Media90 – Televisi kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai sarana hiburan di ruang keluarga. Seiring berkembangnya desain interior modern, konsumen mulai mencari perangkat elektronik yang mampu menyatu dengan estetika ruangan. Tren ini mendorong tumbuhnya pasar televisi dengan konsep art TV, yakni TV yang dirancang agar tampil sebagai elemen dekorasi saat tidak digunakan menonton.
Jika sebelumnya Samsung relatif mendominasi segmen ini lewat lini The Frame, persaingan kini semakin terbuka. Sejumlah produsen seperti TCL dan Hisense telah lebih dulu mencoba peruntungan. Terbaru, LG resmi masuk ke arena art TV dengan memperkenalkan produk anyar bernama LG Gallery TV.
Melalui Gallery TV, LG ingin menegaskan bahwa televisi modern bukan lagi sekadar perangkat hiburan, melainkan bagian integral dari desain interior. Saat tidak digunakan untuk menonton, layar TV ini dapat menampilkan visual layaknya lukisan atau karya seni yang terpajang di dinding, sehingga tidak mengganggu tampilan ruangan.
Pendekatan tersebut diperkuat dengan kehadiran Gallery+, layanan konten visual yang dirilis LG pada awal tahun ini. Platform ini menawarkan ribuan pilihan gambar, mulai dari karya seni klasik, ilustrasi modern, visual sinematik, hingga tampilan gim. Konten Gallery+ dirancang khusus untuk mode tampilan pasif, ketika TV tidak memutar video atau siaran.
Dikutip dari The Verge, Selasa (30/12/2025), LG berharap pengalaman ini membuat televisi tampil lebih menyerupai pigura digital ketimbang layar elektronik. Saat Gallery+ aktif, layar Gallery TV menampilkan gambar dengan komposisi warna dan pencahayaan yang dibuat sedekat mungkin dengan karya seni asli.
Dari sisi bisnis, Gallery+ mengusung skema berlangganan. Pengguna masih dapat menikmati sebagian konten secara gratis, namun koleksi lengkap hanya tersedia bagi pelanggan berbayar. Strategi ini menandakan bahwa LG memosisikan art TV sebagai kombinasi antara produk dan layanan, bukan semata penjualan perangkat keras.
Menariknya, LG menegaskan bahwa Gallery TV bukan bagian dari keluarga OLED G Series. Meski nama “Gallery” sebelumnya identik dengan TV OLED G Series LG, produk terbaru ini dikembangkan sebagai lini tersendiri. Perbedaan paling mencolok terletak pada teknologi panel yang digunakan, karena Gallery TV mengandalkan mini-LED, bukan OLED.
Mini-LED untuk Kebutuhan Art TV
Pemilihan mini-LED dinilai lebih relevan untuk kebutuhan art TV. LG menyebut panel Gallery TV dirancang untuk meminimalkan pantulan cahaya dan silau, sehingga tampilan gambar tetap lembut dan natural. Karakteristik ini mengarah pada penggunaan lapisan matte, fitur yang kini menjadi standar pada televisi berkonsep seni.
Meski belum mengungkap detail teknis pencahayaan belakangnya, Gallery TV diperkirakan menggunakan pendekatan edge lighting, metode yang juga umum dipakai pada TV art-oriented dari merek lain.
Mini-LED dipilih bukan tanpa alasan. Selain efisien, teknologi ini relatif lebih aman untuk menampilkan gambar statis dalam durasi panjang. Di sisi lain, mini-LED masih memiliki keterbatasan jika dibandingkan OLED, terutama dalam hal kontras. OLED tetap unggul pada aspek tersebut, namun memiliki potensi burn-in jika menampilkan visual yang sama dalam waktu lama.
Desain dan Ketersediaan
Dari segi desain, Gallery TV mengusung pendekatan serupa dengan yang dilakukan Hisense. LG menghadirkan bingkai fisik yang dapat dilepas, dengan warna putih sebagai standar. Bagi pengguna yang menginginkan nuansa lebih hangat, tersedia pula opsi bingkai kayu yang dijual terpisah. Konsep ini semakin menegaskan identitas Gallery TV sebagai bagian dari dekorasi rumah, bukan sekadar perangkat elektronik.
LG Gallery TV akan dipasarkan dalam dua ukuran layar, yakni 55 inci dan 65 inci pada tahap awal. Meski telah diumumkan secara resmi, LG masih belum mengungkap detail harga maupun jadwal ketersediaannya di pasar global.
Dengan langkah ini, LG menunjukkan keseriusannya memasuki pasar art TV sekaligus menegaskan arah baru industri televisi yang semakin mengedepankan nilai estetika. Gallery TV hadir sebagai opsi bagi konsumen yang menginginkan kualitas layar modern tanpa mengorbankan tampilan ruangan. Jika harga dan ketersediaannya mampu bersaing, LG Gallery TV berpotensi menjadi alternatif kuat bagi Samsung The Frame, sekaligus memperketat persaingan di segmen televisi premium yang kian mengaburkan batas antara teknologi dan seni.














