Media90 – Persaingan industri media sosial memasuki fase baru pada awal 2026. Setelah bertahun-tahun TikTok mendominasi pasar video pendek (short-form video), Meta Platforms melalui Instagram Reels dilaporkan berhasil membalikkan keadaan. Fitur video vertikal ini tidak hanya semakin ramai digunakan secara global, tetapi juga menjelma menjadi tulang punggung pendapatan iklan Meta.
Memasuki Januari 2026, Reels resmi bertransformasi dari sekadar fitur tambahan menjadi “mesin uang” yang sangat produktif. Dominasi format tradisional seperti Feed dan Stories—yang selama lebih dari satu dekade menjadi andalan pengiklan—kini mulai tergeser oleh video pendek berbasis algoritma.
Lonjakan Pendapatan Iklan: Reels Jadi Magnet Pengiklan
Data dari perusahaan intelijen pasar Sensor Tower menunjukkan bahwa lebih dari 50% total pendapatan iklan Instagram sepanjang 2025 berasal dari Reels. Angka ini melonjak tajam dibandingkan tahun 2024, ketika kontribusi Reels masih berada di kisaran 35%.
Lonjakan tersebut mencerminkan perubahan strategi para pengiklan global. Reels kini diprioritaskan sebagai kanal utama untuk menjangkau audiens, terutama generasi muda yang semakin menjauhi video horizontal berdurasi panjang maupun konten statis di Feed.
“Format lama mengalami pergeseran volume iklan secara masif. Pengiklan kini memprioritaskan Reels karena di sanalah pengguna menghabiskan waktu paling banyak,” ujar Abraham Yousef, Analis Wawasan Senior di Sensor Tower. Menurutnya, penempatan iklan di sela konten video vertikal terbukti lebih efektif dalam menarik perhatian pengguna dibandingkan format iklan konvensional.
Reels Mendominasi Waktu Luang Pengguna
Keberhasilan monetisasi Reels sejalan dengan peningkatan keterlibatan pengguna. Di Amerika Serikat, Reels menyumbang 46% dari total waktu penggunaan Instagram sepanjang 2025. Angka ini melonjak 37% dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan algoritma Meta semakin piawai membuat pengguna bertahan lebih lama di aplikasi.
Tren serupa juga terjadi di Facebook. Pada platform tersebut, Reels kini menyumbang sekitar 29% dari total waktu penggunaan. Secara keseluruhan, kehadiran video vertikal berhasil mendorong pertumbuhan Daily Active Users (DAU) Instagram sebesar 2%, sebuah pencapaian penting di tengah pasar media sosial yang semakin jenuh.
AI Jadi Senjata Utama Melawan TikTok
Salah satu faktor kunci keberhasilan Reels dalam menyaingi TikTok adalah pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara agresif. Meta merombak sistem rekomendasi kontennya agar mampu menyajikan video yang sangat personal bagi setiap pengguna.
Dan Flax, Analis Riset Senior di Neuberger Berman, menilai bahwa keunggulan platform media sosial saat ini tidak lagi ditentukan oleh fitur semata, melainkan oleh kecanggihan AI.
“Mesin rekomendasi Meta menjadi jauh lebih cerdas karena mereka menerima jutaan sinyal setiap detik dari perilaku pengguna. Dari situlah mereka memprediksi konten apa yang akan disukai berikutnya, dan dampaknya terlihat langsung pada pendapatan,” ujar Flax.
Melalui analisis durasi tontonan, interaksi like, hingga kebiasaan berbagi konten, Meta berhasil menyempurnakan algoritma Reels hingga mampu menyaingi—bahkan melampaui—akurasi For You Page (FYP) milik TikTok.
Tantangan di Balik Kesuksesan Reels
Meski kini menjadi mesin uang, perjalanan Reels tidak selalu mulus. CEO Meta Mark Zuckerberg sebelumnya mengakui bahwa monetisasi video pendek merupakan tantangan besar. Pada fase awal peluncuran, efisiensi iklan Reels masih jauh di bawah Feed Instagram yang sudah mapan.
Zuckerberg sempat khawatir pertumbuhan Reels yang terlalu cepat akan “memakan” waktu pengguna di Feed utama, sehingga berpotensi menekan pendapatan jika sistem iklan Reels belum optimal. Namun, data awal 2026 menunjukkan bahwa Meta berhasil melewati fase transisi tersebut dan menemukan formula seimbang antara engagement dan profitabilitas.
Dampak bagi Kreator dan Masa Depan Media Sosial
Bagi kreator konten, kesuksesan Reels membawa peluang sekaligus tantangan baru. Aliran dana iklan yang semakin besar membuka ruang monetisasi melalui bagi hasil iklan dan kerja sama brand. Tak sedikit kreator yang sebelumnya fokus di TikTok kini kembali menjadikan Instagram sebagai platform utama.
Fenomena ini juga menandai pergeseran besar dalam industri media sosial. Tahun 2026 menjadi era dominasi video pendek berbasis AI, sekaligus menandai surutnya konten statis. Keberhasilan Reels membuktikan bahwa perusahaan teknologi yang mampu beradaptasi dengan tren visual dan menguasai kecerdasan buatan akan tetap memimpin pasar, meski persaingan aplikasi baru terus bermunculan sebagai “penantang TikTok” berikutnya.














