TEKNO

Layu Sebelum Berkembang: Mengapa Industri Ramai-Ramai Tinggalkan TV 8K di 2026

107
×

Layu Sebelum Berkembang: Mengapa Industri Ramai-Ramai Tinggalkan TV 8K di 2026

Sebarkan artikel ini
Belum Sempat Populer, Industri Mulai Tinggalkan TV 8K pada 2026
Belum Sempat Populer, Industri Mulai Tinggalkan TV 8K pada 2026

Media90 – Dalam satu dekade terakhir, industri elektronik konsumen bergerak dengan pola yang nyaris selalu bisa ditebak. Resolusi layar meningkat, kepadatan piksel bertambah, dan kualitas gambar semakin tajam. Perjalanan panjang dari SD ke HD, lalu Full HD hingga akhirnya 4K, menjadikan resolusi ultra-tinggi sebagai simbol kemajuan teknologi di ruang keluarga.

Namun, ketika industri mencoba mendorong batas berikutnya menuju resolusi 8K, narasi kemajuan itu mendadak terhenti. Alih-alih menjadi standar baru, teknologi 8K justru menunjukkan gejala sebaliknya: layu sebelum benar-benar berkembang.

Ads
close ads

Resolusi 8K yang sempat digembar-gemborkan sebagai The Next Big Thing kini perlahan ditinggalkan. Bukan sekadar spekulasi, tren ini diperkuat oleh langkah nyata para produsen elektronik raksasa dunia yang mulai realistis dan memilih mundur dari segmen ultra-premium tersebut.

Eksodus Para Raksasa Teknologi

Retaknya ambisi 8K mulai terlihat jelas ketika pemain besar industri televisi mengubah arah strategi mereka. TCL dan Sony, dua nama yang selama ini identik dengan inovasi layar, kini mengurangi fokus pada lini produk 8K. Alih-alih meluncurkan model baru, keduanya lebih memilih menyempurnakan TV 4K dengan teknologi panel mutakhir seperti Mini-LED dan QD-OLED.

Pukulan paling signifikan datang dari LG Electronics. Sebagai salah satu pemimpin pasar panel layar global, LG secara terbuka mengonfirmasi bahwa TV 8K tidak lagi menjadi prioritas utama dalam portofolio produknya mulai 2026. Keputusan ini dipandang banyak analis sebagai sinyal kuat bahwa pasar TV 8K memang sedang tidak sehat.

Padahal, jika menilik ke belakang, ambisi industri terhadap 8K pernah begitu besar. Sharp menjadi pionir dengan memamerkan prototipe TV 8K sejak 2012 dan mulai menjualnya secara komersial di Jepang pada 2015 dengan harga fantastis, bahkan mencapai miliaran rupiah. Samsung menyusul dengan membawa 8K ke pasar Amerika Serikat pada 2018, disusul LG setahun kemudian. Saat itu, 8K diyakini sebagai evolusi alami setelah 4K.

Namun, realitas di 2026 berbicara lain.

Tiga Alasan Utama Mengapa TV 8K Gagal Bersinar

Meski secara teknis unggul, TV 8K gagal menciptakan daya tarik yang cukup kuat bagi konsumen dan produsen. Para analis industri umumnya sepakat bahwa kegagalan ini bertumpu pada tiga faktor utama.

1. Masalah Konten: Dilema Ayam dan Telur

Hambatan terbesar adopsi TV 8K adalah ketiadaan konten. Hingga kini, konten dengan resolusi 8K asli masih sangat langka. Platform streaming besar seperti Netflix, Disney+, dan Amazon Prime Video masih berfokus pada 4K HDR.

Distribusi 8K membutuhkan bandwidth internet yang sangat besar serta biaya penyimpanan dan infrastruktur server yang jauh lebih mahal. Secara bisnis, investasi tersebut belum dianggap masuk akal. Membeli TV 8K saat ini ibarat memiliki mobil balap super mahal, tetapi hanya bisa menggunakannya di jalanan macet—potensinya tidak pernah benar-benar terpakai.

2. Batasan Biologis Mata Manusia

Faktor kedua justru datang dari tubuh manusia itu sendiri. Pada jarak menonton normal di ruang keluarga, sekitar dua hingga tiga meter, mata manusia rata-rata sudah sulit membedakan perbedaan ketajaman antara 4K dan 8K.

