Media90 – Nvidia resmi memperkenalkan Alpamayo, keluarga model AI terbuka untuk kendaraan otonom, pada ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas. CEO Nvidia, Jensen Huang, menyatakan bahwa Alpamayo dirancang agar mobil tanpa pengemudi dapat menghadapi situasi kompleks di jalan raya dengan penalaran menyerupai manusia.
Peluncuran ini menandai pergeseran penting dari sistem persepsi AI tradisional menuju physical AI—sistem yang tidak hanya melihat dan merespons, tetapi juga mampu menjelaskan alasan di balik setiap keputusan. Alpamayo dianggap sebagai momen kunci ketika mesin benar-benar mulai memahami, bernalar, dan bertindak di dunia nyata.
Apa yang Membuat Alpamayo Berbeda?
Alpamayo 1 hadir sebagai model Vision Language Action (VLA) yang menggabungkan kemampuan penglihatan, bahasa, dan tindakan dalam satu sistem terpadu. Dengan 10 miliar parameter, model ini dapat melakukan penalaran berantai, memecah masalah kompleks menjadi langkah-langkah logis kecil.
Pendekatan ini memungkinkan kendaraan otonom tidak hanya merespons kondisi jalan, tetapi juga memikirkan skenario alternatif sebelum bertindak. Misalnya, ketika lampu lalu lintas mati di persimpangan ramai, sistem konvensional sering kebingungan menentukan langkah aman. Alpamayo dapat mengevaluasi berbagai kemungkinan, mempertimbangkan risiko, dan memilih tindakan paling tepat.
Penalaran Layaknya Manusia
Jensen Huang menekankan bahwa Alpamayo tidak sekadar menerima input sensor untuk menggerakkan setir, rem, atau akselerasi. Sistem ini juga mempertimbangkan alasan di balik setiap keputusan. Dengan kata lain, mobil otonom yang menggunakan Alpamayo dapat menjelaskan mengapa sebuah tindakan diambil, bukan hanya apa yang dilakukan.
Kemampuan ini menambahkan dimensi baru pada teknologi kendaraan otonom. Transparansi pengambilan keputusan menjadi faktor penting untuk membangun kepercayaan publik. Masyarakat lebih cenderung menerima teknologi jika sistem dapat memberikan penjelasan logis, terutama dalam situasi berisiko tinggi.
Dukungan Ekosistem Terbuka
Nvidia merilis kode dasar Alpamayo 1 di Hugging Face, memungkinkan pengembang membuat versi lebih kecil dan cepat untuk berbagai kebutuhan, misalnya melatih sistem pengemudian sederhana atau membangun alat evaluasi otomatis untuk menilai keputusan kendaraan.
Selain itu, Nvidia menyediakan dataset terbuka berisi lebih dari 1.700 jam data mengemudi dari berbagai kondisi jalan, termasuk skenario langka dan kompleks, sehingga pengembang dapat melatih sistem dengan data yang lebih representatif.
AlpaSim dan Validasi Sistem
Sebagai bagian dari ekosistem Alpamayo, Nvidia memperkenalkan AlpaSim, kerangka kerja simulasi sumber terbuka. AlpaSim mampu meniru kondisi mengemudi dunia nyata, mulai dari sensor hingga lalu lintas. Dengan simulasi ini, pengembang dapat menguji sistem secara aman dalam skala besar sebelum diterapkan di jalan raya.
Dampak terhadap Industri Kendaraan Otonom
Peluncuran Alpamayo dianggap sebagai titik balik dalam pengembangan kendaraan otonom. Teknologi ini tidak hanya meningkatkan kemampuan navigasi, tetapi juga menghadirkan transparansi pengambilan keputusan, yang sangat penting untuk membangun kepercayaan publik.
Industri otomotif dan perusahaan teknologi besar diperkirakan akan memanfaatkan Alpamayo untuk mempercepat roadmap menuju kendaraan otonom level 4 yang lebih aman dan dapat diandalkan.
Tantangan dan Prospek
Meski membawa lompatan besar, Alpamayo menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah adaptasi dengan regulasi di berbagai negara. Integrasi dengan infrastruktur jalan yang berbeda juga menjadi faktor penting.
Namun, prospeknya sangat menjanjikan. Dengan dukungan komunitas pengembang global dan keterbukaan kode sumber, Alpamayo berpotensi mempercepat adopsi kendaraan otonom secara luas.
Alpamayo bukan sekadar model AI baru. Ia adalah strategi Nvidia untuk menghadirkan kendaraan otonom yang mampu bernalar, menjelaskan keputusan, dan beroperasi dengan tingkat keselamatan lebih tinggi. Dengan ekosistem terbuka yang mencakup kode dasar, dataset, dan simulasi, Alpamayo membuka jalan bagi masa depan mobil tanpa pengemudi yang lebih aman dan dapat dipercaya.














