Media90.id – Meta dikabarkan tengah memperluas strategi bisnis perangkat wearable berbasis kecerdasan buatan (AI). Setelah sukses menghadirkan kacamata pintar dan berbagai perangkat keras lainnya, perusahaan kini disebut sedang mengembangkan produk baru berupa liontin pintar (AI pendant).
Informasi tersebut diungkap dalam laporan The Information yang dikutip dari NotebookCheck. Menurut laporan itu, Meta berencana memulai uji coba perangkat liontin AI pertamanya pada tahun depan sebagai bagian dari ekspansi ekosistem wearable berbasis AI.
Meta Kembangkan Liontin AI
Pengembangan liontin AI ini menjadi langkah lanjutan Meta dalam menghadirkan perangkat wearable dengan desain yang lebih beragam.
Meski terdengar unik, konsep tersebut bukan hal baru bagi perusahaan. Setelah mengakuisisi Limitless, startup yang mengembangkan perangkat Pendant, Meta disebut semakin serius menggarap berbagai perangkat AI yang dapat dikenakan pengguna dalam aktivitas sehari-hari.
Salah satu perangkat yang tengah dikembangkan adalah mikrofon Bluetooth berbentuk klip yang dapat dipasang pada kemeja maupun dikenakan sebagai kalung.
Perangkat ini dirancang untuk terus mendengarkan atau merekam percakapan sepanjang hari. Dengan dukungan kecerdasan buatan, hasil rekaman nantinya dapat diolah menjadi ringkasan otomatis, transkripsi percakapan, hingga basis data yang dapat dicari kembali dengan mudah.
Siapkan Generasi Baru Kacamata Pintar
Tak hanya liontin AI, Meta juga dilaporkan sedang menyiapkan sejumlah model baru kacamata pintar.
Beberapa perangkat yang tengah dikembangkan memiliki nama kode “Modelo”, “Luna”, dan “RBM2 Refresh”. Ketiganya disebut akan diperkenalkan dalam beberapa bulan ke depan.
Sementara itu, model lain dengan nama kode “Mojito VIP” diperkirakan baru akan meluncur sekitar bulan Desember mendatang.
Uji Coba Kacamata “Supersensing”
Meta juga tengah mengembangkan teknologi baru melalui proyek kacamata supersensing.
Perangkat dengan nama kode “Artemis” dan “SSG” ini dikabarkan memiliki kamera dan sensor yang selalu aktif untuk membantu pengguna berinteraksi dengan lingkungan sekitar secara lebih cerdas.
Kedua perangkat tersebut disebut akan ditenagai oleh model AI milik Meta, termasuk dukungan dari agen AI baru bernama Hatch, yang hingga kini masih belum diperkenalkan secara resmi.
Hadirkan Layanan Berlangganan untuk Bisnis
Selain menghadirkan perangkat keras baru, Meta juga berencana memperluas bisnis AI melalui layanan berlangganan khusus perusahaan yang diberi nama “Wearable for Work”.
Layanan ini dirancang untuk mendorong penggunaan model AI Meta di lingkungan kerja sekaligus menjadi sumber pendapatan baru melalui sistem langganan.
Melalui strategi tersebut, Meta berharap semakin banyak perusahaan memanfaatkan perangkat wearable AI sebagai alat produktivitas sehari-hari.
Target Penjualan 10 Juta Unit
Dengan berbagai produk wearable yang tengah dipersiapkan, Meta memasang target ambisius untuk pasar AI wearable.
Perusahaan dikabarkan menargetkan penjualan hingga 10 juta unit perangkat wearable pada paruh kedua tahun 2026, sebagai bagian dari upaya memperkuat posisinya di pasar perangkat pintar berbasis kecerdasan buatan yang terus berkembang.














