TEKNO

Samsung Siap Tinggalkan LPDDR4, Fokus Penuh ke LPDDR5 Mulai 2027

101
×

Samsung Siap Tinggalkan LPDDR4, Fokus Penuh ke LPDDR5 Mulai 2027

Sebarkan artikel ini
Samsung Beralih ke LPDDR5, Produksi LPDDR4 dan LPDDR4X Mulai Dihentikan
Samsung Beralih ke LPDDR5, Produksi LPDDR4 dan LPDDR4X Mulai Dihentikan

Media90 – Samsung dikabarkan mulai bersiap mengakhiri siklus produksi RAM LPDDR4 dan LPDDR4X yang selama ini menjadi standar di banyak smartphone. Berdasarkan laporan industri, perusahaan telah membuka pesanan terakhir untuk kedua jenis memori tersebut, dengan produksi yang masih akan berjalan sepanjang 2026 guna memenuhi permintaan yang sudah masuk.

Langkah ini bukan keputusan mendadak, melainkan bagian dari strategi jangka panjang Samsung di tengah tren pasar DRAM yang terus meningkat.

Ads
close ads

Permintaan DRAM Naik, Dorong Transisi Teknologi

Permintaan memori saat ini terus mengalami kenaikan, terutama didorong oleh perkembangan teknologi AI di perangkat mobile maupun server. Kondisi ini turut mendorong harga DRAM meningkat.

Dalam situasi seperti ini, masuk akal bagi Samsung untuk mulai mengalihkan fokus ke produk yang lebih baru dan memiliki nilai jual lebih tinggi, seperti LPDDR5.

LPDDR5 Jadi Andalan Baru

Setelah LPDDR4 dan LPDDR4X resmi dihentikan, Samsung akan mengalihkan lini produksinya ke LPDDR5 mulai kuartal pertama 2027.

LPDDR5 menawarkan sejumlah keunggulan dibanding generasi sebelumnya, di antaranya:

  • Efisiensi daya lebih baik
  • Bandwidth lebih tinggi
  • Performa lebih optimal untuk multitasking dan aplikasi berat

Tak heran jika standar ini sudah banyak digunakan di smartphone flagship dalam beberapa tahun terakhir.

Dampak ke Smartphone Entry dan Mid-Range

Transisi ini diperkirakan akan berdampak langsung ke pasar yang lebih luas. Smartphone entry-level dan mid-range kemungkinan besar akan mulai menggunakan LPDDR5 sebagai standar baru.

Dengan demikian, pengguna di segmen ini berpotensi merasakan peningkatan performa multitasking serta efisiensi daya tanpa harus menunggu teknologi generasi berikutnya.

Namun di sisi lain, ada kemungkinan perubahan ini juga berdampak pada harga perangkat. Jika biaya produksi meningkat, bukan tidak mungkin harga smartphone di kelas entry dan menengah ikut mengalami penyesuaian.

Menarik untuk ditunggu, apakah peningkatan performa ini sebanding dengan potensi kenaikan harga di masa depan?