Media90.id – Sebuah celah keamanan ditemukan pada Gemini di Android 16 yang memungkinkan mekanisme autentikasi lock screen dilewati dalam kondisi tertentu. Kerentanan ini berpotensi membuat seseorang yang memiliki akses fisik ke smartphone menjalankan beberapa perintah tanpa harus memasukkan PIN atau membuka kunci layar terlebih dahulu.
Meski eksploitasinya memerlukan langkah tertentu dan akses langsung ke perangkat, temuan ini kembali menyoroti pentingnya keamanan pada fitur AI yang terintegrasi dengan sistem operasi.
Celah Muncul pada Proses Autentikasi
Kerentanan ini termasuk dalam kategori authentication bypass atau lockscreen bypass, yaitu kondisi ketika mekanisme keamanan layar kunci dapat dilewati akibat kesalahan logika pada sistem.
Kasus seperti ini memang tergolong jarang, tetapi bukan hal baru dalam dunia keamanan siber.
Dalam skenario yang didemonstrasikan, pengguna sebelumnya telah menonaktifkan izin Gemini untuk mengakses aplikasi seperti Messages.
Ketika seseorang mencoba meminta Gemini mengirim SMS melalui lock screen, sistem awalnya bekerja sebagaimana mestinya dengan meminta autentikasi berupa PIN.
Namun, masalah muncul saat tombol “Add attachment” dan “Continue” ditekan hampir secara bersamaan. Kombinasi tersebut diduga menyebabkan proses verifikasi terlewati, sehingga Gemini dapat melanjutkan perintah tanpa autentikasi yang semestinya.
Tak Hanya Messages, WhatsApp Juga Terdampak
Dampak kerentanan ini tidak hanya terbatas pada aplikasi Messages.
Berdasarkan video demonstrasi yang beredar, Gemini juga dapat kembali memperoleh akses ke WhatsApp, meskipun sebelumnya akses tersebut telah dinonaktifkan melalui pengaturan aplikasi.
Hal ini menunjukkan bahwa bug tersebut berpotensi memengaruhi mekanisme pengelolaan izin (permission) pada Gemini dalam kondisi tertentu.
Google Sudah Menyiapkan Perbaikan
Laporan mengenai bug ini disebut telah disampaikan kepada Google sejak Mei lalu dan diketahui terjadi pada perangkat yang menjalankan Android 16.
Google dikabarkan telah mengetahui keberadaan celah tersebut dan sedang menyiapkan pembaruan perangkat lunak untuk menutup kerentanan tersebut.
Hingga kini belum ada daftar resmi mengenai perangkat Android yang terdampak. Namun, laporan menyebutkan bahwa masalah ini tidak hanya ditemukan pada smartphone Google Pixel, sehingga ada kemungkinan juga memengaruhi perangkat Android dari produsen lain yang menggunakan konfigurasi serupa.
Tetap Membutuhkan Akses Fisik
Meski terdengar mengkhawatirkan, eksploitasi celah ini tetap memiliki keterbatasan.
Seseorang harus memiliki akses fisik langsung ke smartphone korban agar dapat mencoba memanfaatkan bug tersebut. Dengan kata lain, kerentanan ini tidak dapat dieksploitasi dari jarak jauh melalui internet.
Meski begitu, temuan ini menjadi pengingat bahwa fitur AI yang memiliki akses luas terhadap sistem operasi juga harus dibangun dengan lapisan keamanan yang kuat. Kesalahan kecil dalam implementasi autentikasi dapat membuka peluang munculnya celah keamanan yang berpotensi dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Bagi pengguna Android, disarankan untuk segera memasang pembaruan keamanan terbaru ketika Google maupun produsen perangkat mulai merilis perbaikan untuk mengatasi bug tersebut.