Lompatan visual dari Full HD ke 4K terasa signifikan. Namun, peningkatan dari 4K ke 8K memberikan diminishing returns—hasil yang semakin kecil dan sulit dirasakan, kecuali pada layar berukuran sangat besar atau jarak menonton yang tidak realistis. Tambahan jutaan piksel pada 8K akhirnya menjadi mubazir bagi sebagian besar pengguna.

3. Regulasi Energi yang Semakin Ketat

Faktor ketiga datang dari ranah regulasi, terutama di pasar penting seperti Uni Eropa. Kepadatan piksel TV 8K membuat cahaya latar lebih sulit menembus panel, sehingga perangkat membutuhkan daya listrik jauh lebih besar untuk mencapai tingkat kecerahan yang setara dengan TV 4K.

Aturan ketat Uni Eropa soal konsumsi energi perangkat elektronik secara tidak langsung “mencekik” pengembangan TV 8K. Produsen dipaksa menyeimbangkan performa visual, efisiensi energi, dan biaya produksi—kombinasi yang sulit dicapai tanpa membuat harga semakin tidak masuk akal.

Apa Pilihan Terbaik untuk Konsumen di 2026?

Saat ini, hanya segelintir produsen—terutama Samsung—yang masih mencoba mempertahankan sisa-sisa pasar TV 8K global. Sebagian besar pemain lain memilih mundur dan memusatkan inovasi mereka pada teknologi 4K kelas atas.

Bagi konsumen di 2026, rekomendasi para pakar teknologi terbilang tegas: TV 8K bukan pilihan bijak. Investasi terbaik justru ada pada TV 4K premium dengan teknologi OLED, QD-OLED, atau Mini-LED. Peningkatan kontras, warna, kecerahan HDR, dan akurasi gambar jauh lebih berdampak pada pengalaman menonton dibandingkan sekadar menambah jumlah piksel.

Untuk saat ini, masa depan 8K tampak semakin menjauh. Atau mungkin, seperti banyak teknologi ambisius lainnya, ia memang tidak pernah benar-benar ditakdirkan untuk menjadi standar baru.

China Jadi Negara Pertama yang Terapkan Nomor Identitas untuk Robot Humanoid
TEKNO

Media90 – Hubei Humanoid Robot Innovation Center di Provinsi Hubei, China, resmi menerapkan sistem pemberian nomor identitas unik atau “KTP” khusus bagi robot humanoid. Kebijakan ini menjadi langkah perdana di dunia yang bertujuan untuk memastikan pelacakan penuh serta akuntabilitas operasional perangkat robotika. Sistem identitas ini dirancang untuk merekam seluruh riwayat aktivitas robot sepanjang masa pakainya. Langkah tersebut diambil untuk mengurangi risiko keamanan sekaligus mempermudah penentuan tanggung jawab hukum apabila terjadi kerusakan atau malfungsi pada robot. Ads close ads Identitas Digital Berisi Data Lengkap Robot Melansir China Daily, Chief Operating Officer Hubei Humanoid Robot Innovation Center, Liu Chuanhou, menjelaskan bahwa nomor…

Jangan Sembarangan Tunjukkan Pose Peace AI Bisa Ambil Data Biometrik
TEKNO

Media90 – Tren keamanan siber terbaru memperingatkan bahwa kebiasaan berfoto dengan pose dua jari atau peace sign berpotensi membuka celah baru bagi pencurian data biometrik. Seiring meningkatnya kualitas kamera smartphone dan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), ancaman terhadap privasi digital pengguna kini semakin nyata. Teknologi seperti computer vision dan image enhancement disebut mampu dimanfaatkan untuk mengekstraksi informasi sensitif dari foto yang diunggah secara publik di media sosial. Ads close ads Modus Pencurian Data Sidik Jari Berbasis AI Ancaman ini bekerja melalui beberapa tahapan yang memanfaatkan detail visual pada gambar digital: Pertama, pelaku melakukan ekstraksi gambar, yaitu mencari foto beresolusi tinggi…

WhatsApp Dibanjiri Spam Nomor Brasil Sejumlah Akun Mendadak Logout
TEKNO

Media90 – Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh fenomena serangan spam misterius yang menyasar para pengguna aplikasi pesan instan WhatsApp. Sejumlah warganet di platform Threads dan TikTok mengeluhkan akun WhatsApp mereka yang tiba-tiba dibanjiri pesan dari ratusan nomor asing dengan kode negara Brasil. Dampak dari serbuan pesan massal tersebut tidak bisa dianggap sepele. Beberapa pengguna melaporkan akun mereka langsung keluar (logout) secara otomatis dan mengalami kesulitan saat mencoba melakukan pemulihan akun. Ads close ads Salah satu unggahan yang viral di Threads berasal dari seorang praktisi keamanan siber dengan akun @cantikacr. Dalam unggahannya, ia mengingatkan pengguna untuk segera meningkatkan keamanan…

