TEKNO

HP Lawas Dikumpulkan, Bisa Jadi Data Center?

4
×

HP Lawas Dikumpulkan, Bisa Jadi Data Center?

Sebarkan artikel ini
Ratusan HP Lawas Dikumpulkan, Mungkinkah Disulap Jadi Data Center?
Ratusan HP Lawas Dikumpulkan, Mungkinkah Disulap Jadi Data Center?

Media90.id – Punya smartphone lama yang sudah tidak digunakan dan hanya tersimpan di dalam laci? Jangan buru-buru membuangnya. Sekelompok peneliti dari University of California San Diego (UCSD) bersama Google tengah mengembangkan konsep yang cukup unik, yakni memanfaatkan smartphone lawas sebagai bagian dari data center murah.

Tujuan proyek ini cukup sederhana. Perangkat elektronik yang sudah tidak lagi digunakan akan dimanfaatkan kembali sebagai mesin komputasi untuk menjalankan berbagai aplikasi.

Ads
close ads

Menurut Google Research, smartphone yang sudah pensiun sebenarnya masih menyimpan jejak karbon yang cukup besar dari proses produksinya. Karena itu, memperpanjang masa penggunaan perangkat dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan langsung menggantinya dengan perangkat baru.

Performa HP Lawas Masih Cukup Mumpuni

Untuk menjadikan smartphone sebagai server, para peneliti terlebih dahulu membongkar perangkat dan menyingkirkan berbagai komponen yang tidak dibutuhkan.

Layar, baterai, kamera, speaker, hingga casing dilepas. Komponen yang dipertahankan adalah motherboard beserta chip utama yang berfungsi menjalankan proses komputasi.

Sistem operasi Android kemudian diganti dengan distribusi Linux yang umum digunakan di lingkungan data center. Dengan cara ini, smartphone dapat menjalankan berbagai perangkat lunak server serta sistem orkestrasi seperti Kubernetes.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa sekitar 25 hingga 50 smartphone lawas dapat menyamai kemampuan komputasi satu CPU server kelas enterprise dual-socket.

Artinya, smartphone yang dianggap sudah usang ternyata masih memiliki kemampuan komputasi yang cukup untuk menjalankan berbagai tugas.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa smartphone berusia sekitar tiga tahun masih mampu menghasilkan performa single-core yang sangat baik. Dalam sejumlah pengujian, performanya bahkan dapat melampaui server modern tertentu jika dibandingkan berdasarkan kemampuan per inti prosesor.

UCSD juga menemukan bahwa klaster yang terdiri dari 20 smartphone mampu menjalankan aplikasi yang dibutuhkan oleh satu kelas dengan lebih dari 75 mahasiswa.

Dengan pendekatan ini, institusi pendidikan tidak selalu harus bergantung pada layanan cloud yang dapat menimbulkan biaya operasional tambahan.

Rencana Bangun Data Center dari 2.000 Smartphone

Ke depannya, tim peneliti memiliki rencana yang lebih besar. Mereka ingin mengumpulkan sekitar 2.000 smartphone untuk membangun data center lokal yang dapat melayani ratusan kelas secara bersamaan.

Penggunaan smartphone lawas tersebut berpotensi membuat biaya infrastruktur menjadi lebih terjangkau dibandingkan membangun server baru dari awal.

Meski demikian, sistem komputasi yang dirakit dari kumpulan smartphone lawas tentu tidak ditujukan untuk menggantikan data center raksasa milik perusahaan teknologi dan AI.

Operator hyperscale biasanya membutuhkan perangkat keras khusus yang menawarkan performa jauh lebih tinggi, lebih mudah dikelola, serta memiliki jumlah komponen yang lebih sedikit.

Selain itu, salah satu hal yang masih menjadi pertanyaan adalah konsumsi daya dari sistem komputasi yang dirakit dari banyak smartphone.

Efisiensi dan performa tetap harus berada pada titik yang seimbang. Jika tidak, penggunaan banyak perangkat lawas justru berpotensi menghasilkan konsumsi listrik dan biaya operasional yang lebih tinggi.

Meski demikian, konsep ini tetap menjadi solusi menarik bagi universitas, sekolah, laboratorium penelitian, hingga organisasi kecil yang memiliki anggaran terbatas tetapi membutuhkan kapasitas komputasi.

Alih-alih langsung membuang smartphone lama, perangkat tersebut ternyata masih dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan yang lebih besar.

Jadi, lain kali ketika menemukan smartphone lawas yang tersimpan di dalam laci, mungkin perangkat tersebut sebenarnya belum benar-benar pensiun. Jika dikumpulkan dalam jumlah yang cukup banyak, kumpulan HP lawas bahkan berpotensi membentuk sistem komputasi yang cukup kuat, hingga menjadi sebuah data center.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *