TEKNO

Layu Sebelum Berkembang: Mengapa Industri Ramai-Ramai Tinggalkan TV 8K di 2026

93
×

Layu Sebelum Berkembang: Mengapa Industri Ramai-Ramai Tinggalkan TV 8K di 2026

Sebarkan artikel ini
Belum Sempat Populer, Industri Mulai Tinggalkan TV 8K pada 2026
Belum Sempat Populer, Industri Mulai Tinggalkan TV 8K pada 2026

Media90 – Dalam satu dekade terakhir, industri elektronik konsumen bergerak dengan pola yang nyaris selalu bisa ditebak. Resolusi layar meningkat, kepadatan piksel bertambah, dan kualitas gambar semakin tajam. Perjalanan panjang dari SD ke HD, lalu Full HD hingga akhirnya 4K, menjadikan resolusi ultra-tinggi sebagai simbol kemajuan teknologi di ruang keluarga.

Namun, ketika industri mencoba mendorong batas berikutnya menuju resolusi 8K, narasi kemajuan itu mendadak terhenti. Alih-alih menjadi standar baru, teknologi 8K justru menunjukkan gejala sebaliknya: layu sebelum benar-benar berkembang.

Ads
close ads

Resolusi 8K yang sempat digembar-gemborkan sebagai The Next Big Thing kini perlahan ditinggalkan. Bukan sekadar spekulasi, tren ini diperkuat oleh langkah nyata para produsen elektronik raksasa dunia yang mulai realistis dan memilih mundur dari segmen ultra-premium tersebut.

Eksodus Para Raksasa Teknologi

Retaknya ambisi 8K mulai terlihat jelas ketika pemain besar industri televisi mengubah arah strategi mereka. TCL dan Sony, dua nama yang selama ini identik dengan inovasi layar, kini mengurangi fokus pada lini produk 8K. Alih-alih meluncurkan model baru, keduanya lebih memilih menyempurnakan TV 4K dengan teknologi panel mutakhir seperti Mini-LED dan QD-OLED.

Pukulan paling signifikan datang dari LG Electronics. Sebagai salah satu pemimpin pasar panel layar global, LG secara terbuka mengonfirmasi bahwa TV 8K tidak lagi menjadi prioritas utama dalam portofolio produknya mulai 2026. Keputusan ini dipandang banyak analis sebagai sinyal kuat bahwa pasar TV 8K memang sedang tidak sehat.

Padahal, jika menilik ke belakang, ambisi industri terhadap 8K pernah begitu besar. Sharp menjadi pionir dengan memamerkan prototipe TV 8K sejak 2012 dan mulai menjualnya secara komersial di Jepang pada 2015 dengan harga fantastis, bahkan mencapai miliaran rupiah. Samsung menyusul dengan membawa 8K ke pasar Amerika Serikat pada 2018, disusul LG setahun kemudian. Saat itu, 8K diyakini sebagai evolusi alami setelah 4K.

Namun, realitas di 2026 berbicara lain.

Tiga Alasan Utama Mengapa TV 8K Gagal Bersinar

Meski secara teknis unggul, TV 8K gagal menciptakan daya tarik yang cukup kuat bagi konsumen dan produsen. Para analis industri umumnya sepakat bahwa kegagalan ini bertumpu pada tiga faktor utama.

1. Masalah Konten: Dilema Ayam dan Telur

Hambatan terbesar adopsi TV 8K adalah ketiadaan konten. Hingga kini, konten dengan resolusi 8K asli masih sangat langka. Platform streaming besar seperti Netflix, Disney+, dan Amazon Prime Video masih berfokus pada 4K HDR.

Distribusi 8K membutuhkan bandwidth internet yang sangat besar serta biaya penyimpanan dan infrastruktur server yang jauh lebih mahal. Secara bisnis, investasi tersebut belum dianggap masuk akal. Membeli TV 8K saat ini ibarat memiliki mobil balap super mahal, tetapi hanya bisa menggunakannya di jalanan macet—potensinya tidak pernah benar-benar terpakai.

2. Batasan Biologis Mata Manusia

Faktor kedua justru datang dari tubuh manusia itu sendiri. Pada jarak menonton normal di ruang keluarga, sekitar dua hingga tiga meter, mata manusia rata-rata sudah sulit membedakan perbedaan ketajaman antara 4K dan 8K.

