunakan kartu debit
Secara konsep, layanan ini dinilai mirip dengan kombinasi platform pembayaran seperti Venmo dan media sosial, bukan sebagai dompet kripto murni.
Untuk mendukung operasionalnya, X melalui entitas X Payments telah mengantongi lisensi di lebih dari 40 negara bagian di Amerika Serikat. Selain itu, perusahaan juga menggandeng Visa sebagai mitra strategis dalam mengelola infrastruktur pendanaan akun pengguna.
Imbal Hasil 6 Persen Jadi Daya Tarik
Salah satu hal yang paling menarik perhatian adalah penawaran imbal hasil hingga 6 persen bagi pengguna yang menyimpan saldo di X Money. Angka ini tergolong tinggi dibandingkan bunga tabungan bank konvensional di Amerika Serikat maupun instrumen pasar uang.
Namun, tingginya imbal hasil ini juga memunculkan pertanyaan terkait sumber dan mekanismenya. Belum jelas apakah keuntungan tersebut berasal dari subsidi perusahaan, pengelolaan dana pinjaman, atau skema finansial lain yang belum diungkap.
Sorotan Regulasi dan Momentum Politik
Peluncuran X Money juga bertepatan dengan pembahasan regulasi baru di Amerika Serikat, termasuk rancangan Undang-Undang CLARITY yang mengatur produk keuangan berbasis aset digital seperti stablecoin.
Meski X Money bukan produk kripto, layanan ini menyasar segmen pengguna yang sama, yakni mereka yang mencari imbal hasil lebih tinggi dari sistem perbankan tradisional. Hal ini membuat X Money berpotensi menjadi sorotan regulator dalam waktu dekat.
Dampak ke Pasar Kripto dan Dogecoin
Meski tidak menyebutkan integrasi kripto, pasar merespons cepat pengumuman ini. Nilai Dogecoin sempat mengalami kenaikan, meskipun tidak bertahan lama dan kembali turun mengikuti tren pasar.
Fenomena ini bukan hal baru. Sejak 2021, setiap kali Elon Musk menyinggung sistem pembayaran, Dogecoin kerap mengalami lonjakan karena spekulasi integrasi ke dalam ekosistemnya.
Musk sendiri dikenal sebagai pendukung Dogecoin, bahkan Tesla telah menerima DOGE sebagai alat pembayaran untuk merchandise sejak 2022.
Potensi Integrasi Kripto di Masa Depan
Walaupun fokus awal X Money adalah transaksi fiat, peluang integrasi kripto belum sepenuhnya tertutup. Kepala Produk X, Nikita Bier, sebelumnya sempat menyebutkan rencana menghadirkan fitur perdagangan kripto melalui Smart Cashtags.
Namun, ia menegaskan bahwa X tidak akan bertindak sebagai broker atau melakukan eksekusi perdagangan secara langsung.
Menuju Super App Finansial
Peluncuran X Money menjadi langkah besar dalam ambisi Elon Musk menjadikan X sebagai super app yang menggabungkan komunikasi, hiburan, dan layanan finansial dalam satu ekosistem.
Dengan kombinasi fitur pembayaran, potensi imbal hasil tinggi, serta kemungkinan integrasi teknologi keuangan lainnya, X Money diproyeksikan menjadi salah satu inovasi paling menarik di industri fintech global tahun ini.














