Media90.id – MediaTek dikabarkan tengah mempersiapkan chipset flagship generasi terbarunya, yakni Dimensity 9600. Menjelang peluncurannya, sejumlah bocoran mulai bermunculan dan mengungkap berbagai peningkatan yang akan dibawa oleh System-on-Chip (SoC) tersebut, mulai dari performa single-core hingga kemampuan grafis yang lebih mumpuni.
Berdasarkan informasi yang beredar, Dimensity 9600 akan diproduksi menggunakan proses fabrikasi 2 nanometer. Meski demikian, hingga saat ini belum diketahui secara pasti apakah MediaTek akan memanfaatkan teknologi manufaktur N2P milik TSMC atau SF2 dari Samsung untuk memproduksi chipset tersebut.
Salah satu perubahan terbesar yang disebut hadir pada Dimensity 9600 adalah penggunaan konfigurasi CPU all-big core dengan susunan 2+3+3. Pendekatan ini diyakini mampu menghadirkan peningkatan performa yang signifikan, terutama pada skenario single-core yang selama ini menjadi salah satu fokus utama pengembangan chipset premium.
Bahkan, sejumlah bocoran menyebut performa single-core Dimensity 9600 berpotensi bersaing dengan chipset seri A milik Apple yang digunakan pada iPhone. Namun hingga kini belum ada informasi lebih lanjut mengenai generasi chip Apple yang menjadi acuan, apakah setara dengan A19 atau bahkan A20 yang diperkirakan akan digunakan pada lini iPhone 18 Series.
Tidak hanya mengandalkan peningkatan pada sektor prosesor, MediaTek juga disebut memberikan perhatian besar terhadap kemampuan grafis. Dimensity 9600 kabarnya akan dibekali sejumlah fitur baru yang ditujukan untuk meningkatkan pengalaman bermain gim pada perangkat premium.
Fitur tersebut meliputi teknologi frame interpolation yang memungkinkan tampilan visual menjadi lebih halus, serta peningkatan performa ray tracing untuk menghasilkan efek pencahayaan dan bayangan yang lebih realistis. Kehadiran teknologi ini berpotensi memberikan pengalaman gaming yang lebih imersif pada smartphone flagship generasi mendatang.
Selain itu, Dimensity 9600 juga dikabarkan membawa peningkatan pada kemampuan Compute Matrix Engine (CME) dan Scalable Matrix Engine (SME). Kedua teknologi tersebut diprediksi akan berperan penting dalam meningkatkan kinerja komputasi, kecerdasan buatan (AI), serta berbagai proses pemrosesan data yang lebih kompleks.
Dengan kombinasi CPU all-big core, teknologi manufaktur 2 nm, serta peningkatan di sektor grafis dan AI, Dimensity 9600 diperkirakan akan menjadi salah satu chipset Android paling bertenaga yang dirilis pada tahun 2026.
Menurut bocoran yang beredar, MediaTek dijadwalkan memperkenalkan Dimensity 9600 secara resmi pada September 2026. Setelah peluncurannya, chipset ini diperkirakan akan digunakan oleh berbagai smartphone flagship dari sejumlah produsen besar, terutama merek-merek yang selama ini menjadi mitra utama MediaTek di pasar premium.
Meski spesifikasi lengkapnya masih belum diumumkan secara resmi, Dimensity 9600 sudah mulai menarik perhatian karena berpotensi menghadirkan lompatan performa yang cukup besar dibandingkan generasi sebelumnya, sekaligus memperketat persaingan di segmen chipset kelas atas.