Lompatan visual dari Full HD ke 4K terasa signifikan. Namun, peningkatan dari 4K ke 8K memberikan diminishing returns—hasil yang semakin kecil dan sulit dirasakan, kecuali pada layar berukuran sangat besar atau jarak menonton yang tidak realistis. Tambahan jutaan piksel pada 8K akhirnya menjadi mubazir bagi sebagian besar pengguna.

3. Regulasi Energi yang Semakin Ketat

Faktor ketiga datang dari ranah regulasi, terutama di pasar penting seperti Uni Eropa. Kepadatan piksel TV 8K membuat cahaya latar lebih sulit menembus panel, sehingga perangkat membutuhkan daya listrik jauh lebih besar untuk mencapai tingkat kecerahan yang setara dengan TV 4K.

Aturan ketat Uni Eropa soal konsumsi energi perangkat elektronik secara tidak langsung “mencekik” pengembangan TV 8K. Produsen dipaksa menyeimbangkan performa visual, efisiensi energi, dan biaya produksi—kombinasi yang sulit dicapai tanpa membuat harga semakin tidak masuk akal.

Apa Pilihan Terbaik untuk Konsumen di 2026?

Saat ini, hanya segelintir produsen—terutama Samsung—yang masih mencoba mempertahankan sisa-sisa pasar TV 8K global. Sebagian besar pemain lain memilih mundur dan memusatkan inovasi mereka pada teknologi 4K kelas atas.

Bagi konsumen di 2026, rekomendasi para pakar teknologi terbilang tegas: TV 8K bukan pilihan bijak. Investasi terbaik justru ada pada TV 4K premium dengan teknologi OLED, QD-OLED, atau Mini-LED. Peningkatan kontras, warna, kecerahan HDR, dan akurasi gambar jauh lebih berdampak pada pengalaman menonton dibandingkan sekadar menambah jumlah piksel.

Untuk saat ini, masa depan 8K tampak semakin menjauh. Atau mungkin, seperti banyak teknologi ambisius lainnya, ia memang tidak pernah benar-benar ditakdirkan untuk menjadi standar baru.

iPhone Dikabarkan Akan Gunakan Sensor Kamera 200 MP di Masa Depan
TEKNO

Media90 – Apple kembali menjadi sorotan setelah muncul rumor terbaru mengenai rencana peningkatan kamera iPhone di masa depan. Informasi ini berasal dari leaker Digital Chat Station yang dikenal kerap membocorkan rencana produk teknologi besar, termasuk perangkat dari Apple. Meski saat ini iPhone masih dianggap tertinggal dalam hal resolusi megapiksel dibanding sejumlah pesaing Android, kabar terbaru menyebutkan bahwa Apple mulai menyiapkan peningkatan besar secara bertahap pada sistem kameranya. Ads close ads Awal Perubahan Dimulai di iPhone 18 Pro Menurut rumor yang beredar, perubahan awal akan dimulai pada seri iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Kedua model tersebut disebut akan…

Motorola Luncurkan Moto Buds Loop, TWS Open-Ear Kini Masuk Indonesia
TEKNO

Media90 – Motorola kembali memperluas lini perangkat audionya dengan meluncurkan TWS open-ear perdana di Indonesia, yaitu Moto Buds Loop. Produk ini hadir dengan pendekatan desain terbuka yang dipadukan dengan teknologi audio hasil tuning dari Bose, menghadirkan pengalaman mendengarkan yang lebih imersif sekaligus tetap sadar dengan lingkungan sekitar. Moto Buds Loop mengusung desain berbentuk huruf “C” yang cara pakainya dijepit di daun telinga. Konsep open-ear yang digunakan memang tengah menjadi tren karena memungkinkan pengguna tetap mendengar suara di sekitar tanpa sepenuhnya menutup telinga, sehingga lebih aman digunakan untuk aktivitas outdoor maupun mobilitas harian. Ads close ads Audio Imersif dengan Tuning Bose…

Motorola Edge 70 Pro Resmi Debut, Ditenagai Dimensity 8500 Extreme dan Triple Kamera 50 MP
TEKNO

Media90 – Motorola resmi mengumumkan kehadiran Edge 70 Pro sebagai varian tertinggi dari lini Edge 70 untuk saat ini. Smartphone ini hadir dengan pendekatan serba seimbang, mulai dari performa, layar, hingga kemampuan kamera yang menjadi salah satu daya tarik utamanya. Dari sisi desain, Edge 70 Pro tampil dengan bodi berlekuk (curved) baik di bagian depan maupun belakang, memberikan kesan premium dan ergonomis saat digenggam. Di bagian depan, perangkat ini dibekali layar Extreme AMOLED berukuran 6,8 inci dengan refresh rate hingga 144 Hz. Ads close ads Layar tersebut juga diklaim memiliki tingkat kecerahan puncak mencapai 5200 nits serta dukungan warna 100%…

Apple AirTag 2 Kini Hadir di Indonesia, Segini Harga yang Ditawarkan
TEKNO

Media90 – Setelah diperkenalkan secara global pada Januari lalu, Apple AirTag 2 akhirnya resmi tersedia di Indonesia. Perangkat pelacak generasi kedua dari Apple ini kini sudah mulai dijual melalui berbagai distributor resmi Apple di Tanah Air. Berdasarkan pantauan di situs iBox, Apple AirTag 2 dibanderol dengan harga mulai dari Rp599.000 untuk satu unit. Sementara itu, tersedia juga paket bundling berisi 4 unit yang dijual seharga Rp1.799.000, yang membuat harga per unitnya menjadi lebih hemat dibanding pembelian satuan. Ads close ads Peningkatan Fitur dan Performa Sebagai generasi terbaru, AirTag 2 membawa sejumlah peningkatan penting dari sisi perangkat keras. Perangkat ini kini…

OPPO Luncurkan Pad 5 Pro, Tablet Flagship dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
TEKNO

Media90 – OPPO resmi meluncurkan tablet flagship terbaru mereka, OPPO Pad 5 Pro, di China. Berbeda dengan OPPO Pad Mini yang fokus pada gaming ringkas, tablet ini dirancang untuk menunjang produktivitas dan kreativitas dengan layar besar serta performa kelas atas. Perangkat ini menjadi penerus langsung OPPO Pad 4 Pro dengan peningkatan di sisi performa dan fitur pendukung kerja profesional. Ads close ads Layar Besar 13,2 Inci dengan Refresh Rate Adaptif OPPO Pad 5 Pro masih mempertahankan layar besar 13,2 inci dengan resolusi 3.4K (3392 x 2400 piksel). Panel ini menggunakan aspek rasio 7:5 yang lebih ideal untuk multitasking, membaca, hingga…

Redmi K Pad 2 Resmi Diumumkan, Tablet Gaming Ringkas dengan Dimensity 9500
TEKNO

Xiaomi resmi mengumumkan tablet gaming ringkas terbaru mereka di China, Redmi K Pad 2. Perangkat ini menjadi penerus generasi pertama dengan peningkatan signifikan, terutama pada performa chipset dan kapasitas baterai yang kini jauh lebih besar. Tablet ini dirancang sebagai perangkat gaming portable yang tetap bertenaga, cocok untuk pengguna yang menginginkan performa tinggi dalam ukuran ringkas. Ads close ads Layar 8,8 Inci 3K dengan Refresh Rate 165Hz Redmi K Pad 2 masih mempertahankan layar IPS LCD berukuran 8,8 inci dengan resolusi 3K (3008 x 1880 piksel). Panel ini mendukung refresh rate hingga 165Hz untuk pengalaman gaming yang lebih mulus. Selain itu,…

OPPO Luncurkan Find X9 Ultra, Smartphone dengan Kamera Monster 200MP Ganda
TEKNO

Media90 – OPPO akhirnya resmi memperkenalkan OPPO Find X9 Ultra dalam sebuah event peluncuran di China setelah lama dirumorkan. Smartphone ultra flagship ini langsung mencuri perhatian berkat konfigurasi kamera “monster” dengan empat kamera Hasselblad, termasuk dua sensor 200MP dan kemampuan zoom optik hingga 10x. Kamera Monster dengan Dual 200MP dan Periskop 10x Zoom Sektor kamera menjadi sorotan utama pada OPPO Find X9 Ultra. Di bagian belakang, OPPO menyematkan setup empat kamera Hasselblad yang sangat ambisius. Ads close ads Kamera utamanya menggunakan sensor 200MP Sony LYT-901 berukuran 1/1.12 inci dengan aperture f/1.5 dan dukungan OIS. Kamera kedua juga tak kalah gahar,…