Anker Rilis USB C Hub 5 in 1 Murah dengan HDMI 4K untuk Laptop Tipis
TEKNO

Media90 – Tren desain laptop modern yang semakin tipis dan minimalis memang terlihat elegan, namun sering kali membuat jumlah port konektivitas menjadi terbatas. Menjawab kebutuhan tersebut, produsen aksesori teknologi global Anker resmi memperkenalkan perangkat terbaru mereka bernama Anker 5-in-1 All-in-One USB-C Expansion Dock atau Anker 5-in-1 USB-C Hub. Perangkat aksesori ini debut di pasar China melalui platform e-commerce JD.com dan langsung menarik perhatian karena hadir dengan harga yang sangat terjangkau. Anker membanderol produk ini seharga 99 yuan atau setara sekitar Rp258 ribuan. Ads close ads Dengan harga ekonomis tersebut, produk ini diproyeksikan menjadi solusi praktis bagi pengguna ultrabook maupun laptop…

Google Resmi Ubah Fitbit Jadi Google Health Kini Hadir dengan AI Health Coach
TEKNO

Media90 – Google resmi memperkenalkan gelang kebugaran terbaru bernama Fitbit Air. Bersamaan dengan peluncuran perangkat tersebut, Google juga mengumumkan rebranding aplikasi Fitbit menjadi Google Health yang kini dilengkapi layanan pelatih kesehatan berbasis kecerdasan buatan atau AI. Ads close ads Transformasi ini menjadi bagian dari strategi kebugaran Google setelah mengakuisisi Fitbit pada 2021 untuk memperkuat ekosistem perangkat wearable Android mereka. Gemini AI Jadi Otak Google Health Coach Salah satu pembaruan terbesar dalam platform baru ini adalah kehadiran Google Health Coach. Fitur tersebut ditenagai teknologi Gemini dan dirancang sebagai pelatih kebugaran, pakar tidur, sekaligus penasihat kesehatan personal berbasis AI. Menurut Google, sistem…

OpenAI Hadirkan Codex ke ChatGPT Mobile Programmer Kini Bisa Pantau Proyek dari HP
TEKNO

Media90 – OpenAI resmi mengintegrasikan alat pemrograman berbasis kecerdasan buatan mereka, Codex, ke dalam aplikasi ChatGPT versi seluler. Melalui pembaruan ini, pengguna kini dapat memantau sekaligus mengelola alur kerja pengembangan perangkat lunak secara jarak jauh langsung dari perangkat mobile. Ads close ads Pembaruan yang masih berstatus preview tersebut telah tersedia bagi seluruh pelanggan paket langganan ChatGPT di perangkat iOS maupun Android. Fitur Pengelolaan Jarak Jauh Integrasi terbaru ini memungkinkan pengembang melihat environment Codex yang sedang berjalan secara langsung dari berbagai perangkat. Dalam pernyataan resminya, OpenAI menjelaskan bahwa pembaruan tersebut tidak hanya berfungsi untuk mengontrol komputer dari jarak jauh, tetapi juga…

OpenAI Ungkap Masalah Keamanan di ChatGPT Mac Update Terbaru Jadi Solusi
TEKNO

Media90 – OpenAI mengumumkan adanya insiden keamanan yang melibatkan aplikasi ChatGPT khusus untuk perangkat Mac. Menyusul temuan tersebut, perusahaan mengimbau para pengguna untuk segera melakukan pembaruan aplikasi ke versi terbaru guna memastikan keamanan sistem tetap terjaga. Ads close ads Insiden ini bermula dari kampanye serangan siber yang meretas TanStack, sebuah pustaka open-source yang digunakan pengembang untuk membangun aplikasi web. Peretas memanfaatkan proyek tersebut untuk merilis pembaruan yang telah disusupi malware. OpenAI mengonfirmasi bahwa perangkat milik dua karyawannya turut terdampak dalam serangan tersebut. Dampak Sistem dan Data Pengguna Setelah mendeteksi aktivitas mencurigakan, OpenAI langsung melakukan investigasi internal serta langkah penanganan untuk…