Media90 – Meta kembali menegaskan ambisinya untuk menguasai pergelangan tangan penggunanya. Setelah sukses besar lewat kacamata pintar Ray-Ban Meta, perusahaan besutan Mark Zuckerberg kini membangkitkan proyek jam tangan pintar yang sempat tertunda. Langkah ini menjadi babak baru bagi Meta untuk menantang dominasi Apple Watch dan Samsung Galaxy Watch yang selama ini sulit tergoyahkan.
Laporan terbaru dari The Information mengungkapkan bahwa Meta menargetkan peluncuran smartwatch pertamanya pada akhir tahun 2026. Proyek ini berjalan dengan nama kode Malibu 2, pengembangan ulang dari prototype yang sempat dibatalkan pada 2022 karena efisiensi biaya. Kali ini, Meta mengandalkan integrasi kecerdasan buatan (AI) sebagai nilai jual utama.
Keputusan Strategis dari Pertemuan di Hawaii
Rencana besar Malibu 2 disusun dalam pertemuan tingkat tinggi di kediaman pribadi Zuckerberg di Hawaii. Akhir tahun lalu, para petinggi Meta merancang peta jalan perangkat keras perusahaan untuk beberapa tahun ke depan. Hasilnya, smartwatch diputuskan menjadi jembatan penting dalam ekosistem perangkat berbasis AI dan Augmented Reality (AR) Meta.
Keberhasilan kacamata Ray-Ban Meta yang permintaannya melampaui kapasitas produksi menjadi pemicu utama kembalinya proyek ini. Meta melihat peluang besar untuk menghubungkan smart glasses dengan smartwatch dalam satu ekosistem kohesif, sehingga tidak lagi bergantung pada platform pesaing.
Integrasi Sensor Saraf dan AI Limitless
Salah satu pembeda utama Malibu 2 dibandingkan produk kompetitor adalah teknologi neural wristband atau sensor saraf. Teknologi ini bukan sekadar pelacak kesehatan, tapi juga alat kendali perangkat lain. Melalui differential electromyography, jam tangan mampu membaca sinyal listrik dari gerakan otot di pergelangan tangan, memungkinkan pengguna mengontrol kacamata pintar atau perangkat digital lain hanya dengan gerakan jari halus.
Meta juga akan menyuntikkan teknologi dari startup AI Limitless, yang baru saja diakuisisi. Fitur ini memungkinkan smartwatch merekam percakapan sehari-hari dan secara otomatis menyajikan ringkasan poin-poin penting melalui AI. Selain itu, penerjemahan bahasa secara real-time berbasis Meta AI akan menjadi standar, memudahkan komunikasi lintas bahasa langsung dari pergelangan tangan.
Ambisi Ekosistem Wearable 2026
Tahun 2026 menjadi periode krusial bagi divisi hardware Meta. Peluncuran Malibu 2 akan bersamaan dengan rilis kacamata pintar generasi terbaru Hypernova 2. Strategi ini menunjukkan niat Zuckerberg untuk membiasakan pengguna memakai berbagai perangkat wearable sebelum meluncurkan kacamata AR ambisius bernama Artemis pada 2027.
Meta menargetkan smartwatch sebagai pusat kendali utama bagi seluruh perangkat wearable. Dengan integrasi AI generatif, Malibu 2 akan menawarkan pengalaman lebih personal dan fungsional dibanding jam tangan pintar tradisional, mengubah persepsi smartwatch dari sekadar aksesori ponsel menjadi perangkat mandiri yang cerdas.
Tantangan di Pasar yang Mapan
Meski penuh ambisi, jalan Meta tidak mudah. Apple dan Samsung sudah memiliki ekosistem kesehatan dan olahraga yang mapan. Pengguna Apple Watch, misalnya, telah terikat dengan sinkronisasi data medis mendalam selama bertahun-tahun.
Meta harus membuktikan bahwa AI dan sensor saraf bukan sekadar gimik, tetapi fitur yang benar-benar memberikan nilai tambah. Pertarungan di pasar perangkat cerdas ini diperkirakan memuncak pada akhir 2026, saat Malibu 2 resmi diperkenalkan kepada publik.
Dengan integrasi AI, sensor saraf, dan konektivitas ekosistem, Meta siap menantang raksasa wearable dan membuka era baru bagi perangkat pintar yang lebih personal, cerdas, dan terintegrasi.














