Media90 – Lonjakan kebutuhan kecerdasan buatan (AI) mendorong Intel untuk mencari cara tak biasa dalam meningkatkan pendapatan. Perusahaan teknologi tersebut kini mulai memanfaatkan kembali cip yang sebelumnya dianggap tidak layak pakai untuk dijadikan sumber pemasukan baru.
Informasi ini diungkap oleh analis dari Creative Strategies, Ben Bajarin. Melalui unggahannya di platform X, ia menyebut bahwa penjelasan tersebut diperoleh langsung dari divisi hubungan investor Intel.
Menurutnya, cip yang dimaksud adalah kepingan silikon (die) hasil produksi yang sebelumnya dinilai cacat secara manufaktur, sehingga tidak digunakan dalam produk utama untuk konsumen.
Kualitas Berbeda dalam Satu Wafer
Dalam proses produksi semikonduktor, cip dibuat di atas lembaran silikon yang disebut wafer. Satu wafer dapat menghasilkan banyak cip sekaligus, namun kualitasnya tidak selalu merata.
- Bagian tengah wafer umumnya menghasilkan cip dengan kualitas terbaik dan digunakan untuk produk premium.
- Bagian tepi wafer lebih rentan mengalami cacat kecil, sehingga kualitasnya cenderung lebih rendah.
Sebelum tren AI meningkat, cip dari bagian tepi ini biasanya hanya digunakan untuk produk kelas bawah atau bahkan dibuang karena tidak memenuhi standar.
Penyortiran Melalui Chip Binning
Seiring meningkatnya kebutuhan komputasi AI, hampir semua cip kini memiliki nilai jual. Intel pun memanfaatkan proses yang dikenal sebagai chip binning untuk mengelompokkan cip sesuai performanya.
Melalui metode ini, cip dengan kualitas lebih rendah tetap dapat dirancang ulang menjadi produk jadi, meskipun dengan spesifikasi yang diturunkan. Strategi ini memungkinkan Intel mengoptimalkan hasil produksi tanpa harus membuang unit yang sebelumnya tidak terpakai.
Diserap Pasar AI
Produk hasil binning tersebut kini digunakan untuk memenuhi kebutuhan komputasi AI yang terus meningkat. Menariknya, pasar tetap menyerap cip tersebut meski performanya tidak setinggi varian premium.
Hal ini mencerminkan kondisi pasokan CPU global yang cukup ketat. Banyak perusahaan lebih memilih menggunakan cip dengan spesifikasi lebih rendah daripada kekurangan kapasitas komputasi untuk menjalankan sistem AI mereka.
Sebagai produsen CPU yang banyak digunakan di pusat data, terutama melalui lini server seperti Intel Xeon, langkah ini memberi keuntungan tambahan bagi Intel. Cip yang sebelumnya dianggap “rongsokan” kini justru menjadi sumber margin baru dan membuka peluang pendapatan yang sebelumnya tidak tergarap.












